Sabtu, 03 November 2012

NAMA-NAMA SEKOLAH DASAR DAN NAMA-NAMA KEPALA SEKOLAH DASAR
DI LINGKUNGAN UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN CIKEDAL PANDEGLANG

1. SDN CIPICUNG 1 ( SUTARNI, S.Pd)

2. SDN CIPICUNG 2 ( Drs. JUAENI)

3. SDN TEGAL 1 ( AAN JUANDA, S.Pd.I)

4. SDN TEGAL 2 ( PLT. AAN JUANDA, S.Pd.I )

5. SDN KARYASARI 1 ( PATIMAH )

6. SDN KARYASARI 3 ( MUJANI )

7. SDN KARYAUTAMA 1 ( SUPRIADI, S.Pd.sd )

8. SDN KARYAUTAMA 2 ( RIDWAN )

9. SDN BABAKANLOR 1 (Drs. H. NURSAMSI, M.Pd. )

10. SDN BABAKANLOR 2 ( MIMIN SURTIMI )

11. SDN BABAKANLOR 3 ( NURYATI, S.Pd.I )

12. SDN BABAKANLOR 4 ( PLT. JAJANG SUHENDI, S.Pd. )

13. SDN CENING 1 ( Hj. NURHAYATI )

14. SDN CENING 2 ( BUKHARI )

15. SDN DAHU 1 ( BAI PERMANA, S.Pd. )

16. SDN DAHU 2 ( UDIN ZAENUDIN )

17. SDN DAHU 3 ( SUKMA )

18. SDN PADAHAYU 1 ( MURDIAH )

19. SDN PADAHAYU 2 ( JAJANG SUHENDI, S.Pd. )

20. SDN BANGKUYUNG 1 ( PLT. BAI PERMANA, S.Pd. )

21. SDN BANGKUYUNG 2 ( NURLIS )

22. SDN BANGKUYUNG 3 ( SRI HARYATI )

23. SDN BANGKUYUNG 4 ( IIS ARIPAH )

24. SDN MEKARJAYA 1 ( TINI SURTINI )

25. SDN MEKARJAYA 2 ( RAHMAT RASJAM )
Baca Selengkapnya~~ >>
PENGURUS CABANG PGRI KECAMATAN CIKEDAL

KETUA : SUPRIADI, S.Pd.SD

WAKIL KETUA: JAJULI, S.Pd.

SEKTERTARIS: JAJANG SUHENDI, S.Pd.

BENDAHARA : SUPARDI,S.Pd.
Baca Selengkapnya~~ >>

TANPA MAU DIBELENGGU TUMPUKAN PEKERJAAN


Anda bosan jadi orang kantoran? Enggan bergelut dengan rutinitas dan jam kerja padat? Pensiun saja dan jadilah orang kaya

Dulu waktu saya masih kecil ayah pernah bertanya, “Nanti kamu kalau sudah besar mau jadi apa?” Secara spontan saya menjawab, mau jadi guru supaya dapat gaji besar. Itulah yang menjadi cita-cita di masa saya masih kecil. Terbayang saya berpakaian seragam gagah dipandang orang, pakai mobil yang bagus, dan punya rumah mewah. Bahkan ayahpun mengiyakan sambil memberi dorongan bagaimana saya belajar yang tekun tanpa berhenti dari belajara tersebut

Sebagian orang yang bekerja sebagai pegawai negeri pagi-pagi sudah harus siap pergi meninggalkan rumah menuju tempat kerja supaya termasuk orang yang berdisiplin. Terkadang tidak terburu makan, dan bisa makan setelah pulang dari tempat kerja. Rasanya kurang bebas dalam menempuh hidup di sepanjang hari. Dan pada waktu malamnya lelah kemudian tidur. Namun saya tidak sampai berbuat seperti itu. Yang menjadi permasalahan bagi saya bukan sibuk kerjanya. Saya menjadi guru berangkat kurang lebih pukul 07.00 WIB dan tiba di sekolah kurang lebih pukul 07.15 WIB. Di sekolahpun saya bekerja tidak begitu padat, sebagai guru mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah tidak banyak waktu untuk mengajar.

Yang menjadi masalah bagi saya adalah kewalahannya dalam mengatur keuangan untuk keperluan sehari-hari dan pendidikan saya beserta seluruh anggota keluarga. Belum lagi saya kewalahan dalam pembiayaan di luar dugaan. Memang masalah kekurangan uang ini akibat kurang persiapan yang matang saya dalam mengelola keluar masuknya uang setiap bulan. Saya terjebak dengan utang kepada pihak Bank, koperasi, dan pihak lainnya yang berbunga cukup besar. Utang melilit leher saya semisal saya dililit ular raksasa. Saya belum sempat mengatur uang setiap hari dan masih tersisa pada akhir bulannya. Hal itu menjadi masalah yang serius bagi saya. Oleh karena bagi saya menjadi guru bukan harus dihindari, tetapi bagaimana saya mendapatkan sumber penghasilan di luar uang gaji bulanan.

Memang keadaan serba ketidakcukupan dalam mengatur keuangan bisa pula menjadi sarana beribadah dan beramal saleh bagi saya. Namun alangkah lebih edeal lagi apabila saya berkelimpahan sambil taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya tanpa berdampak malas padanya. Uang banyak diharapkan ibadah bisa lebih tenang. Situasi dan kondisi pada saat ini, keuangan sangat berperan di dalam berbagai kebutuhan. Semacam tuntutan yang tidak bisa dihindari. Buktinya naik haji juga memerlukan pengorbanan uang yang begitu banyak menurut ukuran orang pada umumnya. Kita berhubungan dengan sesame tidak bisa maksimal yang berhubungan dengan orang-orang yang nasibnya berada di bawah garis kemiskinan.

Bukan pekerjaannya yang harus dihindari. Bertumpuk-tumpuk pekerjaan kita tidak jadi ada masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah bisa dan tidaknya kita banyak waktu kita untuk beribadah dan beramal saleh. Selama kita masih mampu berbuat banyak kita niatkan beribadah kepada Allah, kita lasanakan dengan sebaik-baiknya. Namun idealnya kita harus mampu mengelola waktu dalam bekerja seefektif dan seefisien mungkin. Di mana kita bisa melaksanakan ibadah dengan banyak waktu. Sesuai dengan prinsip bahwa kita hidup di dunia ini pada intinya beribadah kepada Allah.
Yang lebih pokok hidup kita di dunia ini beribadah kepada Allah dengan peluang waktu yang banyak

Berangkat pada awal pagi dan pulang setelah gelap menyelimuti bumi tidak menjadi masalah, tetapi kita punya kewajiban lagi terhadap keluarga. Menurut agama, kita sebagai orang tua harus bisa menyelamatkan anak-anak dari api neraka. Berarti anak-anak merupakan tugas kita untuk kita bangun sebaik-baiknya. Bukan hanya menitikberatkan pekerjaan saja tanpa memperhatikan bagaimana kelangsungan hidup anak-anak kita. Sebagaimana orang Jepang yang mempunyai kecenderungan gila kerja tanpa memperhatikan bagaimana anak-anaknya di rumah. Memang sikap terhadap pekerjaan dari orang Jepang bisa kita pertimbangkan baiknya. Namun bagi kita sebagai umat Islam ada kesempatan yang tidak bisa anggap kurang penting, yaitu pendidikan anak-anak kita. Penerapan pendidikan budi pekerti sepanjang waktu.

