Waktu kecil aku termasuk salah seorang yang gagap dalam bicara dan tidak bisa menulis dengan baik. Sampai-sampai ibuku tidak percaya bahwa aku bisa bicara seperti anak-anak sebaya denganku. Di kelas satu SD aku termasuk anak yang tidak mampu menulis dibandingkan dengan teman-teman. Namun aku yakin seyakin-yakinnya bahwa latihan berbicara dan menulis bisa membuat aku sedikitnya berubah. Latihan dengan dukungan keyakinan bahwa Allah akan selalu menolong orang-orang yang selalu meminta pertolongan kepada-Nya.
Telah aku alami betapa Allah sangat mengabulkan permohonan makhluk-Nya. Aku tidak bisa mengaji Al-Quran, dengan keyakinan kuat bahwa Allah memberi pertolongan kepadaku tanpa ditunda-tunda. Aku banyak membaca doa dari buku kumpulan doa majmu syarif dengan penuh keyakinan bahwa aku akan bisa membaca Al-Quran dengan baik, apalagi aku banyak membaca Al-Quran sampai tamat beberapa kali dalam satu bulan.
Alhamdulillah ketika aku Bimbingan Muslim di Uninus Bandung dulu tahun 1997 aku lulus dalam membaca Al-Quran. Itulah sebabnya dengan keyakinan kuat segala sesuatu akan bisa terlaksana dengan baik. Jumlah dan keyakinan yangbesar dari doa dan permohonan kepada Allah akan membuat kita berubah dari tidak bisa berbicara menjadi bisa berbicara, dari tidak bisa menulis menjadi bisa menulis, dari tidak mampu menggunakan laptop menjadi mampu walaupun kita tidak mengikuti kursus.
Jalan ke arah perubahan bermacam-macam, ada yang melalui hp kamera atau ada yang berlatih di warnet, terpenting ada kemauan kuat berdoa dan berlatih seoptimal mungkin. Apapun alasannya, tidak bisa dipertanggung jawabkan kita untuk malas tidak mau berdoa, belajar, dan berlatih semaksimal mungkin. Kita pada awalnya tidak bisa berbicara dengan baik menjadi bisa dan dari tidak bisa menulis menjadi bisa menulis walaupun hanya sedikit perubahan harus kita syukuri karena akan berkembang terus sesuai dengan upaya yang kita lakukan.
Mulai sekarang juga kita agar banyak belajar dan berlatih menulis apa saja setiap hari dan kesempatan. Sebenarnya banyak cara berlatih menulis itu. Menurut pengalaman pribadi, kita melihat bunga di depan rumah diteliti bentuk daunnya, batangnya, warnanya, indah dan tidaknya dipandang mata kita merupakan objek penulisan. Dari objek yang sejenis seperti bunga yang kita lihat, dapat pula kita melihat objek yang sangat berbeda. Kita melihat di depan rumah ada seekor kucing sedang tidur di atas kesed, kita melihat batang cabe, sepeda motor, pagar bambu, orang lewat rumah kita, dan ada suara anak-anak tetangga sedang bermain. Semuanya dapat kita jadikan bahan penulisan yang sangat baik sebagai latihan menulis.
Apa yang kita lihat dan kita dengar sebagaimana kita katakan tadi dapat dijadikan karangan yang sangat baik. Dapat kita contohkan di sini: Kucing termasuk salah satu binatang pemakan daging seperti harimau. Kucing banyak disayangi manusia karena keindahan bentuk tubuhnya, warna bulunya, lucunya, tetapi terkadang ada kelakuan tidak baiknya yaitu suka mencuri ikan walaupun punya majikannya. Kucing tetangga memang ada perbedaan, dia mengerti apabila majikan pergi ke warung misalnya, dia ikut, disuruh duduk atau berdiri dia menurut seperti mengerti apa yang majikan katakan. Setelah pulang dari mengikuti majikannya, dia mampir di depan rumahku, kemudian tidur di atas kesed seperti yang nyenyak saja tidurnya. Kucing ada manfaatnya agar tikus-tikus pada ketakutan di rumah kita, seperti cabe bermanfaat buat sambal atau masakan agar enak. Benda-benda yang lain juga ada menfaatnya masing-masing, seperti sepeda motor untuk tranfortasi tempat yang jauh bisa dikejar dalam waktu singkat, segala pekerjaan lebih cepat kita selesaikan. Halaman supaya bisa ditanami tanaman apotek hidup, tanaman hias atau yang lainnya dengan aman dari gangguan ayam atau bebek. Kelihatan rapi walaupun sederhana kelihatannya sangat baik pagar itu ada setiap lingkungan rumah. Ada orang lewat mengatakan wah indah halaman rumah Bapak dipagar, banyak tanaman yang bermanfaat untuk kepentingan memasak, obat-obatan, dan sebagai hiasan. Sampai-sampai anak-anak bermain di halaman tersebut merasa nyaman.
Karangan seperti tadi belum disusun dengan baik, tetapi bisa dijadikan bahan karangan yang cukup panjang setelah ditambah tokoh-tokoh, karakter tokoh, alur, dialog, dan sebagainya. Menurut Pak Gol A Gong merupakan Kitab Sakti bisa ditunda apabila kita ada keperluan lain, saat lain kita teruskan lagi tanpa kita kehilangan jejak. Kita akan menulis kapan saja, di mana saja, atau kita bisa meneruskan menulis sesuai situasi dan kondisi kapan saja apabila kita telah memiliki sinopsis atau Kitab Sakti menurut Pak Gol A Gong yang memimpin Rumah Dunia itu.
Mari kita tingkatkan kemampuan berbicara secara lisan atau secara tertulis. Terutama kemapuan menulis sebagai upaya pengembangan diri dan berjuang lewat tulisan untuk memberi petunjuk, nasihat, solusi atas permasalahan yang ada, dan bisa juga sebagai pengobatan kepada orang-orang yang butuh pertolongan karena jiwanya sedang gundah atau sedih. Apabila kedua kemampuan itu terlalu luas dan kurang fokus, maka kita memilihnya salah satu saja. Terutama kemampuan menulis yang lebih produktif dibandingkan dengan kemampuan berbicara secara lisan. Selamat mencoba untuk menjadi penulis saja dahulu sebelum kita menjadi pembicara yang mampu menulis secara produktif.
Belajar merupakan suatu upaya untuk mengubah diri dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak mampu menjadi mampu, dan dari tidak dewasa menjadi dewasa. Ukuran tingkat kedewasaan tidak bisa diukur hanya dengan usia. Biar orang itu masih muda usianya, tetapi jalan pikirannya telah matang dapat dikatakan bahwa orang itu telah dewasa. Sebaliknya, orang yang usianya tua tetapi belum menunjukkan kedewasaan berarti orang tersebut belum dewasa secara mentalitas. Tingkat kedewasaan seseorang bisa dicapai melalui suatu proses, namanya proses belajar.
Belajar bisa kita peroleh melalui bangku sekolah atau bangku kuliah. Belajar di kedua tempat tersebut lebih formal yang ditandai dengan ijazah sebagai bukti bahwa kita telah menyelesaikan upaya belajar tersebut. Tujuan belajar di sekolah dan belajar di perkuliahan agar kita memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman yang memadai sehingga bisa hidup layak di keluarga dan di masyarakat yang lebih luas lagi. Belajar ada yang melalui suatu proses yang panjang dalam upaya mencapainya, tetapi ada pula yang sangat longgar karena berbagai alasan.
Walaupun saya telah lulus sekolah atau kuliah, tetap masih merasa kehausan akan ilmu yang belum bisa saya miliki pada saat belajar dan kuliah. Terkadang saya merasa malu dengan apa yang saya peroleh di bangku kuliah tidak sesuai dengan ijazah yang diraihnya. Merasa malu karena belum bisa menyesuaikan ijazah dengan kemampuan yang ada di dalam diri. Saya kuliah mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Uninus Bandung lulus pada tahun 1998, tetapi masih merasa kurang mampu dalam hal tulis-menulis. Padahal pekerjaan menulis itu merupakan keharusan bagi alumnus mahasiswa jurusan kebahasaan.
Saya harus menuntut diri agar mampu menulis fiksi maupun non fiksi dalam upaya pengembangan diri melalui kegiatan menulis ini. Saya merasa malu dengan keadaan diri yang belum bisa hidup selaras dengan apa yang seharusnya menjadi profesi. Mengingat usia sudah semakan bertambah tua, tetapi masih jauh dari kemampuan profesi saya sebagai guru yang bisa selaligus menjadi penulis. Menulis apa yang menjadi bahan pembahasan di bidang pendidikan.
Namun saya merasa bersyukur kepada Allah masih diberi kesempatan untuk banyak belajar dan berlatih menulis dari para penulis professional, baik yang masih muda, sedang atau yang sudah lanjut usia. Semuanya menjadi motivator saya untuk mulai saat ini pula menulis dengan semangat muda. Saya tidak malu karena usia telah tua, yang saya membuat malu adalah apabila saya tidak mau dan tidak mampu menulis padahal pekerjaan menulis itu jelas-jelas tugas profesi seorang guru.
Pak Hernowo sebagai guru yang terjun ke dunia tulis-menulis dalam usia empat puluh tahunan, dengan cepatnya beliau sukses dalam kepenulisan yang berkualitas. Banyak buku dan tulisannya yang telah beliau hasilkan setelah usia empat puluh tahunan. Melebihi para penulis yang telah lama menggelulti dunia kata. Puluhan buku yang telah beliau tulis, semuanya bisa mengikat makna apa yang telah beliau bacanya. Mulai saat itu pula saya mau menulis seperti beliau. Beliau sebagai motivator dalam bidang tulis-menulis bagi saya.
Mengapa tidak saya ikuti beliau dengan semangat menulis yang luar biasa hebatnya? Saya harus berani mencoba menulis sekarang juga, agar bisa mengikuti cara beliau menulis yang paling produktif. Banyak tulisan yang telah beliau hasilkan semuanya bagus-bagus. Saya mulai menyadari akan pentingnya menulis setelah saya membaca buku Mengikat Makna Update yang sengaja saya pesan dari salah seorang murid saya waktu di SD dan sekarang kuliah di Unpad. Dia menjadi penulis muda yang berprestasi selaligus menjadi pembicara yang fasih berbicara.
Fatih Beeman adalah nama pena dari nama Atih Ardiansyah. Dia termasuk salah seorang siswa berprestasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia sewaktu di SD. Dulu sebagai salah seorang murid yang saya bimbing dan saya arahkan menjadi orang yang berprestasi, tetapi sekarang di adalah guru menulis saya yang masih muda dan bisa membuat saya termotivasi untuk mencoba menulis yang siap untuk dikirim ke penerbit yang ada di Indonesia ini.
Doakan Bapak ya agar menjadi penulis seperti kamu walupun usia Bapak sudah setengah abad. Bapak tidak malu-malu untuk menjadi penulis dalam usia tua. Bapak malu apabila punya kemampuan tidak Bapak kembangkan. Bapak takut dikatakan orang sombong yang tidak mau belajar dan berlatih menulis. Padahal sekarang telah banyak sarana pendukung menulis. bapak belajar menulis dari kamu dan belajar menulis melalui kamu. Bapak mau menulis karena kamu yang menyemangati untuk berani mencoba mencintai kata-kata.
Ketika kamu dating di rumah Bapak sambil membawa laptop. Bapak memperhatikan kamu bagaimana cara menulis lewat laptop tersebut. Sengaja Bapak belajar bagaimana cara menulis di internet. Mulai saat itu Bapak sering dating ke Warnet. Menimba ilmu tentang bagaimana cara menulis. Alhamdulillah Bapak sedikitnya bisa memanfaatkan media tersebut dalam hubungannya dengan tulis-menulis. Seperti saat ini Bapak telah mencoba menulis dan mengirimkannya ke penerbit Suara Guru Banten.
Bapak tinggal menunggu apa hasilnya diterima atau tidak naskah artikel yang Bapak kirimkan itu. Terpenting Bapak sangat menyukai proses menggeluti dunia kata. Bapak mencoba untuk sering 26 kata. Bapak mencintai kata-kata semoga kata-kata itu sama-sama mencintai Bapak. Sebagaimana Pak Gol A Gong sebagai penulis professional yang telah menginspirasi dalam mencintai kata-kata. Beliau sungguh mulia diberi kekurangan tangan satu malah menjadi kekuatan yang melebihi orang normal yang berpendidikan tinggi.
Sungguh engkau orang yang patut menjadi teladan saya dalam bidang kepenulisan. Cerdas dalam mencintai, mengakrabi dan membuat kata-kata menjadi senjata ampuh dalam memerangi kebodohan lewat kegiatan menulis. engkau termasuk orang yang baik budi bahasa, sebelumnya saya tidak menyangka Bapak mau berbicara dengan saat saat ada pertemuan di Pendopo Kabupaten Pandeglang.
Terima kasih atas buku-buku yang telah Bapak hadiahkan untuk saya karena saya telah bisa menjawab apa yang Bapak lontarknan kepada saya waktu itu. Hal itu membuat diri saya termotivasi untuk menjadikan kegiatan menulis menjadi suatu keharusan yang dilandasi rasa ikhlas. Saya menjadikan buku Ledakkan Idemu Agar Kepalamu Nggak Meledak sebagai bahan pemicu saya untuk menulis saat ini pula, tidak saya menangguhkannya lebih lama.