Sebagian waktu kita dikejar-kejar target pekerjaan sementara kewajiban terhadap keluarga kurang diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Semacam gambaran rutinitas yang harus dijalani setiap hari. Apalagi kita terbatas dengan usia yang semakin hari semakin bertambah terus. Sementara tugas pekerjaan semakin berat dan padat. Oleh karena itu kita perlu solusi bagaimana kita menyikapi pekerjaan yang sudah menjadi tugas pokok kita dapat kita laksanakan tanpa harus mengabaikan tugas kewajiban di rumah tangga. Kita hadapi keadaan yang ada di rumah, di tempat kerja, dan di seluruh kehidupan kita. Maka solusi dalam menghadapi pekerjaan supaya sesuai dengan tingkat efektivitas harus kita selaraskan dengan tugas kewajiban kita terhadap anggota keluarga.

Lalu bagaimana agar kita terbebas dari rutinitas yang membebani setiap hari? Bukan pelaksanaan tugas pekerjaan yang rutin kita kerjakan sebagai hal yang salah, tetapi bagaimana kita menghadapinya denga sikap seimbang dan membuat diri kita lebih efektif dalam pelaksanaannya. Jika ingin terbebas dari rutinitas di atas kita harus keluar dari system atau menambah dari yang sudah ada menjemput rejeki dengan cara yang lebih efektif lagi. Solusinya dengan keluar dari pekerjaan rutinitas atau menambahnya secara baik, maka wiraswasta sebagai solusi terbaik. Termasuk bidang tulis-menulis bisa kita kembangkan selain kita melaksanakan tugas kewajiban yang sudah digenggamnya.

Mengelola bisnis sendiri. Banyak atau sedikitnya penghasilan, tergantung tangan kita sendiri. Semakin keras usaha kita menabur benih, memupuk bisnis pribadi hingga berkembang, niscaya kita akan memetik buah yang tak terbatas jumlahnya. Bukan terbatas seperti orang kantoran semata tanpa mau menambahnya dengan pekerjaan lain yang lebih banyak peluang kita beribadah selain melaksanakan pekerjaan yang sejak semula telah digenggamnya. Ada yang mengatakan dengan keluar dari seorang pegawai negeri yang banyak dilanda bisa beralih ke wiraswasta secara mandiri. Bagi kita yang telah terlanjur mempunyai pekerjaan sebagai pegawai atau kaum gaji, menurut kita adalah dengan mempertahankan dengan pelaksanaan yang sebaik-baiknya sambil terus menambah realitas. Kita tambahkan pekerjaan lain tanpa mau merusak atau memberhentikan pekerjaan yang sudah kita genggam.

Bagi yang siap dan mampu untuk keluar dan pindah jalur berbeda dengan wiraswasta, maka hal inilah yang diyakini oleh Valentino Dinsi. Dalam buku Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian Valentino berbagi pengalaman merintis beberapa usahanya. Ia memotivasi pembaca untuk menjadi seorang entrepreuner. Penghasilan tak terbatas dan waktu luang lebih banyak adalah sedikit kelebihan yang yang diungkapkan Valetino dalam bukunya.
Baca Selengkapnya~~ >>

Konsep Kemandirian

zhuldyn.wordpress.com/materii-lain/...peserta.../konsep-kemandirian/

Kemandirian (self-reliance) adalah suatu konsep yang sering dihubungkan dengan pembangunan. Dalam konsep ini program-program pembangunan dirancang secara sistematis agar individu maupun masyarakat menjadi subyek dari pembangunan. Walaupun kemandirian, sebagai filosofi pembangunan, juga dianut oleh negara-negara yang telah maju secara ekonomi, tetapi konsep ini lebih banyak dihubungkan dengan pembangunan yang dilaksanakan oleh negara-negara sedang berkembang.
Mengapa persepsi ini muncul? Penjajahan yang berlangsung lama, yang dengan efektif menggunakan kekuasaan feodal pribumi, telah meninggalkan warisan berupa tatanan ekonomi sosial serta mentalitas masyarakat yang tidak siap mengemban kemerdekaan yang telah diraih. Dalam kondisi semacam inilah negara-negara sedang berkembang bergaul dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju secara ekonomi. Tidak bisa lain, untuk mengejar ketertinggalannya di bidang ekonomi, negara-negara tersebut harus melakukan pelbagai program pembangunan. Sayangnya, pembangunan yang mereka laksanakan seringkali terfokus hanya pada bidang ekonomi, dengan sasaran utama meningkatkan produksi dan pendapatan, dan jarang memperhatikan faktor manusia sebagai subyek. Dalam praktik sering kita jumpai martabat manusia merosot hingga sekedar menjadi alat untuk mencapai tujuan ekonomi.
Lebih ironis lagi, pembangunan di bidang ekonomi ini tidak menjamin terwujudnya perbaikan ekonomi masyarakat secara merata. Dua hal yang menjadi penyebabnya adalah: pertama, pembangunan ekonomi itu hanya mengutamakan pertumbuhan. Kedua, tidak efisiennya sistem birokrasi yang dikembangkan oleh pemerintah. Ketidakefisienan ini telah menimbulkan kesenjangan dalam kepemilikan akses atas pembangunan. Dengan kata lain, hanya individu-individu atau kelompok masyarakat tertentu yang memkmati hasil pembangunan tersebut. Golongan yang diuntungkan ini adalah mereka yang dekat dengan elit kekuasaan, atau mereka yang secara sosial ekonomi memang mampu meraih kesempatan yang ada.
Tentu saja golongan yang diuntungkan ini merupakan golongan kecil dari masyarakat. Sebagian besar masyarakat, karena berada dalam tingkat sosial ekonomi yang memprihatinkan, tidak mampu mengambil manfaat atas hasil-hasil pembangunan. Golongan terakhir ini hidup di perkampungan-perkampungan kumuh di perkotaan dan di perdesaan. Karena tekanan struktur kekuasaan, sosial, ekonomi, maupun politik begitu besar, mereka tertinggal jauh dari kemajuan ekonomi yang semakin menyulitkan kehidupan sehari-hari.
Karena itulah, satu-satunya tujuan hidup bagi golongan miskin hanyalah menyelamatkan diri dari tekanan hidup dengan jalan sangat selfish. Bila kemiskinan yang mereka tanggungkan sudah demikian parah, seperti kasus kemiskinan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagaimana dilaporkan oleh tim peneliti Universitas Satya Wacana, Salatiga (1980), mereka bahkan juga kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Para petani di daerah itu menolak menerima uluran bantuan berupa temak kambing.
Melihat uraian sekilas di atas, tampak konsep kemandirian menjadi faktor sangat penting dalam pembangunan. Konsep ini tidak hanya mencakup pengertian kecukupan diri (self-sufficiency) di bidang ekonomi, tetapi juga meliputi faktor manusia secara pribadi, yang di dalamnya mengandung unsur penemuan diri (self-discovery) berdasarkan kepercayaan diri (sef-confidence). Kemandirian adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi pelbagai masalah demi mencapai satu tujuan, tanpa menutup diri terhadap pelbagai kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan.
Dalam pengertian sosial atau pergaulan antar manusia (kelompok, komunitas), kemandirian juga bermakna sebagai organisasi diri (sef-organization) atau manajemen diri (self-management). Unsur-unsur tersebut saling berinteraksi dan melengkapi sehingga muncul suatu keseimbangan. Pada aras ini, pencarian pola yang tepat, agar interaksi antar unsur selalu mencapai keseimbangan, menjadi sangat penting. Setiap keseimbangan yang dicapai akan menjadi landasan bagi perkembangan berikutnya. Proses kemandirian adalah proses yang berjalan tanpa ujung.
Dalam konteks pembangunan, sikap mandiri harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri (baca: bebas) atau malah semakin bergantung. Misalnya, apakah petani kita lebih bebas atau malah semakin bergantung pada basil industri (seperti pupuk), apakah industri kita lebih bebas atau malah semakin bergantung pada bahan baku impor, atau apakah negara kita lebih mampu memupuk modal atau malah semakin bergantung pada utang luar negeri.
Sebagai implikasi dari saling berkaitnya unsur-unsur dalam kemandirian, proyek-proyek di bidang ekonomi bagi golongan miskin harus dirancang secara tepat, sesuai dengan tingkat keseimbangan yang ada pada mereka. Kemiskinan yang mereka tanggungkan tidak boleh kita lihat semata sebagai masalah fisik, melainkan juga harus dilihat sebagai tantangan atau dorongan bagi hadirnya harapan baru atau kondisi yang lebih baik. Proyek yang dibangun, dengan dernikian, harus dapat dijangkau oleh kernampuan yang ada pada mereka. Dengan kata lain, proyek itu harus memungkinkan golongan miskin ikut berpartisipasi, baik pada tingkat implementasi maupun tingkat pengambilan keputusan, sehingga mereka memiliki landasan bagi terbentuknya proses self-management.
Agar interaksi unsur-unsur dalam kemandirian menjadi efektif dan perkembangan ke arah selfish bisa dihindari, perkembangan pribadi individu yang positif bisa dibangun. lewat KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang dibentuk dan diselenggarakan secara wajar dan bertahap. Dalam kelompok semacam inilah proses belajar-mengajar akan berlangsung, di mana kesenjangan antara penerima pelajaran dan pengajar yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang sosial-ekonomi, bisa dihindari. Dengan demikian, kecenderungan ke arah selfish akan terkikis dan diganti oleh empati yang akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Bila kemampuan individu yang bertindak sebagai murid dari proses perkembangan golongan miskin. Proses ini menuntut komitmen, dedikasi, dan pandangan hidup yang baik dari pendamping. Artinya, mereka harus memperhatikan proses kemandirian yang terjadi dalam KSM seperti yang terjadi pada dirinya sendiri.**
Baca Selengkapnya~~ >>

Beranilah Membuat Keputusan untuk Melakukan Hal yang Berbeda

dennyja-world.com/.../beranilah-membuat-keputusan-untuk-melakuk.

Jika ingin berhasil, jika ingin bebas secara finansial, Anda harus melakukan tindakan untuk berubah. Jika tidak, akan selalu ada orang lain yang mengatur hidup Anda, yang membuat Anda merasa tidak aman dan penuh keraguan. Ketahuilah banyak orang yang pergi bekerja setiap hari pada pekerjaan yang mereka benci. Mereka membenci penghasilannya dan/atau pada yang dilakukannya, tetapi mereka tetap bertahan karena merasa tidak ada pilihan. Mereka menjustifikasi posisinya dengan menyebut keamanan pekerjaan, tetapi yang mereka tidak sadari adalah tidak ada keamanan dalam suatu pekerjaan. Hal ini disebut “kemiskinan yang diperpanjang.”

Untuk itu, jika Anda ingin berubah dan menjadi sukses serta kaya, Anda harus menjadi lebih baik, Anda harus berani. Anda harus membuat keputusan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.
Baca Selengkapnya~~ >>

BERANILAH MENCOBA

spicaku.blogspot.com/2012/03/beranilah-mencoba.htm

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

"Apa, saya harus berdetak sebanyak 31,104,000 kali dalam setahun?," kata jam tangan itu terperanjat, "Mana mungkin saya sanggup melakukannya tuan."

"Bagaimana kalau kamu berdetak delapan puluh ribu empat ratus kali dalam sehari, apakah kamu sanggup?" Si pembuat jam tangan kembali bertanya.

"Saya harus berdetak delapan puluh ribu empat ratus kali dengan jarum yang ramping seperti ini?" jawab jam tangan penuh keraguan.

"Kalau begitu, bagaimana jika tiga ribu enam ratus kali dalam satu jam?" ujar si pembuat jam tangan lagi.

"Dalam satu jam harus berdetak tiga ribu enam ratus kali? Itukan banyak sekali tuan" tetap saja jam tangan itu ragu dengan tawaran tersebut.

Dengan penuh kesabaran, si pembuat jam tangan kemudian kembali bertanya kepada jam tangan itu. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali saja dalam setiap detiknya?"

"Nah, kalau begitu saya baru sanggup tuan, itu sangat mudah bagi saya!" kata jam dengan penuh antusias.

Akhirnya jam tangan itu pun selesai dibuat, dan ia terus berdetak satu kali dalam setiap detiknya. Tanpa terasa, detik demi detik terus ia lalui tanpa masalah sedikitpun. Sungguh luar biasa, karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti, ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

***

Kawan, Terkadang kita ragu dengan apa yang sesungguhnya bisa kita lakukan. Kalau saja kita mau percaya dan yakin pada diri ini, semua yang awalnya terasa begitu berat, akan dengan mudahnya bisa kita lalui. Maka, janganlah berkata "tidak" sebelum pernah mencobanya.

Read more: http://spicaku.blogspot.com/2012/03/beranilah-mencoba.html#ixzz2B90h07y5
Baca Selengkapnya~~ >>

Man Jadda Wajadda, Beranilah Bermimpi

unnes.ac.id › Berita

Man Jadda Wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil. Apa gunanya masa muda kalau tidak untuk membela cita-cita dan membahagiakan orang tua.

Penulis novel best seller “Negeri 5 Menara “Ahmad Fuadi mengungkapkan hal tersebut dalam talkshow pada pembukaan acara Semtember MIPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) di auditorium kampus Sekaran, Rabu (5/9).

Acara dibuka oleh Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan, Prof Masrukhi, dan diikuti oleh semua mahasiswa baru FMIPA.

“Cita-cita itu ibarat kita yang sedang berlayar, pasti ada tujuannya,” kata Fuadi yang pernah bermimpi mengelilingi 30 negara dan berhasil meraihnya.

Menurut Fuadi, mimpi merupakan suatu semangat hidup yang harus diimbangi usaha dalam pencapainya. “Belalah mimpimu habis-habisan karena tak ada badai yang tak berlalu, maka bersabarlah,” katanya.

Sosok yang sering mengungkapkan Man Jadda Wajada itu sebagai mantranya juga mengungkapkan bahwa menulis adalah caranya untuk memperpanjang hidup. Dia menghimbau kepada semua peserta untuk menulis dimulai dari hari ini, apapun tulisannya.

“Kekuatan kata-kata lebih dari satu biji peluru yang hanya mampu menembus satu kepala, kata dapat mempengaruhi jutaan jiwa,” tandasnya.

Acara semakin meriah saat Fuadi memutar beberapa video yang menceritakan perjalanan hidupnya. Decak kagum peserta sontak pecah saat menyaksikan pencapaian-pencapaian Fuadi yang pernah menjadi wartawan di majalah Tempo itu.

Acara diwarnai beberapa pertanyaan dari mahasiswa baru yang sangat tertarik dengan materi Fuadi. Lebih lanjut dia menyampaikan pesan untuk menjadi orang yang sukses itu, seseorang harus melebihkan usahanya di atas rata-rata usaha orang lain. Dan ketika kita tengah mencapai suatu kesuksesan ingatlah bahwa hakikat kesuksesan yang sebenarnya adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Paduan suara FMIPA, Binavokalia turut mengisi pembukaan September MIPA yang masih akan berlanjut 20 September mendatang dengan agenda pameran karya dari seluruh program studi dan Lembaga Kemahasiswaan di FMIPA.
Baca Selengkapnya~~ >>

BERANILAH

ceremende.blogspot.com/2012/10/be-brave-beranilah.htm

Jangan menunggu senyuman,
baru mau berbuat baik.
Jangan menunggu dicintai,
baru mau mencintai.
Jangan menunggu kesepian melanda,
baru menghargai persahabatan.
Jangan menunggu pekerjaan terbaik,
baru mau bersungguh-sungguh bekerja.
Jangan menunggu mendapatkan banyak,
baru mau berbagi.
Jangan menunggu kegagalan tiba,
baru ingat dengan nasehat-nasehat.
Jangan menunggu kesulitan muncul,
baru mau percaya dengan doa.
Jangan menunggu adanya waktu,
baru mau peduli.
Jangan menunggu orang lain terluka,
baru mau minta maaf.