Mas Gol A Gong, engkau telah menulis 70 buku yang dituangkan dengan proses kreatif dalam bercerita sampai-sampai saya hamyut dibuatnya. Buku-buku yang engkau tulis sungguh memandu saya dalam mengakrabi kata-kata menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan saya dan kehidupan orang-orang yang suka membaca dan menulis. Buku panduan akan saya baca untuk menjadikan menulis sebagai jalan hidup saya. Ada buku pedoman menulis berdasarkan praktek menulis yang lebih dominan
Sebagai umat Islam sudah merupakan keharusan untuk banyak belajar tentang isi kandungan ayat-ayat. Namun bagi orang yang tidak mengenal sekolah agama atau Madrasah agar tidak kalah semangat belajar untuk menggali makna di balik ayat-ayat tersebut dengan mempelajari terjemahan. Dengan upaya menafsirkan hal-hal secara sederhana saja. Kita mencoba mengumpulkan ayat-ayat yang mempunyai makna yang tema dan isinya sama. Kira-kira dua atau tiga saja sudah cukup menjadi bahan pembahasan yang baik bagi penulis pemula. Kita ambil buku terjemahan kemudian kita kumpulkan yang sama temanya.
Misalnya, saya ambil terjemahan dengan menentukan tema tentang Menyerahkan Diri Hanya Kepada Allah. Kita ambil Q.S.Ali Imron ayat 122,159, dan 160. Ketiga ayat tersebut menerangkan tentang masalah Maha Kuasanya Allah sehingga manusia sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Hanya kepada Allah-lah kita menyerahkan diri. Sebelum berlatih menulis dengan ayat-ayat Al Quran, kita tulis dulu arti dari setiap ayat tersebut yang sesuai dengan masalah penyerahan diri dari setiap umat Islam hanya kepada Allah dalam segala hal dan keadaan.
Terjemahan dari Q.S Ali Imron ayat 122, sebagai berikut: Ketika kedua golongan di antara kamu bercita-cita hendak mundur (lari) dan Allah wali (memeliharakan) keduanya, dan hanya kepada Allah hendaklah orang-orang beriman menyerahkan diri. Setelah itu kita cuplik lagi ayat yang lainnya dari Q.S. Ali Imron ayat 159 yang artinya: Maka dengan rahmat Allah, menjadi lunaklah hati engkau (ya Muhammad) terhadap mereka. Kalau sekiranya berbudi jahat, berhati kasar, niscaya bercerai berailah mereka menjauhi engkau, maka maafkanlah mereka dan minta ampunkanlah untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka tentang urusan itu. Apabila engkau telah bercita-cita (yang tetap), maka bertawakkallah kepada Allah.
Apabila kita masih kurang keterangan tentang terjemahan dari kedua ayat di atas bisa kita tambah lagi satu ayat , yaitu Q.S. Ali Imron ayat 160 yang berbunyi: Jika Allah menolongmu tiadalah orang yang dapat mengalahkanmu dan jika Allah mengalahkanmu siapa yang akan menolongmu kemudian-Nya? Dan hanya kepada Allah hendaklah bertawakkal orang-orang yang beriman.
Dari ketiga ayat tersebut di atas sama pada intinya kita sebagai umat Islam dalam menghadapi segala hal harus menyandarkan diri kepada Allah. Dalam setiap urusan hakikatnya kita pasrah hanya kepada Allah saja, walaupun secara lahiriahnya kita harus berusaha dengan bekerja atau melakukan aktivitas yang lebih produktif. Pada ayat pertama, mengisyaratkan bahwa apabila kita menghadapi teman yang takut akan sesuatu yang kita hadapi dan mau mundur seperti yang tidak mau meneruskan sesuai dengan keinginan kita, selama orang itu masih jelas beriman, maka kita harus memaafkan mereka sambil kita menyerahkan diri kepada Allah.
Kita berusaha terus sambil tidak melupakan niat awal untuk mengerjakan sesuatu dengan baik. Misalnya, sebagai guru yang ada di pedesaan yang jauh dari keramaian, melaksanakan tugas seiap hari efektif pada bulan Ramdhan, anak-anak tidak ada yang hadir. Kita sebagai Kepala Sekolah tidak perlu bertindak kasar karena perlakuan para siswa malas tidak mau sekolah. Mengubah tradisi memang sangat sulit, ada peribahasa dari pada mengubah adat istiadat lebih baik mengubah jagat. Setelah kita berupaya dengan cara yang lebih baik, kita tinggal bertawakkal kepada Allah semoga keadaan bisa berubah.
Kalau kita menghadapi masalah seperti itu, kita harus bersabar dan bertawakkal. Ujian dari Allah beraneka ragam, kita harus lebih waspada akan semua hal yang merupakan ketimpangan yang ada di sekitarnya. Mengenai makna dari ayat yang kedua, kita harus berperangai lemah lembut dan bersikap ramah penuh kebijaksanaan dalam menghadapi orang-orang seperti itu. Tanpa mengurangi kelemahlembutan kita dalam menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan hati. Hati kita tetap fokus kepada Allah, bertawakkal kepada Allah.
Sama halnya dengan ayat ketiga, intinya agar kita tetap berserah diri hanya kepada Allah dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun. Dengan bersandar diri kepada Allah melalui pedoman ayat-ayat Al- Quran yang siap juga terjemahannya untuk kita pelajari secara kalem, tenang, hati damai, tidak tergesa-gesa, niat ibadah hanya dengan mempelajari sedikit saja dari ayat-ayat Al-Quran atau mempelajari apa saja yang sangat penting untuk kita pelajari. Ayat-ayat Al-Quran, kata-kata hikmah, nasihat orang-orang besar, peribahasa, puisi atau apa saja yang baik menurut kita, sangat penting kita jadikan bahan latihan menulis bagi penulis pemula.
Sungguh sangat banyak cara supaya kita bisa menulis, banyak cara supaya kita curhat dengan diri sendiri, curhat kepada Allah bagaimana dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi, dan pokoknya semua yang ada di bumi ini sangat berlimpah dengan solusi. Kita ubah kebiasaan kurang efektif dengan kebiasaan yang efektif. Dari tidak bisa dan biasa menulis menjadi bisa dan biasa menulis dengan cara-cara seperti yang kita bicarakan di muka. Walaupun hanya sekilas ide-ide masuk di benak, setelah kita membiasakan diri menulis, rasanya semuanya bisa memberikan inspirasi kepenulisan.
Kita harus bisa membuktikan bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan yang bisa mengubah keadaan diri kita dari kurang menjadi lebih, dari bodoh menjadi pintar, dari tidak mampu menjadi mampu menulis, dan dari tidak biasa menulis menjadi biasa menulis. Sebelum kita bisa membuktikan bahwa menulis sebagai peluang di masa depan yang sangat menjanjikan dan membuat diri kita mapan dalam financial, sosial, dan spiritual, maka kita cukup hanya menyenangi proses menulis tersebut. Kita mengetahui sesuatu hal bahwa hal itu baik, maka lakukanlah dengan penuh kenikmatan. Mencintai proses akan membuat diri kita berhasil.
Oleh:Jajang Suhendi, S.Pd.
(Kepala SDN Padahayu 2 Cikedal-Pandeglang)
Kita hidup diciptakan Allah mempunyai dua pilihan yang harus dihadapi dengan penuh pertanggungjawaban. Sengaja manusia diberi karunia panca indera dan indera keenam yang sempurna. Kita diberi pikiran yang sempurna sementara makhluk lain tidak memilikinya. Selain pikiran ada lagi perasaan yang lebih tinggi tingkat kemanfaatannya dari binatang. Oleh karena itu manusia harus bisa menggunakan berbagai kelengkapan tersebut untuk memilih secara cepat dan tepat. Kehidupan di alam dunia ini ada siang dan ada malam, ada suka dan ada duka, ada baik dan ada buruk. Kedua keadaan atau hal tersebut harus menjadi pilihannya.
Tinggal kita bagaimana cara memilih dan menghadapinya saja. Terkadang keadaan yang buruk datang tidak diundang dan tidak kita harapkan. Kita hanya berharap pada hal yang baik-baik saja sementara hal yang tidak baik tidak diharapkannya. Sengaja kita diciptakan oleh Allah untuk siap menghadapi kedua keadaan atau kedua hal tersebut dengan bekal yang telah dipersiapkan sejak kita dilahirkan. Kita harus berani menghadapi berbagai kesulitan seandainya ada di hadapan kita yang datang secara tiba-tiba. Itulah suatu prinsip bahwa hidup itu harus diperjuangankan. Berjuang dalam melawan kebodohan, kemiskinan, dan kesenangan yang diisi tanpa menghiraukan aturan agama dan aturan lainnya.
Dengan tiba-tiba perasaan gelisah datang tanpa kita mengharapkannya. Mengapa perasaan gelisah mesti menghampiri kita padahal kita tidak mengharapkannya? Itulah sebabnya, kita diciptakan untuk menjalani kehidupan yang saling bergantian antara apa yang kita sukai dan apa yang kita tidak sukai. Tidak mungkin Allah menyediakan bumi dan langit beserta isinya untuk manusia mulus tanpa ujian dan cobaan. Dunia ini sengaja Allah ciptakan untuk kehidupan manusia sebagai tempat ujian. Manusia diuji dengan kesenangan dan kesengsaraan.
Dunia ini tempat ujian manusia, yaitu ujian kesenangan dan ujian kesengsaraan yang kita rasakan lebih sulit kita hadapi. Sebenarnya ujian kesengsaraan tersebut bukan hanya untuk diri kita sendiri saja, tetapi tujuannya untuk orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang-orang tersebut sabar atau tidak menghadapi keadaan kita yang sedang sengsara dan banyak utang. Orang-orang di sekitar kita menjauh padahal pada mulanya mereka dekat-dekat. Untuk melihat siapa teman sejati atau saudara sejati, maka dapat kita rasakan tatkala kita sedang dirundung malang, banyak utang, sakit-sakitan, dan segala hal yang sifatnya kita sedang lemah.
Ternyata dua keadaan kita, senang dan susahnya merupakan sarana ujian bagi diri kita sendiri dan ujian bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Lalu bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang menjauh ketika kita mengalami kondisi terpuruk? Apakah kita harus berubah sikap menjauhi mereka pula? Apakah kita semakin mempererat hubungan kepada orang-orang yang tetap bertahan dalam kesetiaan? Dalam hati sebisa mungkin kita harus ikhlas tanpa harus menuntut orang-orang untuk baik selamanya kepada kita. Kita diciptakan dan lahir di alam dunia untuk siap menghadapi berbagai keadaan.
Ketika berbicara suka dan senangnya kita hidup, maka kita harus menerimanya dengan penuh ketulusan. Dalam arti semua yang menimpa diri kita itu merupakan ujian dari Allah. Jangan marah dan benci kepada orang yang membenci kita. Allah menguji diri kita melalui orang lain. Jadi orang-orang yang membenci dan menjauhi diri kita merupakan sarana untuk menguji yang sengaja Allah tentukan agar kita mampu atau tidaknya dalam menghadapinya. Secara lahiriah kita bisa saja seperti orang yang tidak baik kepada mereka sekedar menjaga kewaspadaan saja.
Bisa saja dengan bersikap baik malah semakin membenci. Sebelum diri merasa kuat lebih baik kita memprioritaskan hubungan dengan orang-orang yang mampu mempertahankan hubungan dalam situasi dan kondisi apapun. Itulah teman, tetangga, saudara dan apa saja sebutannya harus lebih kita perlakukan sebaik mungkin. Karena orang-orang seperti itulah yang akan membuat hidup kita lebih efektif dalam upaya mendukung pencapaian tujuan kita. Untuk sementara waktu sebelum kita merasa mampu mengimbangi sikap orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka sikap kita lebih baik kita curahkan kepada orang-orang baik pula.
Kita perlakukan mereka dengan penuh perhatian lebih sebagaimana kita memperhatikan diri kita sendiri. Mengapa demikian? Alasannya, mereka telah lulus tetap menjaga hubungan baik ketika kita dalam situasi dan kondisi terpuruk sekalipun. Kedua belah pihak harus berada dalam perlakukan adil. Bila kita mampu membeli makanan seperti daging, maka orang-orang seperti itu harus bisa merasakannya sebagaimana kita merasakan pada saat itu. Kita membeli apa yang kita suka, maka sedikitnya kita memberinya dengan hati yang ikhlas. Oleh karena itu orang yang memperlakukan baik kepada kita harus kita perlakukan baik pula.
Bagaimana dengan orang-orang yang mendekat ketika kita sedang berada dalam kondisi senang bernasib mujur dan menjauh ketika kita sedang berada dalam keterpurukan? Apakah kita membenci dan menjauhinya pula? Orang-orang yang baik perlakukan kepada kita yang harus menjadi prioritas utama sebelum orang-orang yang menjauh ketika kita sengsara dan mendekat ketika senang. Selamanya kita lebih mementingkan orang-orang yang baik selama masih banyak dari pihak mereka yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Bagaimana dengan orang-orang buruk hati dan sikapnya yang berada di bawah garis kemiskinan harus kita jauhi? Kita mendapat ujian dalam setiap keadaan dan setiap orang yang kita hadapi. Oleh karena itu dalam kebaikan tidak mengenal apakah orang itu baik atau tidak tidak menjadi masalah. Bila mampu kita berbuat untuk semua orang yang perlu kita bantu, maka bersikaplah dengan baik kepada mereka.
Keadaan kehidupan kita tidak datar bernasib baik selamanya atau bernasib buruk selamanya. Ketika salah satu keadaan tersebut menimpa diri kita, maka kita seharusnya semakin mendekat kepada Allah yang menciptakan keadaan yang baik atau yang buruk, dan menyediakan solusinya. Kegelisahan terkadang datang secara tiba-tiba tanpa diundang. Berbagai faktor yang bisa menyebabkan rasa gelisah tersebut. Namun pengalaman orang-orang sukses harus menjadi ukuran bagaimana kita cara menghadapi masalah serumit apapun. Masalah rumit bukan untuk diratapi, bukan semakin membuat diri kita melemah terus. Masalah serumit apapun harus kita pecahkan supaya menjadi hikmah yang berharga bagi diri dan kehidupan kita.