Jangan menunggu...
Karena Anda tak tahu berapa lama masih punya waktu.
Jangan menunggu.... Beranilah !!
Berani lakukan sesuatu yang baik saat ini juga !
Baca Selengkapnya~~ >>

BERANILAH UNTUK BERMIMPI

nurhamynta.blogspot.com/2012/10/beranilah-untuk-bermimpi.html


Setiap manusia pasti pernah merasakan apa itu kegagalan,, tentu kita akan sangat kecewa saat merasakan kegagalan tersebut,hati kecil kita berkata " oh God,apa yang salah denganku ?
ketika kita mengabaikan sang pencipta kita maka kita pun sejenak untuk berhenti bermimpi tentang"THE BIGGEST OUR DREAM" , tapi sesugguhnya disitulah kita seharusnya bangkit kembali membangun puing-puing mimpi kita kembali untuk menjadikannya sebuah mimpi yang besar kembali,seperti awalnya dan mewujudkannya pula karena :

Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.

Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan. Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.

Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.

Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!

Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.

Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita. Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita

Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini. Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.

Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.

Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.

Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.

Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.

Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita.

Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi.

Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan tanpa keberanian. sukses sejalan dengan keberanian.

Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang.

Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.
Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.

Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.
Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.
Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.
Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.
Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.
Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.
Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya. Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala gerak dan tindakan di masa datang.

Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya. Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.
Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.
Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula. Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke

arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.
Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.
Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Ingat , apa mimpi terbesar anda yang sesungguhnya,dan apaka anda hanya bermimpi saja,
C'MON , make it Happen not just Dream :)
Baca Selengkapnya~~ >>

BERANILAH

www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/.../Beranilah-.html

Bang, Jangan Takut Bang !
Bang, Jangan Takut Bang !
Mencari Raja Yang Jujur
Mencari Raja Yang Jujur


Ketika hari baru dimulai, beranilah tersenyum penuh syukur.

Ketika ada kegelapan, beranilah menjadi yang pertama untuk menyinari.

Ketika ada ketidakadilan, beranilah untuk menjadi yang pertama untuk mengutukinya.

Ketika sesuatu tampaknya sulit, beranilah untuk terus melangkah.


Ketika hidup tampaknya untuk mengalahkan Anda ke bawah, beranilah melawan.

Ketika sepertinya tidak ada sama sekali harapan, beranilah untuk menemukan beberapa harapan.

Jika Anda merasa lelah, beranilah untuk terus berjalan.

Ketika masa-masa sulit, beranilah untuk berusaha lebih keras.


Ketika cinta menyakiti Anda, beranilah untuk mencintai lagi.

Ketika ada seseorang disakiti, beranilah untuk membantu mereka sembuh.

Ketika yang lain hilang, beranilah untuk membantu mereka menemukan jalan.

Ketika seseorang teman jatuh, beranilah menjadi yang pertama memperpanjang tangan.


Ketika Anda berpapasan dengan yang lain, beranilah membuat mereka tersenyum.

Ketika Anda merasa besar, beranilah membantu orang lain merasa besar juga.

Ketika hari telah berakhir, beranilah merasa seperti Anda telah melakukan yang terbaik.

Beranilah menjadi yang terbaik yang Anda bisa –

Pada setiap saat, Beranilah!
Sumber : inspirationalarchieve/bm
Baca Selengkapnya~~ >>

MENCOBALAH

aprillianpravitasari.blog.com/2011/01/11/mencobalah

Oleh Aprillian Pravita Sari yang terinspirasi kisah masa lalu yang terungkap ketika aku membaca facebook.

Mencobalah

Aku harus selalu mencoba,

selalu harus mencoba,

menerima semua yang Allah berikan padaku,

aku harus belajar bagaimana menjadi baik dan terbaik,

aku harus bisa karena orang lain bisa,

aku harus yakin pada keyakinanku,

aku harus kuat buat orang-orang yang selalu menyayangiku,

masa lalu biarlah berlalu,

bila diingat itu akan menjadi duri yang menusuk-nusuk sangat menyakitkan,

itu masa lalu,

hidupmu saat ini,

kamu tau apa yang harus kamu lakukan,

kamu harus percaya bahwa semua tidak ada apa-apanya,

semua berarti dan membuahkan kedewasaan yang baru,

jika ingin menangis teteskan air mata itu,

kepada Allah pemilik semua kehidupan,

aku bisa karena Allah sangat menyayangiku,

papaku, bundaku juga sangat sayang aku,

apalagi mbah putri dan mbah kakung,

aku tak boleh cengeng,

ada adek-adekku yang masih kecil butuh sosok aku buat dicontoh,

apalagi om dan bulik, pak puh dan bu puh yang selalu bela aku,

ada kuku yang sangat mengaharapkanku,

banyak juga yang menginginkan ku dihati mereka,

itu tandanya aku sangat berarti buat mereka,

lantas, kenapa aku harus memikirkan hal yang tak berarti buat masa depan,

kalau yang indah dan membuat indah lebih indah difikirkan,

sifat yang kurang itu perlu diperbaiki,

pola hidup yang kurang pas juga harus dibenahi,

kisah asmara itu,

ketika aku menuliskan kisah asmara pada catatan cintaku,

selain itu adalah bumbu-bumbu yang artinya adalah sebagai reinforcement,

hanya reinforcement. Hanya reinforcement. Cukup !!!
Baca Selengkapnya~~ >>

MENCOBALAH

kopmauinbandung.blogspot.com/2012/06/mencobalah.html

Terik matahari di sepanjang jalan kampus menambah panasnya hatiku yang sedang terserang penyakit kesal stadium 12.Terngiang-ngiang di telingaku kejadian barusan yang menimpaku.” Yessi kamu tau sudah berapa kali telat masuk kelas saya 3kali berturut-turut,,,kamu ini mahasiswi yang paling banyak bolos di kelas saya.kalo ga niat kuliah udah jangan kuliah.” Semakin aku memikirkan kata-kata itu semakin aku down. Ku keluarkan ponselku,dan segera menelpon pacarku.” Hallo, beb, kamu dimana? Bete nich,,” aku lagi kerja bebi ntar ya di sms lagi kalo udah kelar,”dengan sekejap pacarku menutup telponnya.

Tambah kesel aku matiin langsung hpku dan bergegas pulang.sesampainya di rumah aku lari ke kamar, mencoba melupakan kejadian yang menyebalkan hari ini. “ Yessi, sini bantu mama bikin kue, kamu jangan malas-malasan.” mendengar kata malas aku tambah kesal, maksud mama apa bilang gitu ke aku, mama ga atau sich hari ini aku lagi ilfeel sama yang namanya males. Cepat-cepat aku berlari menghampiri mama.” Mama jangan bilang aku malas-malasan,siapa juga yang males-malesan, aku tuh bete mah,.

“ bete kenapaa kamu Yes,?

“Dimarahin dosen, ga dikasi masuk kelas, itu semua gara-gara bangun kesiangan dan dosennya bilang aku males, padahal kan semalam aku nungguin nenek di Rumah sakit, jadi ga sempet tidur, udah gitu pengen curhat ke Putra dia sibuk kerja ga mau dengerin curahan hati aku,,bete banget sich...”

“Emang dosen kamu ga minta alasan ke kamu?”

"ga, soalnya udah telat 3kali mah aku."

"Hmmmm, pantesan..ya udah kamu minta maaf sama dosennya,jangan ulangi lagi perbuatan kaya tadi itu.
Tiba-tiba si bibi datang menghampiri kami yang ada di dapur. Mbak yes, liat hape baru saya, keren kan? Katanya ini bisa di pake facebookan,itu loh yang bisa ngbrol di dunia maya, bisa banyak kenalan katanya? Giman sech caranya? Iya, bisa temenan sama siapa aja, bisa chatingan juga bi.” Sesaat setelah aku ngomong seperti itu sama bibi, aku mulai berpikir kenapa aku ga bikin status aja di fb, setidaknya Aku bisa kehibur lah.