Kegelisahan yang dihadapi dengan semangat juang tinggi berdasarkan pasrah diri kepada Allah dengan memperbanyak dan memperdalam pengamalan beribadah dan beramal saleh. Seharusnya, semakin besar masalah yang kita hadapi kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan malah sebaliknya, menjauh sejauh-jauhnya. Akan merugilah diri kita apabila kita menjauh sewaktu ditimpa banyak masalah. Ketika orang-orang sedang nyenyak tidur di malam hari, kita sudah seharusnya bangun malam dan terus melaksanakan ibadah salat tahajud, istikharah, witir, memnaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir kepada Allah. Lebih baik kita menangis sambil minta tolong kepada-Nya bagaimana agar kita diberi kekuatan dalam menghadapi masalah tersebut.
Ujung kegelisahan harus kita sambungkan dengan perasaan optimis, antusias, pikiran dan perasaan terbuka, serta mentalitas yang siap membangun. Akhiri kegelisahan kita dengan semangat beribadah dan beramal saleh. Dengan upaya demikian sudah pasti Allah menggantinya dengan kekuatan diri dan keberhasilan yang kita raih. Terpenting pada saat kita sedang ditimpa musibah kita harus bersabar, dan pada saat kita sedang senang, maka kita harus bersyukur kepada Allah. Kita terus bergerak maju untuk menjadi ahli sabar dan ahli syukur. Berbagai situasi dan kondisi kita harapkan menjadi ladang sabar dan syukur.
Untuk menyikapi dua keadaan baik dan buruknya keadaan atau orang, maka kita harus mampu mengekpresikannya dengan baik. Bukan sarana mengekspresikan diri lewat lisan yang sifatnya tidak akan lama. Sarana tulisan akan lebih tahan lama dan langgeng dalam upaya mengekspresikan suka dan dukanya keadaan diri kita. Kita gunakan sarana menulis dalam mengungkapkan masalah dan bagaimana kita mencari solusi dari masalah tersebut. Bagi saya menulis itu ternyata mengandung keajaiban yang mampu mengubah diri ke arah kebaikan. Kegiatan menulis bagi saya terasa mengandung solusi seolah-olah ada keajaiban.
Darimana kita tahu sepak terjangnya para pahlawan yang kejadiannya sebelum kita mampu menyadari keberadaannya? Darimana kita tahu keadaan negara kita sebelum kita dilahirkan? Darimana kita tahu keadaan dan peristiwa zaman Rasulullah sampai generasi saat ini? Semuanya sebagian besar dari peranan tulisan berupa buku-buku atau bentuk tulisan yang lainnya. Oleh karena itu menulis bagi saya mengandung keajaiban.
Kita harus memahami bahwa takut, harap, dan cinta kepada Allah merupakan bagian dari iman. Pernyataan ini disepakati oleh seluruh ulama, tanpa terkecuali. Ibadah yang kita lakukan timbul dari rasa takut kepada Allah, takut mendapat balasan sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Pekerjaan yang kita lakukan tidak sesuai dengan perintah Allah malahan mengerjakan sesuatu yang dilarangnya tentu akan dibalas dengan siksaan yang amat pedih. Bisa balasannya berupa kesulitan di dunia maupun di akhirat, maka kita menuntut diri untuk melakukan ibadah sebanyak dan setinggi mungkin kualitasnya. Apabila tidak melakukannya berarti kita siap untuk dibenci atau disiksa yang sangat pedih.
Kita harus memahami bahwa takut, harap, dan cinta kepada Allah merupakan bagian dari iman. Pernyataan malahan mengerjakan sesuatu yang dilarangnya tentu akan dibalas dengan siksaan yang amat pedih. Bisa balasannya berupa kesulitan di dunia maupun di akhirat, maka kita menuntut diri untuk melakukan ibadah sebanyak dan setinggi mungkin kualitasnya. Apabila tidak melakukannya berarti kita siap untuk dibenci atau disiksa yang sangat pedih.
Mengapa kita berharap keberkahan, kebaikan, keadilan, kekayaan, keselamatan, dan berbagai harapan lainnya? Kita tahu apabila kita merasa berharap kepada Allah dan balasan-Nya, berupa kemudahan di dunia dan di akhirat, maka kita harus meningkatkan ibadah. Tanpa harap, kita akan meningkatkan ibadah. Betapa pentingnya kita berharap berbagai kebaikan dari Allah dengan syarat kita melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Apabila kita merasa cinta kepada Allah, maka kita akan melakukan ibadah yang terbaik. Tanpa rasa cinta, kita tidak akan melakukan ibadah yang terbaik. Banyak yang tidak masuk akalnya dalam melaksanakan ibadah. Yang kentara hanyalah pengorbanan bukan pendapatan berupa materi. Hukum logika pada kesempatan beribadah rasanya tidak ada di dalamnya. Namun secara ruhaniah dapat kita rasakan banyak manfaatnya. Ada istilah “tak kenal maka tak sayang” harus kita akui kebenarannya. Kenali dulu apa yang Allah perintahkan dan laksanakan seoptimal mungkin.
Setelah kita mengetahui pengertian dzkir dan manfaatnya, maka kita melakukan dzkir sebanyak-banyaknya dengan penuh keikhlasan. Tanpa melakukan komentar ketika kita melakukan dzikir yang banyak. Mengapa sebagian orang yang masih banyak komentar dan dalih dalam melaksanakan dzikir kepada Allah sementara melakukan kegiatan selainnya tanpa banyak pendapat. Keyakinan, itulah istilah yang harus kita praktekkan seawall mungkin. Keyakinan merupakan hal yang sangat membantu keberhasilan kita masing-masing.
Semakin besar harapan kita kepada Allah dan balasan-Nya, maka kita akan semakin baik pula ibadahnya. Kemudian sebaliknya, semakin kecil harapan kita kepada Allah dan balasannya, maka akan semakin buruk pula ibadahnya. Perbesarlah harapan kebaikan kepada Allah untuk memperbesar kualitas kepribadian kita masing-masing. Namun masih ada orang yang meremehkan akan pentingnya berharap kepada Allah dan balasannya.
Orang yang kurang menaruh harap kepada Allah, akhirnya akan menaruh harap yang berlebihan kepada dirinya sendiri. Para motivator yang kebamblasan memprioritaskan kemampuan otaknya dalam memberikan motivasi kepada kliennya. Seolah-olah mereka menuhankan dirinya atau menuhankan orang lain yang memiliki kemampuan lebih. Menganggap otaknya lebih unggul. Menganggap atasannya lebih unggul daripada dirinya. Begitu pula seorang ayahnya, gurunya, dan pegawai lainnya yang diangganggap unggul melebihi yang lainnya. Bukan itu yang dimaksud.
Apalagi orang menganggap lebih pada mesin ciptaan manusia. Bisa melalaikan dirinya pada ibadah kepada Allah. Dengan upaya menganggap lebih pada selain kepada Allah dalam urusan kegiatan dan kebendaan, maka kita akan melakukan kemalasan dalam beribadah dan beramal saleh apa yang Allah perintahkan untuk dikerjakannya. Barharaplah kita kepada Allah untuk memberikan sesuatu yang terbaik. Diri kita semoga menjadi orang yang berkepribadian unggul dalam fondasi ketawadhuan dan tawakal kepada-Nya. Semoga terjauh dari adanya sifat sombong dan angkuh atas kekuatan yang diberikan Allah kepada kita.
Banyak orang kurang menyenagi kegiatan menulis buktinya dari kalangan guru juga kurang menyenanginya padahal guru bagian dari kaum intelektual yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan tulis-menulis itu. Majalah bulanan tingkat kabupaten, propinsi, dan tingkat pusat dapat kita perhatikan. Para penulis dari kalangan guru sangatlah kurang. Hanya beberapa orang guru saja yang biasa dan mau menulis artikel.
Buku-buku yang ditulis guru masih dapat dihitung dengan jari. Apalagi jumlah guru di setiap kecamatan, kabupaten, propinsi, dan pusat tidak seimbang dengan jumlah guru yang mau menulis. mungkin satu berbanding seribu antara yang biasa dan bisa menulis dengan yang tidak biasa dan bisa menulis. sungguh sangat disayangkan kesempatan baik ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Guru termasuk salah satu kaum intelektual yang harus bercirikan gemar menulis. Jangankan pihak di luar kaum intelektual, pihak kaum intelektual juga kurang membiasakan diri mau menulis. Kegiatan menulis memerlukan sikap berani melakukannya. Berani melakukan kegiatan menulis walaupun kurang pengalaman, kurang biaya (uang), dan masih takut gagal daripada kita tidak mau mencobanya untuk menulis.
Sikap berani untuk menulis harus segera kita miliki agar kita cepat mendapatkan kesuksesan di bidang tulis-menulis di masa mendatang di kala dunia tulis-menulis telah menduduki kewenangannya. Mau dantidak mau bagi guru menulis merupakan suatu keharusan untuk dikuasai. Seorang yang berani menulis biasanya bersedia melakukan kebaikan apapun.
Menulis merupakan keharusan bagi para penuntut ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup. Menulis sangat penting bagi kecermelangan hidup kita, meskipun kita belum berpengalaman, belum memiliki pengalaman menulis, belum memiliki uang untuk biaya menulis, dan belum memiliki jaminan keuntungan dari kegiatan menulis itu. Sekarang tidak ada alasan lagi guru malas menulis.
Usia sudah tua atau terlalu muda, kesibukan dengan tugas pokok, tidak bisa menulis, dan berbagai alasan lain bukan untuk selamanya dipertanhankan. Kita harus memulai sekarang juga meningkatkan kemampuan menulis. Di sekolah- sekolah ada pelajaran menulis tentu sangat menuntut kemampuan guru dalam membimbing para siswa tentang materi kepenulisan.
Mungkinkah guru yang kurang bisa dan biasa menulis bisa pula membimbing para siswanya menulis? kecuali ada nasib mujur saja yang memungkinkan siswa bisa menulis dari bimbingan guru yang tidak mampu menulis. Seorang guru harus ada keberanian menulis saat ini juga. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berlatih menulis dari para guru. Menulis merupakan tugas kewajiban sehari-hari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Untuk mencapai kesuksesan dalam kegiatan menulis, kita harus meningkatkan keberanian untuk menulis sekarang juga, bukan kemampuan tanpa keberanian menulis. Maksimalkan menulis sejak sekarang, baik dimulai dari yang sedikit terpenting keberanian untuk komitmennya, bukan banyak tanpa komitmen setiap saat menulis. terpenting punya niat memulai pada saat ini. Hal ini tidak bisa ditunda-tunda sampai waktunya pensiun misalnya. Tiada hari tanpa peningkatan kemampuan menulis bagi para guru dalam hubungannya dengan tugas yang diembannya setiap waktu.
Yang sangat menentukan berhasilnya peningkatan kemampuan menulis adalah keberanian dan kemauan, bukan hanya kemampuan. Dengan keberanian dan kemauan memulai belajar dan berlatih menulis, yang kelihatan tidak mungkin akan menjadi mungkin. Apabila kita disuruh memilih mana yang dipilih untuk didahulukan, keberanian atau kemampuan? Keberanian dulu, kemampuan untuk mengikuti dari belakang. Seperti saya menulis kemudian berambisi untuk mengirimkannya ke redaksi, ternyata artikel saya diterima. Padahal saya waktu itu belum memiliki kemampuan menulis.
Sekedar saya membaca contoh-contoh beberapa artikel yang ada di blog. Ternyata saya mampu menulis sementara kemampuan menulis belum saya miliki. Saya mempunyai prinsip bahwa utamakan keberanian yang benar-benar perhitungan matang sambil saya menomorsatukan permohonan kepada Allah yang memilki kemampuan di atas pemilik kemampuan biasa. Allah memiliki kemampuan yang luar bisa.
Kita juga harus berani mengakui kekurangan kita dalam menulis. apabila tulisan kita tidak dimuat, kita harus berani menyadari mengapa tulisan kita tidak dimuat. Mungkin tulisan masih banyak kekurangan dalam bahsa maupun isinya. Berani untuk tidak dimuat tulisan kita di media cetak, tetapi di dalam hati kita harus ada keyakinan bahwa tulisan kita akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita dalam upaya pemecahan masalah sehari-hari.
Terpenting istiqamah dalam menulis yang selalu ada di dalam hati kita. Bisa saja tulisan kita ditolak sementara keyakinan bahwa tulisan kita bermanfaat saat kapanpun. Kita harus banyak berlatih lagi menulis sambil terus banyak belajar tentang teori kepenulisannya dari buku-buku atau internet. Sekarang banyak sumber literatur yang kita perlukan tinggal semangat diri kita sajalah yang harus kita tingkatkan dalam kegiatan belajar dan berlatih menulis.
Dalam berdakwah, Nabi Muhammad SAW begitu berani beliau tidak takut dikucilkan dan tidak gentar terhadap ancaman beliau diusir sempat hendak dibunuh dan diejek, tetapi itu semua tidak hendak beliau berhenti menyampaikan risalah Rabnya. Sikap yang pemberani menjadi salah satu ciri orang yang istiqomah dijalan Allah.
Dengan demikian orang yang istiqomahlah akan senantiasa berani, tenang dan optimis karena yakin dijalan yang benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Allah. Bagi kita yang lebih penting selalu melibatkan permohonan kepada Allah pada setiap urusanku. Termasuk urusan meningkatkan kemampuan menulis.
Biasa orang-orang yang ada di sekitar kita adalah orang-orang yang mempunyai kesadaran biasa-biasa saja dalam beraktivitas. Tidak mau melakukan sesuatu yang lebih unggul dari orang pada umumnya. Apabila kita beraktivitas di luar kebiasaan mereka, mereka mengkritik atau mengomel yang tidak mengenakkan pendengaranku. Untuk apa menulis, sudah tua seperti anak kecil masih belajar dan berlatih menulis. menulis bagaikan suatu pekerjaan anak kecil saja padahal menulis adalah pekerjaan mulia kita lakukan di dalam bidang pendidikan.
*Penulis adalah pencinta kegiatan membaca sekaligus menuliskan apa yang sedang dibaca, meminjam istilah dari Pak Hernowo dengan “Mengikat Makna Update”
Banyak orang kurang menyenagi kegiatan menulis buktinya dari kalangan guru juga kurang menyenanginya padahal guru bagian dari kaum intelektual yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan tulis-menulis itu. Majalah bulanan tingkat kabupaten, propinsi, dan tingkat pusat dapat kita perhatikan. Para penulis dari kalangan guru sangatlah kurang. Hanya beberapa orang guru saja yang biasa dan mau menulis artikel.
Buku-buku yang ditulis guru masih dapat dihitung dengan jari. Apalagi jumlah guru di setiap kecamatan, kabupaten, propinsi, dan pusat tidak seimbang dengan jumlah guru yang mau menulis. mungkin satu berbanding seribu antara yang biasa dan bisa menulis dengan yang tidak biasa dan bisa menulis. sungguh sangat disayangkan kesempatan baik ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Guru termasuk salah satu kaum intelektual yang harus bercirikan gemar menulis. Jangankan pihak di luar kaum intelektual, pihak kaum intelektual juga kurang membiasakan diri mau menulis. Kegiatan menulis memerlukan sikap berani melakukannya. Berani melakukan kegiatan menulis walaupun kurang pengalaman, kurang biaya (uang), dan masih takut gagal daripada kita tidak mau mencobanya untuk menulis.
Sikap berani untuk menulis harus segera kita miliki agar kita cepat mendapatkan kesuksesan di bidang tulis-menulis di masa mendatang di kala dunia tulis-menulis telah menduduki kewenangannya. Mau dantidak mau bagi guru menulis merupakan suatu keharusan untuk dikuasai. Seorang yang berani menulis biasanya bersedia melakukan kebaikan apapun.
Menulis merupakan keharusan bagi para penuntut ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup. Menulis sangat penting bagi kecermelangan hidup kita, meskipun kita belum berpengalaman, belum memiliki pengalaman menulis, belum memiliki uang untuk biaya menulis, dan belum memiliki jaminan keuntungan dari kegiatan menulis itu. Sekarang tidak ada alasan lagi guru malas menulis.
Usia sudah tua atau terlalu muda, kesibukan dengan tugas pokok, tidak bisa menulis, dan berbagai alasan lain bukan untuk selamanya dipertanhankan. Kita harus memulai sekarang juga meningkatkan kemampuan menulis. Di sekolah- sekolah ada pelajaran menulis tentu sangat menuntut kemampuan guru dalam membimbing para siswa tentang materi kepenulisan.
Mungkinkah guru yang kurang bisa dan biasa menulis bisa pula membimbing para siswanya menulis? kecuali ada nasib mujur saja yang memungkinkan siswa bisa menulis dari bimbingan guru yang tidak mampu menulis. Seorang guru harus ada keberanian menulis saat ini juga. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berlatih menulis dari para guru. Menulis merupakan tugas kewajiban sehari-hari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Untuk mencapai kesuksesan dalam kegiatan menulis, kita harus meningkatkan keberanian untuk menulis sekarang juga, bukan kemampuan tanpa keberanian menulis. Maksimalkan menulis sejak sekarang, baik dimulai dari yang sedikit terpenting keberanian untuk komitmennya, bukan banyak tanpa komitmen setiap saat menulis. terpenting punya niat memulai pada saat ini. Hal ini tidak bisa ditunda-tunda sampai waktunya pensiun misalnya. Tiada hari tanpa peningkatan kemampuan menulis bagi para guru dalam hubungannya dengan tugas yang diembannya setiap waktu.
Yang sangat menentukan berhasilnya peningkatan kemampuan menulis adalah keberanian dan kemauan, bukan hanya kemampuan. Dengan keberanian dan kemauan memulai belajar dan berlatih menulis, yang kelihatan tidak mungkin akan menjadi mungkin. Apabila kita disuruh memilih mana yang dipilih untuk didahulukan, keberanian atau kemampuan? Keberanian dulu, kemampuan untuk mengikuti dari belakang. Seperti saya menulis kemudian berambisi untuk mengirimkannya ke redaksi, ternyata artikel saya diterima. Padahal saya waktu itu belum memiliki kemampuan menulis.
Sekedar saya membaca contoh-contoh beberapa artikel yang ada di blog. Ternyata saya mampu menulis sementara kemampuan menulis belum saya miliki. Saya mempunyai prinsip bahwa utamakan keberanian yang benar-benar perhitungan matang sambil saya menomorsatukan permohonan kepada Allah yang memilki kemampuan di atas pemilik kemampuan biasa. Allah memiliki kemampuan yang luar bisa.
Kita juga harus berani mengakui kekurangan kita dalam menulis. apabila tulisan kita tidak dimuat, kita harus berani menyadari mengapa tulisan kita tidak dimuat. Mungkin tulisan masih banyak kekurangan dalam bahsa maupun isinya. Berani untuk tidak dimuat tulisan kita di media cetak, tetapi di dalam hati kita harus ada keyakinan bahwa tulisan kita akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita dalam upaya pemecahan masalah sehari-hari.
Terpenting istiqamah dalam menulis yang selalu ada di dalam hati kita. Bisa saja tulisan kita ditolak sementara keyakinan bahwa tulisan kita bermanfaat saat kapanpun. Kita harus banyak berlatih lagi menulis sambil terus banyak belajar tentang teori kepenulisannya dari buku-buku atau internet. Sekarang banyak sumber literatur yang kita perlukan tinggal semangat diri kita sajalah yang harus kita tingkatkan dalam kegiatan belajar dan berlatih menulis.
Dalam berdakwah, Nabi Muhammad SAW begitu berani beliau tidak takut dikucilkan dan tidak gentar terhadap ancaman beliau diusir sempat hendak dibunuh dan diejek, tetapi itu semua tidak hendak beliau berhenti menyampaikan risalah Rabnya. Sikap yang pemberani menjadi salah satu ciri orang yang istiqomah dijalan Allah.
Dengan demikian orang yang istiqomahlah akan senantiasa berani, tenang dan optimis karena yakin dijalan yang benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Allah. Bagi kita yang lebih penting selalu melibatkan permohonan kepada Allah pada setiap urusanku. Termasuk urusan meningkatkan kemampuan menulis.
Biasa orang-orang yang ada di sekitar kita adalah orang-orang yang mempunyai kesadaran biasa-biasa saja dalam beraktivitas. Tidak mau melakukan sesuatu yang lebih unggul dari orang pada umumnya. Apabila kita beraktivitas di luar kebiasaan mereka, mereka mengkritik atau mengomel yang tidak mengenakkan pendengaranku. Untuk apa menulis, sudah tua seperti anak kecil masih belajar dan berlatih menulis. menulis bagaikan suatu pekerjaan anak kecil saja padahal menulis adalah pekerjaan mulia kita lakukan di dalam bidang pendidikan.
*Penulis adalah pencinta kegiatan membaca sekaligus menuliskan apa yang sedang dibaca, meminjam istilah dari Pak Hernowo dengan “Mengikat Makna Update”
Setelah membaca beberapa artikel di halaman cetak kompasiana hari ini, terlintas keinginan untuk bagaimana artikel saya bisa ambil bagian dihalaman tersebut. Tentu menjadi sebuah kebanggaan yang sangat berarti bagi saya jika itu terjadi. Namun keinginan tersebut bukanlah menjadi sebuah orientasi utama bagi saya dalam menulis.
Tujuan paling tinggi dari keinginan diatas adalah partisivasi para pembaca secara luas. Lebih jauh lagi, keterlibatan pembaca dalam memberi penilaian terhadap tulisan tersebut baik dari sisi konteks maupun penilaian terhadap teks.
Motivasi menulis saya sederhana. Terlepas orang lain membaca atau tidak, menulis merupakan metode pendokumentasian sebuah kejadian serta isi kepala yang terkandung saat menulis. Baik dalam bentuk pengetahuan, pengalaman, perasaan, keinginan, kekesalan, ajakan, atau apapun yang sedang terjadi pada diri kita.
Meningkatan kualitas tulisan atau membuat betah setiap pembaca, sudah tentu menjadi bagian dari target penulisan oleh setiap orang. Namun mendokumentasikan sebuah fakta dan pikiran adalah motivasi yang paling utama bagi saya dalam menulis.
Menulis adalah belajar dari kesalahan
Tulisan hari ini akan menjadi bahan evaluasi saat kita membacanya diwaktu yang akan datang. Katakanlah hari ini kita sudah Sarjana, pikiran yang mendominasi otak kita tentu berbeda jika dibandingkan dengan waktu lalu saat kita masih sibuk dengan aktivitas kuliah. Bayangkan jika dimasing-masing periode ini kita menulis, jangan pernah katakan ini tidak berguna bagi orang lain.
Belajar dari kesalahan, saya pikir bukan hanya berlaku bagi diri sendiri, bisa saja kita belajar dari kesalahan orang lain atau bahkan sebaliknya. Yang saya ingin katakan adalah disaat kita menulis, tidak menutup kemungkinan bahwa kita ikut mendokumentasikan pikiran yang salah. Namun kesalahan tersebut tidak akan pernah terdeteksi jika kita atau orang lain tidak pernah membacanya, akan lebih buruk lagi jika kita sama sekali tidak berniat untuk menulisnya.
Tidak jarang saya dengar orang berkata “belajarlah dari kesalahan” (baik pikiran maupun tindakan). Maka catat lah pikiran serta tindakan tersebut. Andai kata ada kesalahan, maka akan jauh bermanfaat jika kesalahan itu terdokumentasi.
Terima kasih
O. Solihin
osolihin.wordpress.com/category/writing.../motivasi-menuli.
Assalaamu’alaikum wr wb
Banyak orang merasa berat untuk memulai menulis. Tak sedikit dari mereka pada akhirnya memilih tidak menulis sama sekali. Sebagian kecil memilih meneruskan menulis meski ‘babak belur’ berjibaku melawan hambatan-hambatan menulis. Itu pun ada yang sukses melepas belenggu yang menghambatnya, namun tak sedikit yang menyerah di detik-detik menjelang akhir pertarungan. Melihat kenyataan ini, saya kadang bertanya: begitu beratkah menulis?
Saya memilih jawaban: tidak berat. Yang membuat berat adalah karena kita menganggapnya berat. Sulitkah menulis? Jawaban saya: tidak sulit. Yang membuat sulit adalah karena kita menganggapnya sulit. Jika pikiran dan perasaan kita sudah dipenuhi dengan kata berat dan sulit, maka yang hadir adalah BEBAN. Berbeda halnya ketika kita menganggapnya ringan dan mudah, insya Allah kita akan berusaha untuk membuktikannya dan sekuat tenaga mengupayakannya agar berhasil.
Saya alhamdulillah menjadi salah seorang dari sekian ribu orang yang berhasil menyingkirkan anggapan negatif yang sebelumnya sempat memenjara pikiran dan perasaan saya untuk menulis. Itu artinya, menulis lebih didominasi oleh faktor mental. Bukan hanya pada tahap awal memulai belajar menulis, tetapi juga pada saat sudah bisa menulis. Buktinya, banyak orang yang memulai ingin menulis sering merasa gagal ketika tulisannya tidak enak dibaca, ketika ia kesulitan memilih kata yang bagus, ketika ia hampir mustahil menciptakan rangkaian kata yang indah, ketika ia begitu berat memutuskan memilih tema yang hendak dibahas. Ujungnya? Malas menjadi alasan atas ketidakberdayaannya.
Bagaimana dengan yang sudah bisa menulis? Tetap saja banyak yang merasakan berat untuk menulis. Meski banyak ide berseliweran di kepala, walaupun tak sedikit tema yang sudah ia siapkan, bahkan data pun sudah dipilih mana saja yang akan menjadi penguat argumentasi dalam tulisan, tetapi ternyata hanya berhenti di situ.Tidak dituliskan. Alasannya, kesulitan mendapatkan inspirasi dan momen yang tepat untuk memulai menuliskannya. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka tidak heran jika pada akhirnya ia juga, yang sudah bisa menulis, akan terjebak dalam pikiran dan perasaan yang menganggapnya menulis ternyata berat dan sulit. Ini sekaligus membuktikan bahwa menulis tak selalu harus kuat kemampuannya (baca: keahliannya), karena yang terpenting adalah dahsyatnya KEMAUAN. Why?
Sebab, menulis bukan melulu soal teknis. Tetapi yang terpenting adalah sikap mental. Dan, terutama lagi, cara pandang. Mengapa cara pandang menjadi salah satu modal dalam menulis? Sebab, cara pandang yang kita miliki akan bisa menyemai asa dan terus memeliharanya. Ketika kita memandang bahwa menulis adalah bagian dari hidup kita, maka kita akan berusaha terus menulis agar kita tetap merasa hidup. Benarkah? Kenapa tidak. Banyak orang menjadikan menulis bukan kebetulan, tetapi pilihan. Tak sedikit juga yang menganggap menulis adalah jalan kehidupannya. Berlebihan? Tidak juga. Apalagi jika ia adalah seorang yang memiliki banyak ilmu dan wawasan di kepalanya. Ia akan berusaha membagikannya melalui tulisan dan disebarkan melalui media seluas mungkin agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Itulah kehidupannya, jalan hidupnya. Mungkin, tak banyak orang seperti itu, tetapi memang ada. Lalu, di mana posisi kita? Kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Beban itu bernama MALAS
Beberapa siswa kelas menulis yang belajar dengan saya mengeluhkan bahwa rasa malas menjadi penghambat keinginan mereka menulis. Ada yang menuliskan bahwa kebingungan memilih kata yang baik berujung rasa malas untuk meneruskan menulis. Ada juga yang menyampaikan bahwa minimnya data yang dia miliki, menjadikan dia malas merampungkan sebuah tulisan. Banyaknya pekerjaan atau kegiatan lain di luar menulis menjadi penyebab munculnya rasa malas untuk menulis. Tak sedikit yang sepertinya pasrah,yang pada akhirnya dia merasa harus realistis, bahwa dirinya tak punya bakat atau tak memiliki hasrat kuat lagi untuk bisa menulis. Ia berhenti dan berusaha mengampuni diri sendiri untuk menutupi kemalasannya.