“Ayo Bi kita facebokan bareng-bareng, yessi ajarin dech..” Aku mengajak Bibi untuk masuk ke kamarku untuk fban bareng-bareng.

"Kalian mu kemana, tega banget ga bantuin mama, liat aja nanti mama mau update status di facebook kesel ditinggalin orang rumah fban gitu.hahaha" Aku mulai membuka laptop kesayanganku,membuat akun baru dulu buat si Bibi dan aku pun mulai membuka facebookku sendiri.Terlihat langsung ada satu pemberitahuan.Yudha Permana. “Siapa dia ya????? Aku tidak pikir panjang langsung aku add yang namanya yudha permana itu.

Tidak lama kemudian aku langsung update status “ BETE” baru 2 menit aku pasang status begitu langsung Yudha Permana mengomentari status aku..” bete knapa?” mataku terbelalak seketika melihat ternyata ada yang care juga ya ke aku, meskipun aku ga tau dia siapa aku jelaskan kejadian di kampus tadi padanya, dan dia merespon aku dengan amat baik.

Setelah coment-comentan di status aku, dia ngajakin ngbrol lebih deket di obrolannya..aku turutin apa yang dia mau. Ternyata emang anaknya nyenengin banget, saking asyiknya chating sama yang namanya Yudha permana itu ga kerasa sudah maghrib, aku mengakhiri chatingku sama dia aku bergegas keluar kamar,
“Eh lupa si bibi mana ya? “ Ternyata si bibi ketiduran dikasur aku..

“Bibi, bangun bi,,bangun.”

“Eh mbak yessi udah maen fb nya sekarang giliran aku ya, pengen nyoba.soalnya daritadi mbak terus saya ga dikasi giliran”

“Bukan waktunya fban bi, sekarang waktunya shalat magrib.”

“Loh kok, mbak sich daritadi katanya mu ngajarin bibi fban, ini malah asyik sendiri”

Aku merasa malu sama Bibi karena niat ngajarin ini malah asyik sendiri, tapi untungnya Bibi ga banyak bicara. Setelah selesai shalat aku melihat hape ku masih diam membisu tida ada suara.

“Kemana sich Putra? Aku kaya yang ga punya pacar aja, gini nih kalo punya pacar sibuk kerja kayanya fb juga dia mah ga suka di update..kesel banget sech.”

Untungnya aku punya temen baru di fb,dia kayanya baik. ”yaah lupa kenapa tadi ga minta nomernya ya?”sesalku dalam hati.

Sambil tiduran dikasurku yang super empuk, aku kembali berbaur dengan dunia maya, Ah ternyata dia udah off, aku kirim pesan aja lewat inboknya minta no hapenya dan Setelah aku selesai mengirim pesan ke Yudha, tiba-tiba hapeku berbunyi..ternyata Putra telpon “Haloo permaisuriku, lagi apa?gimana tadi?aku baru keluar kantor nich”

“Ah, kamu kemana aja sech lama banget, biasanya keluar kantor itu kan jam 4.”

“Iya tadi ngerjain tugas kampus aku dulu di kantor, kenapa tadi di kampus?”

“Ga ada apa-apa ko.”

“Katanya bete?”

Aku bingung apa aku harus cerita tentang teman curhatku di fb itu ke putra, ah hati kecilku ga mendukung aku buat ngomong ke dia takutnya dia marah besar.yang penting sekarang aku ga bete lagi.
“Ga ko honey sekarang udah ga lagi..”

Setelah beberapa jam ngbrol dengan dia meski lewat telpon aku, aku lanjutkan dengan sholat kemudian tidur lebih awal, soalnya besok ada kuliah pagi, dan kebetulan ga ada tugas. Suasana subuh yang membuat spiritku mengebu-gebu untuk menjalani hari ini, Aku dengan cepat bersiap-siap pergi ke kampus, rupanya Yudha permana telah menambah spirit aku, tapi jangan sampai aku jatuh cinta sama diaaku kan udah punya pacar lagian ga mau ah ga tau orangnya juga.gurauku dalam hati Kuliahku berjalan lancar hari ini, aku tidak mampir kemana-mana dulu, langsung pulang ke rumah, tiba dirumah mama ngomong katanya tadi putra kesini untuk jemput aku, tapi akunya udah berangkat duluan, “Oh my god aku lupa mah.” Aku segera cari hape k dan menelpon putra. “Sayang maaf tadi aku berangkat pagi banget.”

“Kenapa ga bilang dulu, katanya suruh dijemput, kamu tau gara-gara ga ada kabar dari kamu, aku nunggu kamu 1 jam, sampai telat masuk kerja.”

“Iya maaf, ko kamu jadi sewot gitu?”

“Iya aku maafin, udah ya aku kerja dulu”

Putra langsung mematikan telponnya. Sepertinya dia marah padaku, memang aku yang salah juga sich, tapi ko dia malh sewot gitu ya ngebetein banget sich.Aku mulai membuka laptopku dan membuat status terbaru.
“ pacarku marah-marah”

Ga ada yang mengomentari status aku, kutunggu samapi akhirnya aku merasa bosan dengan fbku, dan sepertinya tugaslah yang harus ku kerjakan.Ga kerasa udah magrib lagi.aku kembali ke fb ku dan ternyata Yudha mengomentari statusku membalas pesanku dan dia juga sedang ol sekarang

Nah ini dia yang ku tunggu-tunggu, akhirnya datang juga.Ga segan-segan lagi aku curhat tentang putra ke yudha, dan dia memberikan saran yang bagus buatku,dia menyurhku minta maaf sama putra dengan menemuinya. Setelah bercurhat-curhat ria,di obrolan sampai aku lupa membuka inboxnya.

Hari minggu yang cerah itu aku pergi ke tempatnya Putra dan memninta maaf padanya, tanpa pikir panajng putra memaafkan aku dan langsung mengajak jalan. Senengnya jalan bareng putra,makan, maen game,shalat bareng ah terima kasih atas saran Yudha.

Setelah sampai dirumah aku berpikir apakah aku harus cerita tentang Yudha ke putra,tapi takutnya dia marah lagi sama aku, baru juga baikan udah marah lagi.

“Aku pulang dulu ya, Yes”

“Ko buru-buru sech, diem dulu ke disini.”

“Ya udah kalo kamu mau aku tetep di sini, kita ngapain sekarang, online yuk?”

“Apa?

“Online”

Jantungku tiba-tiba berdetak kencang rasanya urat nadiku sejenak berhenti berdetak, kenapa Putra tiba-tiba mau online biasanya dia ga pernah ngomongin online, facebook, twitter dan sebagainya,ada apa ini..

“Hayuu.” kataku ragu

Kita bedua mulai mebuka fb masing-masing, Putra melihat dindingku.

“Ko inboxnya ga pada dibuka?

“Tuh ada pesan?”

Aku lansung buka inbox ku, ada pesan dari Yudha dia mengirim no hape nya. Hatiku berdebar-debar kenapa putra melihat terus ke dinding aku padahal,aku yakin pesan ni dari yudha dan pasti dia memberikan nomernya,ah berakhirlah sudah ini.
Muncullah pesan dari Yudha , tiba-tiba mataku terbelalak.ini kan...no hape ..aku melihat ke putra dan dia hanya tersenyum sipu.

“Aku bingung, maksudnya apa ini?”

“Itu ada pesan dari aku.”