Mengapa malas menjadi musuh utama dalam menulis? Oya, sebenarnya bukan hanya dalam menulis orang mudah dihinggapi rasa malas. Tetapi rasa malas akan senantiasa hadir manakala kita tidak memiliki motivasi kuat dalam sebuah pekerjaan, kegiatan, atau perbuatan. Komitmen kita yang rendahlah yang sudah memelihara rasa malas dan mengalungkan belenggunya di pikiran dan perasaan kita. Kita tersandera dalam penjara rasa malas akibat lemahnya komitmen kita. Berbeda dengan mereka yang memiliki komitmen kuat dalam menulis, akan senantiasa berusaha menulis. Dalam kondisi terjepit sekalipun. Sepertinya rasa malas tak punya tempat di akal dan hatinya. Pikiran dan perasaannya steril dari rasa malas. Itu sebabnya tak heran jika orang seperti ini memilih jalan sunyi untuk membuktikan komitmennya. Ya, jalan sunyi. Sebab, bisa jadi hanya dirinya yang menyusurinya. Sementara jalan ramai dipenuhi oleh mereka yang ‘mengkambing-hitamkan’ malas sebagai alasan untuk tidak meneruskan menulis sambil mengumbar kata-kata pengampunan ‘dosa’: saya tidak bakat dan tidak punya minat dalam menulis.
Tak ada paksaan untuk bisa menulis
Saya selalu menyampaikan kepada siswa kelas menulis, baik yang belajar melalui jalur online maupun offline (tatap muka), bahwa saya tidak akan pernah memaksa mereka untuk menjadi penulis. Tetapi, karena mereka sudah memilih untuk belajar menulis, maka jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Termasuk dalam hal ini, khususnya untuk siswa-siswa saya di Pusdiklat Keterampilan Rumah Gemilang Indonesia, dimana mereka memang sudah disiapkan untuk mempelajari keterampilan menulis bagi semua jurusan (fotografi/videografi, desain grafis, teknik komputer dan menjahit). Mereka hanya perlu duduk manis, mendengarkan penjelasan sambil berusaha menggali potensi diri dalam menulis. Jurusan yang dipilih bisa jadi sudah dipertimbangkan dengan matang oleh masing-masing siswa. Dan, seharusnya juga punya komitmen yang kuat untuk meraihnya.
Adapun keterampilan tambahan yang dimasukkan dalam kurikulum belajar seperti menulis kreatif dan wirausaha, adalah tool atau alat untuk melengkapi keterampilan utamanya. Itu sebabnya, tak perlu juga merasa terbebani. Apalagi belajar di sana gratis. Insya Allah suatu saat nanti ada manfaat yang bisa dirasakan dari proses pembelajaran ini. Salah satu buktinya, seorang alumni jurusan desain grafis yang bekerja di sebuah media massa cetak, menyampaikan kepada saya bahwa dirinya merasa percaya diri untuk bisa menyumbang ide dalam pembuatan judul-judul berita yang menarik. Itu satu manfaat yang dirasakan dari belajar menulis. Insya Allah.
Saya menyadari betul bahwa setiap orang memiliki potensi dan minat yang berbeda-beda. Tak bisa disamakan dan juga tak bisa dibandingkan satu sama lain. Tetapi, ketika kita bicara kesempatan untuk mempelajari suatu keterampilan yang bukan menjadi minatnya sekalipun, tak ada salahnya kita mencobanya, syukur-syukur bisa menekuninya. Percaya atau tidak, kadang kita harus siap untuk memiliki banyak keahlian meski tak maksimal sebagaimana keahlian yang memang diminati. Itu artinya, tak ada salahnya jika seorang dokter memiliki keahlian menulis meski tentu saja tak sebagus keahliannyadi bidang kedokteran, seorang fotografer atau desainer pakaian bisa juga menulis meski tak secanggih hasil jepretan foto atau goresan hasil kreasi desainnya. Insya Allah tetap ada manfaatnya.
Kuatkan niat dan komitmen kita
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), niat diartikan sebagai: maksud atau tujuan suatu perbuatan. Sementara komitmen, masih menurut KBBI, diartikan sebagai perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Nah, itu artinya ketika kita merasa berat dalam menulis, kita tengok kembali niat dan komitmen kita. Tentu masing-masing memiliki niat dan komitmen dalam menulis. Niat dan komitmen yang kuat insya Allah akan memelihara spirit menulis. Sebagaimana niat dan komitmen yang kuat akan menumbuhkan semangat dalam mencintai pekerjaan, bertanggung jawab atas tugas yang menjadi kewajibannya, menjadi spirit tak pernah padam dalam aktivitas dakwah dan lain sebagainya.
Niat dan komitmen yang kuat akan menjadikan kita sebagai orang yang tak pernah merasa cukup bahwa diri kita bisa melakukan yang baik, jika masih ada peluang bagi kita untuk menjadi yang terbaik. Maka, jika sudah bisa menulis, biasakanlah terus menulis agar kemampuannya kian terasah. Tak boleh hanya berhenti karena sudah bisa. Itu sebabnya, jika sudah menjadi kebiasaan, maka saya merasa yakin bahwa menulis bukan lagi sesuatu yang berat. Apalagi jika sudah tampak hasilnya, akan kian menumbuhkan semangat untuk terus menulis. Insya Allah.
Salam,
O. Solihin
Assalaamu’alaikum wr wb
Salam sukses buat semuanya…
Menulis itu gampang? Saya sendiri berani mengatakan gampang, bukan karena saya sudah bisa, tapi karena saya melihat banyak orang bisa menulis, berarti keterampilan ini bisa dipelajari. Menulis adalah keterampilan? Betul. Sama seperti naik sepeda atau mengendarai mobil. Makin sering dilatih, makin lihailah kita. Saya waktu kecil masih inget sering minjem sepeda adiknya nenek saya, sepeda ontel. Saya tertantang untuk bisa. Saya coba kayuh sekali, jatuh. Saya mencoba menyeimbangkan badan saat kaki sebelah kanan menginjak pedal sepeda dan kaki kiri masih menginjak tanah. Saja coba jalankan sepeda dengan kaki kanan menginjak pedal dan kaki kiri menginjak tanah. Terus seperti itu sambil mencoba menjalankan sepeda. Sesekali saya mencoba kaki kiri untuk ikut mengayuh pedal, tapi sepeda sempoyongan ke kiri. Gubrak! Saya jatuh. Tapi mencoba bangun lagi. Terus seperti itu. Saya lupa persisnya berapa hari berlatih naik sepeda, tapi seingat saya dua pekan setelah sering jatuh, saya mulai bisa menyeimbangkan badan dan mengayuh sepeda dengan dua kaki. Tapi saya masih “seureudeug” alias gerasak-gerusuk dan akhirnya, beberapa kali sukses masuk solokan ketika menghindari pejalan kaki. Hehehe..
Tapi, perjuangan dan motivasi saya untuk bisa naik sepeda akhirnya berbuah hasil. Tak sampai sebulan saya sudah bisa naik sepeda. Makin sering dilakukan, makin lihailah saya. Sampai-sampai berani untuk tak pegang stang sepeda. Cihuy! Akhirnya bisa juga naik sepeda!
Kembali kita bahas tentang menulis. Menulis itu bukan bakat. Menulis adalah keterampilan. Tak ada bukti-bukti khusus bahwa seseorang bisa menulis dilihat dari wajah, jari-jari tangan, atau keturunannya. Tidak sama sekali. Menulis itu dipelajari. Sementara cara belajar setiap orang pasti berbeda-beda. Tidak sama. Jika dikatakan bahwa dengan belajar orang menjadi bisa. Insya Allah memang akan bisa jika belajar. Tapi jika ditanya apakah semua orang yang belajar akan sama keahliannya, saya memilih menjawab tidak. Sebab, di sekolah sepakbola misalnya, orang belajar dengan pelatih yang sama, waktu belajarnya juga sama, di kelas yang sama. Buku panduan (jika ada) juga sama. Bayar biaya sekolah sepakbolanya pun sama. Tapi, kenapa ada yang menjadi bintang lapangan dengan keahlian yang di atas rata-rata pemain lain? Ini bukan bicara bakat, tapi latihan. Ronaldinho atau Cristiano Ronaldo, memiliki waktu khusus untuk menempa kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Berlatih lebih banyak dibanding pemain lainnya. Ini menjadi bukti bahwa keterampilan itu semakin diasah akan semakin bagus.
Menulis itu keterampilan, jadi butuh waktu khusus, butuh latihan khusus, butuh motivasi. Saya juga dulu tak bisa menulis. Bahkan sekadar menulis kata pertama untuk sebuah tulisan susahnya minta maaf (hehehe.. bosan pake kata “ampun”). Iya. Sering saya bermenit-menit memikirkan kata apa yag pertama kali harus ditulis. Ini ternyata sebuah kesalahan. Seharusnya langsung saja ditulis yang ada di benak kita saat itu. Sama seperti saya waktu belajar naik sepeda. Saya langsung nyoba. Tidak perlu berpikir lama menimbang-nimbang, saya harus mendorong dulu sepeda atau langsung menginjak pedal sepeda untuk mencoba menjalankan sepeda. Saya tidak peduli. Langsung coba. Nah, setelah tahu seperti itu, saya akhirnya menulis menjadi lebih cepat karena langsung menuliskan apa pun yang ada di pikiran kita.
Lha, bukankah akan berantakan nantinya? Benar sekali. Bisa dikatakan 90% pasti “acak-adut” tak karuan. Tapi, target saya waktu itu adalah bisa menuangkan gagasan melalui tulisan secepat mungkin. Saya terus melakukan seperti itu. Hingga akhirnya lancar menuangkan gagasan. Baru setelah merasa yakin bisa dengan mudah untuk memulai menulis, bagian berikutnya adalah membaca ulang naskah yang sudah ditulis. Jika ada yang kurang bagus, diperbaiki bahasanya, kalimatnya, isinya, pilihan katanya dan sistematikanya. Ini artinya, menulis bukanlah keterampilan instan. Tapi harus sering dilatih dengan serius. Latihannya apa? Tentu saja menulis. Selain juga membaca untuk menyiapkan “amunisinya” sebagai bahan tulisan. So, yang perlu diubah pertama kali adalah cara pandang dan motivasi. Ubah cara pandang kita selama ini bahwa menulis itu susah. Tolong ubah cara pandang tersebut. Kita harus berani katakan, bahwa menulis itu gampang, asal mau melatihnya. Menjadi penulis itu bukan impian, asalkan kita mampu mempertahankan dan meningkatkan motivasi yang kita miliki untuk berlatih dan belajar. Jadi, menulis itu memang gampang, tapi ada caranya.
Ok deh, sebelum mengakhiri tulisan singkat ini–yang mungkin terkesan sekadarnya saja–saya ingin menyampaikan informasi, bagi teman-teman yang ingin berbagi dan mencari ilmu tentang menulis, silakan klik saja: [http://menuliskreatif.com]. Insya Allah banyak tips-tips seputar kepenulisan. Gratis.
Ini saja dari saya. Terima kasih sudah sudi membaca pesan ini. Mohon maaf jika ada yang salah dan tak berkenan bagi teman-teman.
Salam sukses dan barokah,
O. Solihin
Owner [www.menuliskreatif.com]
Assalaamu’alaikum wr wb Salam sukses buat semuanya… Menulis itu gampang? Saya sendiri berani mengatakan gampang, bukan karena saya sudah bisa, tapi karena saya melihat banyak orang bisa menulis, berarti keterampilan ini bisa dipelajari. Menulis adalah keterampilan? Betul. Sama seperti naik sepeda atau mengendarai mobil. Makin sering dilatih, makin lihailah kita. Saya waktu kecil masih inget … Baca tuluyna »
Tunda talatah
Mengapa banyak orang merasa berat dalam menulis?
Assalaamu’alaikum wr wb Banyak orang merasa berat untuk memulai menulis. Tak sedikit dari mereka pada akhirnya memilih tidak menulis sama sekali. Sebagian kecil memilih meneruskan menulis meski ‘babak belur’ berjibaku melawan hambatan-hambatan menulis. Itu pun ada yang sukses melepas belenggu yang menghambatnya, namun tak sedikit yang menyerah di detik-detik menjelang akhir pertarungan. Melihat kenyataan ini, … Baca tuluyna »
Menulis melancarkan berbicara
Assalaamu’alaikum wr wb Bukan sulap bukan sihir. Jika diasah terus, menulis justru bisa melancarkan bicara. Bukan hanya lancar, tapi juga bisa merunut poin-poin yang perlu disampaikan secara sistematis. Saya pernah merasakan efek samping menulis tersebut. Percayalah, bukan hanya saya ternyata yang merasakan lancar berbicara di depan publik yang merupakan efek samping dari menulis. Beberapa kawan … Baca tuluyna
Perlukah motivasi dari orang lain?