Aku kaget dan ketawa bersamaan dengannya. Ternyata yang selama ini menjadi teman curhatku di facebook, yang selama ini selalu memberiku saran lewat dunia maya,adalah pacarku sendiri dia bikin akun baru dan berusaha ngerjain aku. Untung aku ga nyampe suka sama kamu yudha gadungan, kalo ga kayanya kamu punya presepsi lain tentang aku, mutusina ku mungkin.

Udahlah sayang aku tau ko,kamu setia sama aku, dan aku tau apa mau kamu,dan sekarang aku tau juga kamu suka kesel sama aku kalo aku nyuekin kamu, atau berkata sedikit sama kamu.
Pipiku memerah, malu setengah mati, tapi aku seneng ternyata pacarku temen curhatku juga. Makasih ya pacarku kamu telah menjadi teman curhatku, kamu memang multi fungsi.hahahaha.sambil ku pukul-pukul manja pacarku,dia membalasnya dengan tawaan.

ini kata2 motivasi nya
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Baca Selengkapnya~~ >>

APAPUN HASILNYA, MENCOBALAH

salamsuper.com › Super Soul

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk menampung para narapidana selama ratusan tahun.

try-thebest

Setelah para napi dipindahkan ke tempat tinggal mereka yang baru, mereka menjadi bagian dari pasukan pekerja untuk mencopoti kayu, alat-alat listrik, dan pipa yang masih dapat digunakan dari penjara lama. Di bawah pengawasan para penjaga, napi-napi itu mulai melucuti dinding-dinding penjara lama.

Saat mereka melakukannya, mereka terperanjat oleh apa yang mereka temukan. Walaupun gembok-gembok besar mengunci pintu-pintu logam, dan batangan-batangan baja dua inci menutupi jendela sel-sel, dinding- dinding penjara itu sebenarnya terbuat dari kertas dan tanah liat, dicat sedemikian rupa sehingga menyerupai besi!

Jika ada dari para narapidana yang memukul atau menendang dinding itu dengan keras, mereka dengan mudah dapat membuat lubang di situ, dan melarikan diri.

Selama bertahun-tahun, bagaimanapun juga, mereka tinggal berjubel dalam sel-sel terkunci mereka, menganggap bahwa melarikan diri adalah sesuatu yang mustahil.

Tak seorang pun pernah MENCOBA melarikan diri, karena mereka BERPIKIR
itu mustahil.

Saat ini, banyak orang merupakan tawanan rasa takut. Mereka tak pernah berusaha mengejar impian-impian mereka karena berpikir bahwa itu merupakan sesuatu yang mustahil. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tak dapat berhasil bila Anda tidak mencoba?. Maka, mencobalah.
Baca Selengkapnya~~ >>

TAK SEKEDAR EXPERT, MAKA KREATIFLAH

anjar-kluwut.blogspot.com/.../tak-sekedar-expert-maka-kreatiflah.ht..

Hiruk pikuk para pelamar kerja yang terjadi di negara ini seolah telah menjadi tontonan masyarakat yang sangat umum, lebih dari 1000 mahasiswa tiap tahunnya diluluskan dari gelar kesarjanaannya atau diplomanya. Memang lowongan pekerjaan terdapat hampir disetiap perusahaan, bursa kerjapun dengan gencar diadakan, ada yang dengan sistem kontrak, outsourcing maupun langsung menjadi pegawai tetap. Namun jika membandingkan antara jumlah lowongan dan jumlah pelamarnya bisa dikatakan 1 banding 10 atau bahkan lebih, maka tidak sedikit pula dari mereka yang tidak segan-segan menggunakan jalan TOL guna menggilas para pesaing mereka demi mendapatkan pekerjaan yang menurut mereka menjanjikan.


Opini masyarakat pada umumnya mengatakan bahwa sudah seharusnya mereka yang telah menempuh studi ke perguruan tinggi untuk dapat bekerja dikantoran dengan ruangan ber AC dan berpenampilan rapi dan bersih. Opini tersebut jelas sangatlah keliru, mereka harus memahami esensi dari studi ke perguruan tinggi, yang sebenarnya adalah untuk menambah ilmu pemahaman dan pengalaman, memperbanyak relasi, memperkuat moralitas dan etika, serta mempertajam analisa untuk dapat mengambil suatu keputusan yang lebih baik.


Sangat disayangkan sekali memang jika kaum intelek yang telah selesai menempuh studinya dengan mudah terbius oleh opini yang sangat keliru. Jika telah dapat memaknai esensi kuliah yang sangat substansial tersebut tentu menuntut ilmu tidak akan terlalu dikait-kaitkan dengan pekerjaan, bisa saja seorang mahasiswa lulusan teknik mesin memiliki pekerjaan sebagai kontraktor, mahasiswa lulusan teknik otomotif memiliki cv untuk pembuatan sistem komputer, mahasiswa lulusan komputer memiliki usaha di bidang agribisnis dan lain sebagainya.


Kreativitas adalah kunci yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap orang terutama mereka yang mengaku kaum intelektual, di perusahaan, instansi pemerintahan (mungkin) maupun dunia bisnis membutuhkan orang yang memiliki kreativitas yang tinggi. Menjadi seorang expert sekarang bukanlah sesuatu hal yang istimewa dan bisa dianggap biasa saja, namun yang sekarang dibutuhkan adalah menjadi seorang versatile.


Dengan kreativitas area dalam berkiprah bisa dikatakan nyaris tak terbatas. Dimana saja, kapan saja seseorang bisa mencipta peluang dan berkiprah. Tidak perlu menunggu lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan jurusan sewaktu kuliah atau sekolah. Kalaupun telah bosan dengan lamaran untuk mencari pekerjaan yang berulang kali dikirimkan namun tak kunjung di tanggapi kenapa tidak mencoba untuk membuka lowongan pekerjaan saja?? Itulah kreativitas.


Memang Rasulullah mengingatkan pada kita untuk memberikan urusan pada ahlinya, karena jika tidak maka kehancuran telah menunggu, namun sebenarnya yang diinginkan Nabi justru agar kita sebagai umatnya harus memiliki kreativitas yang tinggi hingga menjadi seorang yang versatile. Nabi juga ingin menunjukkan kepada kita bahwa sebenarnya kita memiliki potensi yang luar biasa diluar jurusan yang selama ini ditekuni pada jenjang pendidikan. Jadi, yang terpenting sekarang adalah lakukan aktivitas yang positif untuk melahirkan suatu kreativitas agar dapat bermanfaat untuk kemaslahatan bersama.
Baca Selengkapnya~~ >>

KREATIFLAH

ngerumpi.com/blog/2012/07/kreatiflah.htm

Anda pernah dengar yang namanya pamali ? bukan Pak Malih pelawak betawi itu.......yang saya maksud adalah larangan mbah-mbah kita pada hal-hal tertentu. Saya ga bahas pamali sih, cuma mau bahas tentang bagaimana kreatifnya mbah-mbah kita dulu. Dalam menyampaikan hal-hal yang kurang sesuai dilakukan dengan bijaksana. Disesuaikan dengan pola pikir waktu itu. Dan itu biasanya dilabeli pamali, memaksa kita untuk memahami dan memikirkan lagi kenapa mesti tidak boleh dilakukan.

Bicara tentang kreatifitas, setiap orang mempunyai kemampuan itu. Hanya porsinya berbeda tiap orang. Beberapa pemikir menghasilkan karya-karya besar justru waktu dipenjara. Itu bukti kreatifitas seseorang tidak pernah terhalang oleh apa pun.

Sekali waktu, saat berinteraksi dengan nelayan di daerah Sumatera dan Kalimantan. Mereka kesulitan mendapatkan BBM untuk perahu motornya. Entah bagaimana caranya mereka mengganti BBM dengan gas 3 kilogram. Memodifikasinya sendiri, padahal mereka bukan lulusan STM atau pun sarjana teknik mesin. Toh mereka bisa, justru kondisi kesulitan memaksa kita berpikir secara kreatif. Menemukan solusi dengan cara mereka sendiri, dan ...berhasil.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami banyak kesulitan. Kondisi-kondisi yang menghalangi kita. Saat itu coba berpikir dari sisi yang berbeda. Pasti kita akan menemukan jalan keluarnya.