Assalaamu’alaikum wr wb Sampai sekarang saya masih percaya, bahwa saya hanya butuh inspirasi. Bukan motivasi. Tetapi saya tidak pernah melarang siapapun untuk memotivasi. Bahkan saya sendiri sering memotivasi. Lah, lalu apa esensinya menulis catatan ini? Ada. Justru karena ada esensinya saya menuliskannya. Dalam beberapa kondisi kita memang butuh motivasi orang lain. Mungkin sekadar untuk membangkitkan … Baca tuluyna »
Menulis, antara idealisme dan periuk nasi
Ibu saya sempat berlinang air mata ketika saya memutuskan tidak akan bekerja sebagai analis kimia dan malah memilih menjadi penulis. Saya butuh waktu hampir 2 tahun setelah menyampaikan keputusan saya untuk bisa meyakinkan ibu saya. Saat itu pilihannya memang agak sulit. Saya menginginkan untuk fokus mencurahkan perhatian saya kepada jalan yang saya pilih. Mungkin keseriusan saya memilih jalan itu pada akhirnya membuat ibu saya merasa yakin dengan keputusan saya. Baca tuluyna »
Sedang ingin menulis
Assalaamu’alaikum wr wb Numpuk dan berjubel-jubel puluhan bahkan ratusan informasi di dalam kepala. Otak kita, dengan segala kelebihan yang telah diberikan Allah Swt., mampu menampung memori apa saja. Rekam jejak yang pernah kita lakukan ada. Kapan saja kita butuh, otak akan memunculkannya sesuai ‘pesanan’ kita. Proses index memori yang sangat fantastis. Ciptaan Allah Swt. ini … Baca tuluyna »
Beranilah menuliskan buah pikiranmu!
Assalaamu’alaikum wr wb Inspirasi menulis bisa dari mana saja. Termasuk untuk menulis artikel ini yang spontan idenya muncul saat ini juga. Hari ini saya berkunjung ke Bogor Islamic Book Fair sejak pagi tadi, selepas ngisi jadwal rutin kajian bareng temen-temen gaulislam, dengan tujuan utama membagikan buletin gaulislam edisi terbaru di event itu. Nah, saat itulah … Baca tuluyna »
Pulang kampung ke akhirat
Assalaamu’alaikum wr wb Sore tadi, setelah mengajar kelas menulis kreatif di Rumah Gemilang Indonesia (RGI), saya mendapat inspirasi untuk menulis tema ini. Ba’da shalat Ashar berjamaah, kami biasanya mendengarkan kultum yang diisi oleh para siswa RGI. Saat itu, yang mendapat giliran mengisi kultum adalah Abdul Aziz Alfuadi dari jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Singkat … Baca tuluyna »
Tulislah pengalamanmu!
Assalaamu’alaikum wr wb Menuliskan pengalaman itu asik lho. Kita bisa ‘merekonstruksi’ kejadian yang pernah kita alami. Kita bisa menceritakan ulang dalam sebuah tulisan. Apalagi jika kita bisa merangkainya dengan jalinan kata dan kalimat yang enak dibaca, mudah dipahami dan memberikan pencerahan kepada pembaca. Banyak orang yang sudah mempraktikkan bagaimana menuliskan pengalaman yang didapatnya, lalu dibagikannya … Baca tuluyna »
Harus mulai dari mana?
Assalaamu’alaikum wr wb Memulai, bagi kebanyakan orang memang berat. Susah. Sulit. Malas. Memulai itu adalah jenis usaha yang memerlukan kekuatan, keteguhan, kesungguhan, juga keyakinan. Itu sebabnya, amat wajar jika ketika memulai suatu pekerjaan setiap orang memiliki caranya sendiri. Hal itu juga bergantung kepada niat dan jenis pekerjaannya. Imam Malik rahimahullah membiasakan untuk terlebih dahulu mandi, … Baca tuluyna »
Untuk apa sih menulis?
Assalaamu’alaikum wr wb Saya pernah mendapatkan pertanyaan seperti judul yang saya gunakan untuk tulisan kali ini. Penanya tersebut menurut saya sudah tepat menanyakan demikian. Why? Karena seharusnya setiap melakukan sesuatu kita memiliki niat dan tujuan yang jelas. Bisa tergambar, bisa dikerjakan, dan bisa menghasilkan serta bermanfaat. Itu sebabnya, sebagaimana kegiatan lainnya, menulis juga pasti ada … Baca tuluyna »
3
Lawanlah, meski dengan menulis
Saat-saat di mana kita tak memiliki tenaga untuk melawan, kita masih bisa menulis. Saat-saat di mana suara kita dibungkam, kita masih bisa menulis. Saat-saat fisik kita dipenjara, kita masih bisa menulis. Lakukanlah perlawanan, meski dengan hanya menulis. Memang, menulis bukan satu-satunya cara untuk melakukan perlawanan, tetapi menulis bisa menjadi satu cara untuk tetap menumbuhkan semangat … Baca tuluyna »
Antara Menulis dan Berbicara
Assalaamu’alaikum wr wb Menulis berbeda dengan berbicara. Menulis setidaknya membutuhkan keterampilan khusus yang harus dipelajari dan senantiasa dilatih. Sementara berbicara mungkin cuma butuh pembiasaan saja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari mata, telinga, dan lidah. Mata untuk melihat gerakan yang dilakukan orang yang akan kita contoh untuk bicara, terutama melihat gerakan mulut dan … Baca tuluyna »
Pendapat para penulis tentang menulis
“Saya suka menulis waktu saya merasa kesal; itu seperti bersin yang melegakan.” [D.H. Lawrence] “Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semuanya habis Anda tuliskan.” [John Steinbeck] “Kita tidak menulis untuk dipahami; tetapi untuk memahami.” [C. Day Lewis] “Di mana pun saya menemukan … Baca tuluyna »
Ngomongin Motivasi dan Mood
Kamu masih memiliki motivasi untuk menjadi penulis? Syukurlah. Itu artinya kamu masih punya modal. Masih semangat juga kan? Oke, itu sudah cukup sebagai trigger (pemicu) untuk merintis jalan menjadi penulis. Kerja keras yang gigih akan memunculkan keseriusan. Banyak penulis beken dan handal saat ini yang berangkat dari bawah. Mereka dengan semangat tinggi akhirnya berhasil meraih … Baca tuluyna »
Posted on September 15, 2011 by trackwahfa
Siapa pun kita, tidak ada yang bebas dari tekanan hidup atau stres.
Bagaimana kita menyikapi atau merespon stres, ternyata sangat membedakan kita satu sama lain.
Ada orang yang mudah mengeluh dan mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup.
Ada pula yang begitu tegar, optimistis, dan memandang tekanan hidup sebagai tantangan yang dapat dihadapi.
Perbedaan ini dapat disebut perbedaan dalam ketabahan menghadapi stres.
Ketabahan hati ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental kita.
Ketabahan hati, keteguhan hati, atau hardiness, merupakan topik yang jarang dibicarakan dalam psikologi.
Untunglah, hal tersebut masih menjadi perhatian sebagian kalangan psikologi, sehingga kita dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai ketabahan hati untuk keperluan praktis dalam menghadapi persoalan hidup.
Ketabahan hati sebagai suatu konstelasi karakteristik kepribadian yang berfungsi sebagai sumber daya untuk menghadapi peristiwa-peristiwa hidup yang menimbulkan stres.
Ketabahan hati sebagai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, sehingga dapat menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna yang menetralkan efek negatif stres.
Ketabahan hati sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres.
Orang yang memiliki ketabahan hati memiliki keberanian berkonfrontasi terhadap perubahan atau perbedaan dan menarik hikmah dari keadaan tersebut.
Daripada berserakan dan terbuang melayang dengan percuma, mutiara-mutiara hati ini kukumpulkan dan kusimpan disini sebagai renungan saat ini dan dikemudian hari.
Semua ini dituliskan dengan spontan saja, baik saat dijalan, dikamar, saat menikmati segelas kopi atau sedan menonton televisi. Saat bangun dari tidur atau saat menjelang tidur. Adakalanya juga salam masalah, melihat matahari terbit, bahkan bisa saja saat dalam kamar mandi!Dan kutambahkan juga mutiara dari sahabat yang berkenan.
Kucoba dan berusaha untuk mengumpulkan sebanyak 365 mutiara, agar bisa dijadikan setahun yang penuh makna.
Semoga…
> Kegagalan itu hal biasa. Kalau aku tidak mau bangkit itu yang luar biasa, karena meremehkan diriku sendiri yang punya kekuatan.
> Aku siap dan berani untuk menghadapi saat harus gagal. Karena setelah itu pasti ada jalan untuk sukses.
> Dengan adanya kegagalan, justru membuat aku semakin kuat dan bergairah pada kesuksesan.
> Tidak ada waktu bagiku untuk meratapi dan menyesali pada kegagalan, capek deeh. . . !
> Aku punya roh kebangkitan, bukan roh yang lumpuh, sebab itu aku takkan tenggelam dalam kegagalan.
> Kegagalan-kegagalan yang datang padaku
semakin akan membuat aku antusias untuk bangkit, karena aku tahu kesuksesan akan segera datang.
# Tuhan. . . Aku percaya saat aku terjatuh dan menderita , Engkau akan datang dan mengangkatku. Terimakasih Tuhan, sebab itu lah sampai hari ini aku tetap dapat berdiri tegak mengadapi kegagalan yang aku alami.
————————————————————–
Minggu Kedua
TANAMKAN KEYAKINAN DIRI
” TIDAK ADA PANDANGAN YANG LEBIH MENYEDIHKAN DARIPADA ORANG MUDA YANG PESIMIS “
~ Mark Twain ~
> Aku pasti dapat dan bisa meraih kesuksesan.
> Aku harus bisa merubah sifat-sifat burukku dengan disiplin.
> Kalau aku ada kemauan, apapun aku bisa .
> Aku tidak akan kalah dan terpuruk , walau seberat apapun masalah yang aku hadapi.
> Setiap langkahku pasti dan percaya diri dalam menghadapi setiap persoalan.
> Aku pasti bisa menjadi pemenang dalam pertarungan hidup ini. Siapa takut!
# Tuhan. . .jadikanlah aku sebagai manusia yang selalu memiliki optimisme dan pikiran-pikiran yang positif dalam setiap langkah hidupku . Aku yakin karena selalu bersamaMU.
————————————————————–
Minggu Ketiga
HARUS PUNYA IMPIAN
” SEMANGAT MANUSIA TIDAK BISA DILUMPUHKAN.JIKA ANDA MASIH BISA BERNAPAS, MAKA ANDA MASIH BISA MEMPUNYAI IMPIAN “
_ mike brown _
• Setiap orang harus punya impian dalam hidupnya, dengan demikian barulah ada semangat dan harapan untuk diraih.
• Impian bukanlah untuk dikhayalkan dan dibicarakan, tapi untuk diraih dan dikejar dengan usaha, ketekunan dan kearifan.
• Walaupun mati dengan impian yang belum tercapai bukanlah bencana, tidak punya impian itulah malapetaka.
• Aku tidak akan pernah pudar semangatnya dalam setiap hal yang aku lakukan.
• Jangan pernah takut dan ragu untuk menggantung impian setinggi-tingginya, walau sampai menjangkau langit.
• Impianku hanya satu! Menjadi pemenang dalam hidupku!
# Tuhan…siapa yang dapat menghalangi…bila Engkau setia dan sumber kekuatanku dan kasihku?.
Tuhan…aku akan terus berjalan bersama Engkau dalam meraih setiap hal yang aku impikan .
————————————————————–
MINGGU KEEMPAT
TINGGALKAN MASA LALU YANG KELAM, UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH
” Masa lalu merupakan sebuah unggun api, bila anda ingin mempelajarinyan sesuatu darinya. Jika tidak, janganlah membuang waktu dengan merenunginya “
_ GEORGE WASHINGTON _
• Jangan pernah untuk meratapi dan menangis masa yang kelam dan yang sudah berlalu.
• Kalau ada kebaikan masa lalu, bawalah dia…tapi tinggalkanlah kalau hanya keburukan.
• Yang sudah berlalu adalah history, biarlah menjadi misteri, jangan catat lagi dalam diari.
• Tinggalkan masa lalu dengan kisah - kisah yang indah sebagai kenangan masa depan.
• Hari ini aku boleh kalah..tapi esok hari adalah hari-hari kemenanganku, dan kau tidak ada kesempatan untuk melihatnya lagi.
• Kutinggalkan beban - beban beratku di hari kemarin untuk menikmati kelegaan hari ini.
# Oh tuhan…biarkan masa laluku yang kelam dan menyedihkan hanyalah kenangan…beri kekuatan hanya hidup untuk masa depan yang lebih cemerlang .
————————————————————–
MINGGU KELIMA
HARUS MAU BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK
” Anda adalah anda saat ini, karena itu yang anda inginkan. Kalau anda ingin berbeda, maka mulai hari berusaha untuk berubah.“
_ FRED SMITH _
• Aku harus menjadi manusia diatas rata - rata dan selalu unggul dan luar biasa.
• Aku tidak perlu untuk merubah orang lain, tapi aku harus mulai merubah diriku untuk lebih baik dan menjadi yang terbaik.
• Tidak ada waktu bagi untuk berhenti belajar dan berintrospeksi diri.
• Aku harus terus - menerus untuk bertekad untuk mencapai kesadaran akan jati diriku yang sejati.
• Berubah dan berubahlah. Jangan takut berubah untuk kehidupan yang lebih baik, walau itu mengandung resiko.
• Menyadari kesalahan dan mau memperbaiki, itulah kebijaksanaan
# Ya Tuhan…kuatkan dan tekadkan hatiku agar mempunyai kesadaran untuk dapat selalu memperbaiki diriku dari waktu ke waktu.
————————————————————–
MINGGU KEENAM
JANGAN PERNAH MENYERAH!
” JANGAN MENYERAH, TERUSLAH MENCOBA!
LEMBAHLAH YANG MEMBUAT GUNUNG TERLIHAT TINGGI “
_ anonim _
• Tak mengapa aku mundur satu langka untuk kemudian maju 10 bahkan 100 langka.
• Ingat!!! Tak ada kesulitan yang dapat membuat aku kalah dan menyerah.
• Aku percaya Tuhan pasti akan mengangkatku ketempat yang lebih tinggi.
• Bahkan tetesan - tetesan air yang kecil dapat melubangi sebuah batu yang besar, kalau itu terjadi terus menerus, Jadi jangan pernah berhenti untuk berusaha.