Sebagai mana pesan seorang sahabat saya,” Saat semua pintu tertutup, masih ada jendela. Dan kalau perlu.......kita bisa bobol temboknya.”

Nah...........tahukah sekarang siapa sahabat saya? Jadi berpikirlah kreatif, pasti ada jalan.
Baca Selengkapnya~~ >>

Blogger INDONESIA kreatiflah !

yukidaniswara.blogspot.com/2012/.../blogger-indonesia-kreatiflah.ht...

Sebenarnya jika murni seorang blogger atau pure blogger mereka kreatif. Menyajikan berbagai macam informasi yang baru dan unik dari yang lain. Tapi saat ini uang mengalahkan segalanya, menulis blog bukan lagi sekedar hobi melainkan pekerjaan dengan hasil menggiurkan.

Duplikat konten memang menjadi momok tersendiri bagi blogger pure. Blogger - blogger yang hanya mementingkan uang inilah perusak generasi blogger selanjutnya dengan mengcopy paste seluruh konten dari blog lain untuk ditaruh di blognya. Sehingga merugikan blogger lain yang sudah susah payah membuat konten bermutu.
Sebenarnya bila sedikit berfikir blogger bisa kok membuat artikel bermutu. Syukurlah bila artikel yang dibuatnya mendapat banyak perhatian positif dari netter. Dan itulah tujuan kita ngeblog memberikan dampak positif bagi yang membacanya.

Tapi kini Google dengan sistematikanya berangsung menggeser blogger dengan konten duplikat. Tapi pemilih kata kunci "keyword" tetap sama antara satu blogger dengan blogger yang lain. Ironisnya, isi dari konten tersebut intinya sama antara satu dengan yang lain. Mereka hanya menulis ulang dan mengubah susunan kata dari blog lain yang mereka contek.

Hasilnya, di halaman pertama google kita tidak akan bisa menemukan inti masalah atau pemecahan masalah yang berbeda dari setiap paparan yang disampaikan oleh blogger tersebut. La wong isinya aja pada rewrite semua. Blogger Indonesia be creative guys !
Posted by Yuki Daniswara at 9:38 PM
Baca Selengkapnya~~ >>

KREATIFLAH ATAU TERTINGGAL

www.jamilazzaini.com/kreatiflah-atau-tertinggal/

Saat saya SD dulu, bila guru berkata, “Anak-anak silakan gambar pemandangan yang paling indah.” Saya dan sebagian Anda bisa menebak apa yang akan digambar oleh para siswa. Pasti ada gunung, sawah, matahari terbit, jalan dan awan. Pendidikan kita tidak menghasilkan anak-anak yang kreatif saat itu.

Namun sekarang dunia pendidikan sudah berubah. Selain banyak pelatihan gratis buat guru, muncul juga komunitas-komunitas yang peduli pendidikan. Berbagai model sekolah pun bermunculan. Dua anak saya yang kini bermukim di Jerman yaitu Nadhira (20 tahun) dan Asa (18 tahun) adalah lulusan sekolah alam, yang belum ada saat saya kecil dulu. Sekolah tersebut melatih dan mengembangkan kreativitas tak berbatas pada anak-anak. Tidak heran kalau dua anak saya tadi lebih kreatif dibandingkan saya saat kecil dulu.

Kreativitas juga tumbuh subur di dunia bisnis. Dulu orang jualan pecel lele pakai tenda di pinggir jalan. Tapi sahabat saya Rangga Umara mengubahnya menjadi lebih bergengsi, Pecel Lele Lela. Bahkan pecel lele bisa masuk istana negara dengan sentuhan penulis buku Dream Book ini. Dulu tidak ada profesi Optimizer, sahabat saya Ali Akbar mempopulerkan istilah itu dan telah melahirkan banyak orang sukses dengan profesi baru itu.

Teruslah berkreasi karena tuntutan jaman semakin berubah dan tinggi. Ingat pesan Albert Einstein, “Hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda tetapi menggunakan cara-cara yang sama.” Cobalah cara baru, cobalah strategi baru dan jangan lupa juga cobalah hal-hal baru. Dengan cara ini hidup kita semakin bermutu.

Nah, kreativitas juga muncul dalam wawancara perusahaan saat merekrut tenaga kerja baru. Alkisah, seorang pimpinan HRD di sebuah perusahaan mewawancarai tiga kandidat karyawan baru. Mereka akan ditempatkan di bagian yang memerlukan kreativitas dan kecerdasan tinggi.

Pertanyaan pertama dimulai, “Apa yang bergerak cepat dan sebutkan alasannya?” Kandidat pertama menjawab, “Pikiran pak, karena tanpa kita duga tiba-tiba pikiran sudah muncul.”

Pimpinan HRD itu berkata, “Bagus dan cerdas Anda. Selanjutnya kandidat kedua, apa jawabanmu?” Kandidat kedua pun menjawab, “Saklar lampu, pak. Kita pencet saklar lampu di dalam rumah tetapi lampu di luar rumah menyala.”

Pimpinan SDM itu berkata, “Luar biasa Anda. Sekarang kandidat yang ketiga, apa jawabanmu?” Maka dengan tegas kandidat ketiga itu menjawab, “Menurut saya yang paling cepat itu mencret-mencret, pak”

Mendengar jawaban itu terkejutlah pimpinan SDM itu maka langsung ia bertanya, “Mengapa begitu, sebutkan alasannya?” Kandidat ketiga menjawab, “Karena belum sempat kita berpikir dan menekan saklar lampu, mencret sudah keluar, pak.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini
Baca Selengkapnya~~ >>

Sabtu, 13 Oktober 2012

GURU HARUS MAU MENULIS DAN MEMBACA


Oleh: Jajang Suhendi
(Cikedal-Pandeglang-asal Sumedang)


Saya merasa yakin setiap guru bias menulis. Tanpa kemampuan menulis mereka tidak mungkin bisa menyampaikan materi pelajaran dengan baik. Itulah suatu prinsip yang mesti kita akui kebem\narannya. Apalagi sekarang para guru berpendidikan minimal Diploma II. Bahkan sekarang guru sudah sebagian besar lulusan Sarjana Strata 1 (S.1). Jadi tidak mungkin guru tersebut tidak bisa menulis. Apabila kenyataan ada guru yang belum bisa menulis artikel atau makalah bukan berarti mereka tidak bisa menulis secara sederhana. Mereka belum menjadikan menulis dan membaca sebagai budayanya.


Namun menulis yang bagaimana yang harus dikatakan mampu oleh seorang guru? Semua guru bisa menulis. Namun yang menjadi pertanyaan adalah menulis yang bagaimana yang belum dikuasai guru? Yang saya maksud adalah menulis yang isinya bermanfaat untuk dibaca oleh kalangan guru atau orang yang punya niat untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan berpikir. Sebelum guru mampu menulis makalah dan buku yang panjang-panjang isinya. Para guru hendaknya banyak belajar dan berlatih menulis apa saja. Tanpa harus mematuhi peraturan menulis dulu. Biarkan kata-kata mengalir lewat komputer misalnya.