• Aku tak takut direndahkan dan diremehkan pada saat ini, karena pasti aku akan ditinggikan kemudian.
• Adakah yang dapat membuat aku takut? Kalau aku selalu punya keberanian dalam Kebenaran!
————————————————————–
MINGGU KETUJUH
TIDAK TAKUT GAGAL!
” KEGAGALAN HANYALAH KESEMPATAN UNTUK MEMULAI KEMBALI DENGAN LEBIH PINTAR ”
_ henry ford _
• Gagal ? Siapa takut! Karena ada kegagalan maka akan ada kesuksesan.
• Kegagalan bukanlah kejatuhan, karena itu hanyalah batu loncatan untuk menuju ke tempat yang lebih tinggi.
• Hari ini anda bisa melihat aku gagal. Tapi esok hari pasti tidak ada kesempatan lagi.
• Saat aku mengalami kegagalan, aku tahu sesungguhnya Tuhan ingin aku lebih sukses lagi.
• Kegagalan bukanlah peristiwa yang menakutkan, jadi enjoy saja dan beristirahat sejenak untuk mulai berjuang lagi.
• Dengan adanya kegagalan, maka aku harus lebih berusaha lagi dan itu pasti aku lakukan.
————————————————————–
MINGGU KEDELAPAN
ADA MASALAH, HADAPILAH!!!
” SINGSINGKAN LENGAN UNTUK MELAWAN SELAUT MASLAH, DAN DENGAN DEMIKIAN ANDA AKAN MENGAKHIRI MEREKA “
_ william shakespeare _
• Selagi ada semangat dan kemauan aku pasti dapat meraih kehidupan dan selalu dapat melalui setiap masalah yang datang.
• Aku percaya dalam setiap masalah terdapat pembelajaran yang berharga untuk menjadikan aku lebih kuat.
• Dalam setiap masalah yang aku hadapi, pasti terdapat benih-benih penyelesaiannya, kalau aku mau menemukannya.
• Apapun masalahnya, kalau aku berani menghadapinya, pasti aku akan keluar sebagai pemenang.
• Adakah masalah yang besar? Tuhanku lebih besar, itu pasti…jadi apa yang perlu ditakuti?
• Aku akan mengatakan kepada setiap masalah yang datang padaku : Akan ketendang dan kugenggam kau, hai masalah!
• Apapun masalah hidupku, akan kuterima dengan tenang, bersyukur serta tetap dengan senyuman.
————————————————————–
MINGGU KESEMBILAN
MERAIH MASA DEPAN? KERJAKANLAH!
” Tidak ada sesuatu pekerjaan yang mempunyai prospek yang baik.
Masa depan di tangan orang yang mengerjakannya “
_ GEORGE W. GRANE _
• Percaya dan yakin bila aku menabur, pasti akan menuai. Menabur yang baik akan mendapat yang baik.
Menabur yang buruk, tentu mendapat yang buruk, oleh sebab itu aku akan menabur yang baik saja.
• Setelah aku bekerja keras dan sungguh-sungguh, bukankah pantas untuk mendapatkan upah?
• Selagi aku masih punya semangat dan kemauan tekad, aku pasti meraih hari esok yang lebih baik.
• Aku menciptakan masa depanku, dengan ketekunan dan kerja keras pada saat ini.
• Takdir itu ada dalam genggaman tanganku sendiri.
• Aku pasti punya masa depan yang cemerlang , karena aku tidak pernah berhenti untuk berusaha dan berdoa.
# Tuhanku…aku percaya dengan berkat dan cahaya KasihMu agar aku dapat hidup layak, sejahtera dan damai dalam lindunganMu #
————————————————————–
MINGGU KESEPULUH
JANGAN TAKUT MENGHADAPI HAL YANG BARU!
” UNTUK MENCAPAI SESUATU YANG BELUM PERNAH ANDA CAPAI SEBELUMNYA, ANDA HARUS MENJADI SESEORANG YANG BELUM PERNAH ANDA MENJADI SEBELUMNYA ”
_ John C. Maxwell _
• Aku tak akan bosan dan selalu belajar dan bekerja, karena kebosanan mendatangkan kemalasan dan bencana dalam hidup.
• Seringkali suatu hal itu lebih sulit dalam bayangan dan pemikiran, sedangkan dalam kenyataannya lebih mudah. Jangan buat apa hanya dibayangkan dan dipikirkan?
• Aku tak perlu risau dan takut akan hal - hal yang belum terjadi, buat apa menakuti diri sendiri.
• Aku harus punya cita - cita dan tujuan, karena itu akan membuat aku lebih antusias dan bersemangat.
• Aku menciptakan masa depanku sendiri dengan cita -cita dan impian yang tinggi.
• Bila ada semangat dan kemauan, tujuan itu sudah nyata. Kemauan dan semangat harus ada selalu dalam diriku untuk memenangi pertarungan hidup ini.
• Aku selalu yakin dan percaya, bahwa aku dapat mencapai dan meraih apa yang aku inginkan.
# TUHAN YANG SELALU AKU PERCAYA DAN TEMPAT AKU MENARUHKAN HARAPAN…AKU SELALU PERCAYA AKAN BERKAT - BERKATMU DALAM HIDUPKU YANG MELIMPAH SETIAP SAAT UNTUK AKU RAIH .
————————————————————–
MINGGU KESEBELAS
TIDAK PANIK SAAT GAGAL, TIDAK SOMBONG SAAT SUKSES!
” Kegagalan tidaklah terlalu buruk jika tidak menyerang jantung,
Sukses itu baik - baik saja jika ia tidak sampai ke kepala “
_ GRANTLAND RICE _
• Bagiku gagal itu hal yang biasa saja, Dan sukses itu tidak luar biasa.
• Saat aku gagal, aku menegakkan kepalaku, tapi saat aku sukses…aku menundukkan kepalaku.
• Kegagalan tidak akan membuat aku putus asa, dan kesuksesan tidak akan menimbulkan kesombongan padaku.
• Aku tidak takut pada kegagalan, yang aku takutkan adalah apabila tidak punya kemauan untuk bangkit. Oleh sebab itu, aku selalu meminta semangat dan kemauan dari Tuhan, bukannya dijauhkan dari kegagalan.
• Aku punya moto : Bila gagal, ingatlah tentang kesuksesan, tapi saat gagal, ingatlah akan kegagalan.
• Kesuksesan itu bukan untuk dibanggakan dan dimiliki sendiri, tapi adalah untuk dibagikan.
————————————————————–
MINGGU KEDUA-BELAS
TAK BOLEH ADA PUTUS ASA!
” SESEORANG BELUM BERAKHIR KETIKA IA DIKALAHKAN …..
MELAINKAN KETIKA IA BERHENTI “
_ Richard Nixon _
• Cinta boleh putus, keinginan boleh tak tercapai, harapan boleh musnah, tapi…..putus asa tak boleh ada.
• Aku tidak akan berhenti berusaha dan pantang mundur, sebelum cita-cita dan tujuan ku tercapai.
• Aku boleh miskin dan tak punya apa-apa, tapi aku masih punya pusaka, yaitu semangat dan pantang menyerah.
• Kalau kekalahan itu adalah wajar, namun kalau tidak ada keinginan untuk menang itu yang tidak wajar, oleh sebab itu aku selalu ingin meraih kemenangan.
• Aku tidak akan dan tidak akan pernah untuk menyerah dalam menghadapi setiap percobaan dan rintangan yang datang menghimpit.
• Tuhan adalah sumber kekuatan dan kebangkitanku…apa yang harus aku risau dan takutkan dalam setiap pertarungan hidupku?
# Tuhan…aku akan selalu datang dan bersujud kepadaMu untuk Berkat dan KasihMu yang begitu besar…ajar aku selalu untuk terus berjuang dalam menuju kesuksesan #
————————————————————–
MINGGU KETIGA-BELAS
TEGAK DALAM KESULITAN DAN COBAAN!
” Pohon kayu yang bagus tidak tumbuh dengan mudah, makin kencang angin, makin kokoh pohonnya “
_ JW MARRIOT _
• Untuk mencapai kesuksesan itu perlu ketekunan dan kerja keras untuk meraihnya, dan aku akan melakukannya.
• Sebuah permata baru menjadi berharga dan bernilai tinggi, karena melalui sebuah proses pengasahan yang sulit dan menyakitkan.
• Ada kesulitan, hambatan dan cobaan, barulah ada kemajuan. Jadi berterimakasihlah bila mereka datang padaku!
• Semakin banyak kesulitan dan hambatan adalah hal yang baik dan berguna. Oleh sebab itu mereka tak perlu untuk ditakuti.
• Semua kesulitan dan hambatan yang datang padaku, akan kuterima dengan tangan terbuak dan senyuman, bagaikan seorang kawan lama.
• Agar aku dapat sukses dan menjadi seorang pemenang aku harus kuat dan berani untuk menghadapi semua rintangan. Maju terus, pantan mundur.
# Tuhan…aku selalu menyandarkan diriku padaMu dalam setiap percobaan yang aku hadapi, karena Engkaulah sumber kekuatanku sepanjang masa hidupku .
————————————————————–
MINGGU KEEMPAT-BELAS
LAPANG HATI DAN GEMBIRA
————————————————————–
MINGGU KELIMA-BELAS
TIADA KEBERUNTUNGAN, YANG ADA KERJA KERAS
” BERTEMUNYA PERSIAPAN DAN KESEMPATAN MEMBUAHKAN
HASIL YANG KITA
SEBUT KEBERUNTUNGAN “
_ Anthony Robbins _
• Seorang pemenang selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, bahkan menciptakan kesempatan itu sendiri.
• Sukses harus dirancang dan direncanakan, kemudian ditindak lanjuti dengan kerja keras , kesabaran dan doa tentunya.
• Aku mencari keberuntungan dengan bekerja keras dan tekun setiap hari.
• Aku tidak menunggu datangnya keberuntungan, karena hanya akan menerima kerugian saja.
• Aku harus pandai mencari dan menciptakan kesempatan untuk sukses, bukan dengan menunggunya.
• Aku tidak akan pernah berhenti untuk bekerja keras dan berusaha untuk meraih apa yang aku impiankan.Maju terus pantang mundur!
————————————————————–
MINGGU KEENAM-BELAS
BELAJAR DAN BERLATIHLAH SAMPAI BISA
” Tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Kalau suatu hal orang lain hanya belajar sekali sudah bisa melakukannya.
Kita pun bisa walau harus mencoba 100 kali.
Dan kalau orang lain belajar 10 kali baru bisa, belajarlah kita walau 1000 kali, pasti berhasil.
Masalahnya adalah terletak padasemangat dan kemauan “
_ Nabi Kong Fu Cu _
• Belajarlah dengan tekun.
• Bertanyalah dengan rinci.
• Berpikrlah dengan cermat.
• Belajar segala hal yang belum dipelajari.
• Jangan berhenti sebelum bisa dan paham.
• Harus ada kemauan dan berlatih terus - menerus.
demikian Sabda Sang Nabi.
catatanku : Kata - kata yang luar biasa bagi seorang pemenang, dan harus aku tanamkan dan camkan selalu dalam sanubariku untuk aku terapkan dalam kehidupan sehari - hari dimanapun juga aku berada!
# Tuhan…ajarilah dan ingatkan aku selalu akan semua kata-kata yang aku baca ini untuk menjadi pedoman dalam hidupku, bukan hanya sebatas kata untuk di ingat dan dikutip.
————————————————————–
MINGGU KETUJUH-BELAS
TAKLUKKAN DIRI SENDIRI
” MESKIPUN ORANG BISA MENGALAHKAN SERIBU ORANG DALAM MEDAN PERANG.
IA YANG MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI ADALAH PENAKLUK YANG TERAGUNG ”
_ Buddha Gautama _
# Seorang Pemenang Sejati bukanlah sukses hidupnya dengan meraih gelar, kehormatan dan kekayaan. Tapi ialah ia yang dapat menaklukkan :
• Keinginan-keinginan nafsu, aku harus dapat mengekangnya dengan Kesusilaan dan Rasa Malu.
• Kemarahan, kebencian dan dendam, aku harus dapat mengendalikannya dengan Kasih.
• Keserakahan, aku harus dapat membuangnya dengan rasa Puas Diri,
• Kesombongan, aku harus dapat menahannya dengan kerendahan hati.
• Pikiran - pikiran sesat, dengan membersihkannya dengan menggunakan Hati Nurani.
• Kebodohan batin dengan membuka Pandangan Yang Benar.
# Tuhanku Yang Maha terang..bukakan hatiku dengan menjadi diriku yang sejati, sebagai seorang insan yang dapat menaklukkan dirinya sendiri, menaklukkan sifat-sifat buruk yang ada dalam diriku.
————————————————————–
MINGGU KEDELAPAN BELAS
MENERIMA NASEHAT!
” MAU MENERIMA NASEHAT, PASTI AKAN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SESEORANG “
_ Goethe _
• Nasehat yang baik dari siapa saja harus aku terima dengan hati yang terbuka dan rasa terimakasih.
• Bahkan kritikan pun tak perlu takut untuk didengar dan diterima tanpa penolakan.
• Seorang pemenang adalah mau mengalah untuk mau mendengarkan kata-kata dari orang lain.
• Perbedaan antara orang sombong dan seorang pemenang saat dinasehati adalah :
# orang sombong , ” Wah..saya sudah tahu!”
# Seorang Pemenang, ” Ya..ya..Terimakasih banyak!”
• Bahkan , terimalah nasehat walau dari seorang anak sekalipun dengan kerendahan hati, karena sering Kebenaran datang dari mereka.
• Lebih baik dinasehati daripada tak dipedulikan…Jadi , aku menerima setiap kata-kata nasehat bagaikan sabda-sabda dari para Nabi.