Menulis memang harus memiliki tekad yang bulat untuk memulainya. Namun kebanyakan dari guru sudah menyerah sebelum mencoba. Saya merasa sulit melahirkan tulisan jika dibandingkan dengan para penulis profesional. Yang menbuat saya mengalami kesulitan menulis adalah tidak menjadikannya kegiatan menulis sebagai kebiasaan sehari-hari. Jika dibiasakan menulis sejak saat ini ketika saya menyadarinya, maka kebiasaan tersebut akan melahirkan kemampuan. Bisa dibayangkan jika semua guru gemar menulis akan banyak melahirkan banyak penulis di Indonesia. Negara maju berawal dari warganya yang gemar membaca dan menulis. Jadikanlah membaca dan menulis sebagai tuntutan untuk mencapai kesuksesan di dunia pendidikan pada khususnya dan dunia pada umumnya.


Kenyataan guru belum banyak banyak yang bisa menulis yang isinya merefleksikan pandangan tentang sesuatu tema dalam bentuk tulisan. Jangankan kita orang awam, guru sebagai salah satu kaum intelektualpun belum banyak yang mampu menulis. Menulis bagi seorang guru tidak harus menjadi penulis professional, tapi minimalnya dapat menguasai cara menulis yang baik, karena budaya kita yang lebih senang melihat dan mendengar. Keterampilan menulis bagi seorang guru penting, karena ia akan terus mengaktifkan kreativitas berfikir, selain itu bisa membantu guru untuk lebih terbiasa memilih kata-kata yang mudah untuk orang lain pahami dan terkhusus buat siswanya.
Baca Selengkapnya~~ >>

GURU HARUS MENULIS


Oleh: Jajang Suhendi
(Cikedal-Pandeglang-asal Sumedang)


Semakin majunya dunia pendidikan menuntut kemampuan guru di segala bidang. Kemajuan bidang ilmu dan teknologi akan menjadi salah satu peluang guru untuk meningkatkan kemampuannya. Apabila tidak dilakukannya, maka akan timbul ketertinggalan oleh siswa atau mahasiswa yang rajin dan mampu menguasai bidang ilmu dan teknologi tersebut. Banyak tuntutan pengembangan kualitas guru secara nasional maupun tuntutan global. Guru dituntut untuk lebih fokus pada perkembangan yang semakin cepat ini. Tanpa perhatian pada perkembangan di era globalisasi ini, guru akan jauh ketinggalan oleh siswa yang berperan aktif.


Persiapan mengajar pada waktu malam yang dilakukan guru pada saat ini kurang berlaku. Seharusnya guru mempersiapkan diri sebelum mengajar dengan banyak belajar dan berlatih setiap saat. Apalagi persiapan penguasaan materi pembelajaran yang didapatkan dari banyak sumber. Bukan sumber buku paket yang terbatas itu. Tetapi persiapan materi yang dipelajari dari sumber internet misalnya. Sumber-sumber untuk materi pembelajaran selain diambil dari media cetak harus ditambah dengan sumber dari media elektronik.


Patokan guru mempersiapkan diri sebelum mengajar dengan mempelajari hanya satu atau dua buku paaket sudah tidak berlaku lagi. Semakin berkembangnya dunia internet, guru dituntut untuk menguasai keterampilan di bidang internet tersebut. Guru profeional tidak buta akan media internet. Sedangkan guru yang belum mampu menggunakan media internet harus menguasai dulu media tersebut. Bila tidak? Ya, sebagaimana saya katakan, mereka akan jauh tertinggal oleh siswa atau orang-orang yang pernah dididiknya. Itu merupakan tuntutan yang tidak bias dianggap sepele.


Sementara itu, terkait dengan Peraturan Menteri PAN & RB No. 16 Tahun 2009, tentang persyaratan kenaikan pangkat guru yang mengharuskan guru harus lebih banyak menulis, ia berpendapat, para pendidik sudah saatnya menuangkan hasil pikirannya melalui tulisan, baik dalam bentuk karya ilmiah maupun kajian-kajian populer. Guru harus menulis. Peraturan itu akan berlaku mulai tahun 2013 mendatang. Untuk kenaikan pangkat dari golongan IIIB ke IIIC, sudah harus melengkapi syarat dengan Karya Ilmiah. Ini tantanagan buat guru.


Sebagai bahan latihan guru menulis adalah komputer,laptop, notebook dan buku tulis. Apabila guru belum punya media elektronik, banyak cara sebenarnya tergantung semangat dan kesungguhan dari dalam dirinya. Warnet sangat penting kita datangi. Akrabi dia dengan pendekatan belajar dan berlatih. Saya tidak merasa malu untuk sering datang ke warnet sekedar untuk mencari tahu tentang ilmu pengetahuan dan keterampilan. Untuk mengindahkan peraturan tersebut, maka kita sebagai guru harus mengembangkan potensi yang didukung media internet. Media tersebut tidak hanya menyangkut ilmu pengetahuan dan teknologi secara nasional saja. Tetapi media tersebut membahas berbagaihal secara mendunia.

Baca Selengkapnya~~ >>

Sabtu, 06 Oktober 2012

AKU MENULIS KARENA AKU MENCINTAIMU

Sumber Materi: www.konsultasimenulisbuku.com › TIPS MENULIS BUKU https://ilovemygoogle.files.wordpress.com/2012/04/love.jpg?w=549 Ketika Anda memutuskan menjadi penulis, maka tidak dengan mudah Anda bisa mewujudkannya. Banyak tantangan yang Anda hadapi. Bisa bersumber dari diri Anda sendiri yang terus menerus merasa tidak puas dengan apa yang Anda tulis. Mungkin orang lain yang mengkritik karya Anda dan bisa saja mengatakan “Tulisanmu kok kurang menarik”. Atau juga dari pihak penerbit yang menolak naskah Anda dengan alasan “tidak sesuai dengan kriteria yang mereka cari”. Jika memutuskan menjadi penulis dengan tujuan sekedar coba-coba atau “iseng”, dijamin setelah menghadapi sejumlah kritikan dan penolakan, sangat mungkin terjadi, Anda lalu memutuskan berhenti dan menegaskan dalam hati bahwa Anda tidak berbakat menjadi penulis. Hanya orang-orang yang memiliki cita-cita dan motivasi besar yang sanggup menghadapi berbagai halangan menjadi penulis. Menulis Karena Cinta “Mengapa Anda memutuskan menjadi penulis” , sebuah pertanyaan yang diarahkan kepada seorang penulis. “ Karena saya ingin banyak orang mendapatkan manfaat dari pengetahuan yang saya tuliskan”, jawabnya singkat. Ada banyak penulis yang menetapkan motivasi demikian. Penulis senior menceritakan pada saya bahwa ia memiliki sebuah cita-cita besar. "Saya ingin menghasilkan ribuan karya agar jutaan orang bisa dicerdaskan melalui buku-bukunya", ungkapnya. Demikian halnya dengan seorang penulis buku manajemen dalam sebuah artikel menulis menyebutkan, bahwa ia tidak berhenti menghasilkan buku agar memiliki sesuatu yang dapat ditinggalkan bagi generasi mendatang. “Mungkin 100 tahun lagi mungkin saya sudah tidak ada di dunia ini, namun buku saya bisa saja masih tetap ada dan dibaca banyak orang”, tuturnya. Jadi banyak penulis yang membuat karya, semata-mata karena mereka mencintai Anda, sehingga ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi Anda. Uang, popularitas bagi mereka adalah dampak bukan tujuan. Oleh sebab itu, bagi Anda penulis pemula, motivasi demikian patut Anda tanamkan dalam diri Anda. “Menulis karena Mencinta”. Ketika Anda menulis karena Anda mengasihi calon pembaca karya Anda, maka Anda akan memiliki daya tahan menghadapi tantangan. Ibarat seorang Ibu yang siap menembus kobaran api ketika anaknya terperangkap di dalam bangunan yang terbakar. Jadi, jika Anda ingin menjadi penulis, mencintalah, lalu tetapkan motivasi besar Anda. Kalahkan segala penghalang baik dari dalam diri Anda, orang lain dengan keyakinan aku melakukan ini karena aku mengasihimu.
Baca Selengkapnya~~ >>