# Tuhan..jangan butakan mata hatiku untuk meneriama kata-kata yang baik, tetapi bukalah hatiku ini atas setiap kata-kata yang datang padaku tanpa melihat siapa yang mengatakan kalau mengandung Kebenaran.
————————————————————–
MINGGU KESEMBILAN BELAS
KEYAKINAN DAN KESABARAN!!!
” KEYAKINAN ADALAH ASAS KEKUATANKU.
ILMU PENGETAHUAN ADALAH SENJATAKU.
KESABARAN ADALAH JUBAH DAN KEBAJIKANKU “
_ NABI MUHAMMAD SAW _
• Kesabaran yang akan menjadikan aku sebagai seorang pemenang, sabar dan sabar sampai pada akhirnya.
• Dalam melakukan setiap hal yang baik dan bermanfaat, aku harus punya keyakinan untuk melakukannya, bahwa aku pasti bisa.
• Sebagai seorang pemenang, janganlah untuk berhenti belajar dan selalu menambah wawasan kapan dan dimana saja.
• Kesabaran memang dapat menyakitkan, tapi pada akhirnya akan mendatangkan kemenangan, aku percaya itu.
• Kalau ada kesabaran pastilah ada kedamaian. Dan aku memilikinya.
• Sabar adalah tahan terhadap hal - hal yang pahit dan menyakitkan. Aku pasti sanggup melakukannya demi kehormatan pada diriku sendiri.
# Tuhan…aku datang padaMu, selalu mohon petunjuk dan mohon pengajaran untuk menjadi insan yang selalu punya keyakinan dan kesabaran dalam perjalanan hidupku ini.
————————————————————–
MINGGU KEDUA PULUH
INTROSPEKSI, HARUS!!!
” … Dalam mengintrospeksi diri, apakah lebih banyak memikirkan kesalahan diri sendiri atau orang lain?….Mengintrospeksi kesalahan diri dan merubahnya, barulah ada kemajuan…”
_ Ci Kong Huo Fo _
• Aku harus membutakan mataku untuk melihat dan menilai kesalahan orang lain, tetapi membuka mata lebar-lebar untuk menatap kesalahan diriku sendiri.
• Aku menjauhkan pikiran - pikiranku untuk menghakimi perbuatan orang lain. Kesalahan bukan untuk dihakimi, tapi diperbaiki.
• Lebih baik memikirkan kesalahan-kesalahan diriku dan memunculkan tekad untuk merubahnya dengan selalu menjaga kesadaran dan pengendalian diri.
• Aku harus berani untuk mengakui kesalahan-kesalahanku daripada hanya bisa menyalahkan kesalahan orang lain.
• Aku menyediakan waktu spesial untuk diriku bertanya dan mencatat kesalahan apa yang aku lakukan hari ini? Lalu membakarkan sebagai sebuah tekad.
• Aku akan berkata dengan lantang, ” Hari ini engkau boleh melihat kesalahanku, tapi esok tiada kesempatan lagi!”
# Tuhanku Yang Maha Memaafkan…aku tidak ingin hanya datang padaMU untuk sebuah permohonan maaf, tapi meminta hukuman atas kesalahan-kesalahanku, agar aku sadar untuk tidak mengulanginya lagi.
————————————————————–
MINGGU KEDUAPULUH SATU
LOMPATAN SANG JUARA!
Disaat aku lemah…roh yang ada dalam diriku berbisik, ” Kamu harus bersemangat dan kuat, mengapa kamu tidak mengenal diri kamu sendiri? Siapakah Dirimu? Kenalilah dirimu, maka kamu akan dapat segera terbang tinggi menembus langit!!!”
Aku tersadarkan, termenung dalam - dalam dan menerawang jauh dibalik awan.
Bahwa aku tidak boleh lemah, terjatuh dalam keluh kesah dan merangkak.
Aku harus bangkit dalam pemikiran dan keterpurukan.
Aku harus menghargai, menghormati dan percaya pada diriku yang begitu luar biasa dan hebat saat diciptakan.
Tak ada alasan untuk menjadi lemah dan tak berdaya.
Walau setinggi gunung masalah dan seluas lautan kesulitan datang padaku.
Disaat ada kwatir dan takut…adalah saat yang baik untuk menjadi kuat dan berani.
Aku tidak boleh mengasihani diriku dengan kesedihan dan mengeluh.
Selalu ada keceriaan dan harapan, itu yang harus aku agungkan.
Ada masalah dan kesulitan…itulah baru ada kehidupan…Lebih dari segalanya, kuhadapi dengan tawa dan keinginan menyelesaikannya.
Aku tahu, aku akan dapat melompatinya dengan sebuah lompatan sang juara, yaitu KEMENANGAN !!!
Demikianlah yang akan aku lakukan…, dari hari ke hari.
31/07.09,taolie, saat begitu banyak masalah dan kesulitan datang.
# Tuhanku…terimakasih, disaat aku lemah dan seakan tak berdaya begini, dan seakan-akan tiada harapan dalam keterpurukan, Engkau membelai dan mengangkat aku…sehingga ada kebangkitan dan gelora untuk melompat melewati hari-hari. Tanpa ada rasa kwatir dan ketakutan yang berlebihan.
————————————————————–
MINGGU KEDUAPULUH DUA
KATEDRARAJAWEN
K
ERJA KERAS AKU LAKUKAN SETIAP HARI
APAPUN BISA AKU LAKUKAN APABILA ADA KEMAUAN
TETAP PERCAYA DAN PUNYA KEYAKINAN
ENTAH SUKA ATAU DUKA AKU TETAP AKAN SELALU BERSYUKUR
DISAAT AKU LEMAH, AKU SELALU MEMINTA KEKUATAN TUHAN
RENCANAKAN DAN MELAKUKAN YANG TERBAIK
APABILA ADA KESALAHAN AKU HARUS BERANI MENGAKUI DAN BERTANGGUNG
JAWAB
RASAKAN SETIAP SAAT, BAHWA AKU INI SEORANG PEMENANG
AKU ADALAH ROH YANG PENUH SEMANGAT
JIWA DAN RAGAKU MENYATU DALAM KEKUATAN
ANTUSIASKU TAK PERNAH HABIS
WAWASANKU SELALU DITAMBAH DARI TAK BOSAN BELAJAR
EMPATI SELALU KUTANAMKAN DALAM HIDUP
NIAT BAIK SELALU ADA DALAM PEMIKIRANKU
————————————————————–
MINGGU KE-23
SIKAP SEORANG PEMENANG!
Akulah pemenang itu! Seorang yang mencari kemenangan tanpa mengalahkan siapapun. Tetapi adalah seorang yang bisa mengalahkan keburukan-keburukan dalam dirinya dengan mengembangkan sifat-sifat dan potensi yang luar biasa yang dimilikinya, yaitu:
Bersikap positip dan berpikiran positip dalam menghadapi setiap masalah dan kesulitan. Bahwa tiada masalah yang terlalu besar untuk diatasi.
Punya keberanian saat-saat ada rasa takut dan tak percaya diri, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dalam melakukan hal-hal yang baik.
Terus bersemangat dalam apapun yang aku lakukan dan dalam suasana yang bagaimana pun. Memang hidup ini menggairahkan!
:-) Penuh kedamaian,tidak mengacaukan pikiran dan tidak panik menghadapi segala persoalan karena memang tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Selalu punya keyakinan, bahwa saya bisa menjadi yang terbaik dan apapun bisa saya lakukan, karena punya kemauan.
Ada harapan, tidak perlu berputus apa, karena aku pasti punya masa depan yang cemerlang.
# Tuhan…sadarkan aku bahwa diatas segalanya dengan 6 sikap pemenang ini yang terpenting adalah yang harus aku miliki lagi adalah kebijaksanaan dan kerendahan hati serta selalu menambah kebajikan.
Selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik tanpa merendahkan kejelekan orang lain.
————————————————————–
MINGGU KE-24
KEGAGALAN ADALAH BENIH KESUKSESAN!
“SETIAP KEGAGALAN MEMBAWA SATU BENIHKESUKSESAN ”
_ NAPOLEON HILL _
Kegagalan itu ada baiknya bagiku agar lebih memacu bersemangat dan kreatif.
Kegagalan itu bukan untuk ditangisi, tapi untuk diperbaiki dan menjadi bahan introspeksi.
Kegagalan adalah sebuah pelajaran dan pembelajaran yang berharga dan bermakna. Aku harus menggalinya.
Tidak ada namanya gagal kalau aku tidak patah semangat tapi mau terus untuk mencoba.
Kegagalan adalah hal biasa. Tidak bisa meraih sukses itu sebuah dosa.
Bila aku gagal aku akan ingatkan diriku, bahwa ini hanya sebuah jalan menuju sukses.
# Tuhan. . . Apabila aku gagal. . Aku tahu Engkau ingin aku lebih berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Oleh sebab itu aku takkan pernah berhenti.
————————————————————–
MINGGU KE-25
KESUKSESAN HARUS DIRAIH!
“Hal paling baik yang datang bersama sukses adalah pengetahuan bahwa kesuksesan itu tidak perlu ditunggu ”
_ LIV ULLMAN _
Datangi lah sarang kesuksesan maka kamu akan menemukan kesuksesan itu.
Aku tekuni setiap pekerjaan, karena aku ingin jadi manusia yang sukses.
Pekerjaan apa pun bisa membawa kesuksesan kalau di tekuni sepenuh hati.
Apakah mungkin bintang jatuh dari langit? Lebih baik terbang dan gapailah bintang itu.
Setiap manusia itu pantas dan wajib sukses dalam hidupnya.
Sukses itu dapat diraih kapan saja dan pasti bisa.
# Tuhan. . . Berkat dan kasihMU begitu besar telah Engkau sediakan setiap saat . . Tolong aku untuk meraihnya.
————————————————————–
MINGGU KE-26
SIAP MENGHADAPI KESUKARAN
” HADAPILAH SEGALA KESULITAN DENGAN JIWA YANG TENANG. PEKERJAAN SEKECIL APAPUN HARUS DIKERJAKAN DENGAN PENUH PERHATIAN, KARENA HAL - HAL YANG KECIL ITU YANG BISA MENYEBABKAN HAL - HAL YANG BESAR “
_ LAO TZE _
• Seorang pemenang penampilannya tenang…tapi dalam jiwanya bergelora penuh semangat.
• Apapun kesulitan dan masalah yang datang, aku terima..tanpa rasa panik, karena aku selalu berkeyakinan apa ada jalan keluar.
• Aku tidak boleh merendahkan hal - hal atau pekerjaan yang kecil, aku harus selalu penuh perhatian dan konsentrasi.
• Kalau ada ketekunan untuk melakukan hal - hal yang kecil, suatu saat pasti akan mendapatkan hal yang besar, dan aku percaya!
• Aku boleh melakukan hal yang kecil…tapi aku selalu berjiwa besar.
• Aku harus memiliki ketenangan hati, karena itu akan membuat damai hidupku.
# Tuhanku Yang Maha Tenang..mohon pengajaranNya untukku ..agar dalam masa-masa kesulitan ini…aku selalu dapat dan siap untuk menjalani tanpa mengganggu pikiranku.
————————————————————–
MINGGU KE-27
SEGALANYA MUNGKIN,KALAU YAKIN!
” TIDAK MUNGKIN, ADALAH KATA YANG HANYA AKANMUNCUL DARI KAMUS ORANG BODOH ”
_Napoleon Bonaparte _
> Segalanya hal adalah mungkin, tak ada yang mustahil untuk dilakukan.
> Apapun bisa aku lakukan, karena aku punya keinginan, semangat dan juga tekad.
> Aku percaya kalau kemukjizatan itu ada dan nyata, kalau aku mau bekerja keras, tanpa henti berusaha dan tentunya selalu berdoa.
> Tidak bisa mencapai bintang bukanlah suatu hal yang memalukan, tidak punya keinginan menggapai bintang, itulah yang memalukan!
> Apa yang dipikirkan , itulah yang seringkali didapatkan. Aku adalah apa yang aku pikirkan.
> Aku selalu optimis dalam setian hal yang aku hadapi.
# Tuhan. . . Aku selalu percaya didalam iman ku padamu. Tidak ada hal yang tidak mungkin. . . Karena Engkaukah sumber segala kemungkinan itu. . .
MINGGU KE-28
KASIH…PELITA HIDUPKU!
” Kasih itu sabar; Kasih itu murah hati; Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri; Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain ”
_ YESUS KRISTUS _
1 korintus 13 : 4 - 5
@ Apapun perlakuan dan sikap orang lain padaku aku tak peduli, yang penting aku harus tetap mengasihi mereka.
@ Aku harus bisa memberikan dan mempersembahkan yang terbaik pada orang lain.Aku membiarkan cinta tanpa pamrih tumbuh dalam hatiku.
@ Aku harus percaya bahwa dengan kerendahan hati maka pada akhirnya akan ditinggikan.
@ Sebagai manusia yang bermartabat, aku harus dapat menjaga sikap dan tingka lakuku setiap saat.
@ Aku harus dapat mementingkan orang banyak daripada kepentingan orang banyak.
@ Aku harus dapat memadamkan api amarah dan mengendalikannya, sebelum ia membakarku
@ Aku harus mempunyai hati yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain.
# Tuhanku. . . Begitu indah dan sungguh mutiara yang tak ternilai SABDA - SABDAMU . Biarkanlah terbawa dan tertanam dalam relung hati untuk menjadi dalam hidup sehari - hari.
————————————————————–
MINGGU KE-29
TERBANG TINGGI, MENEMBUS LANGIT
” JIKA KAMU DIBERIKAN SAYAP UNTUK TERBANG TINGGI, LALU MENGAPA KAMU MERANGKAK SEPERTI SERANGGA? ”
~ Khalil Gibran ~
* Aku harus menjadi yang terbaik, selalu keluar sebagai seorang pemenang dalam setiap pertarungan hidupku.
* Aku harus bisa terbang tinggi _ cita - citaku harus tinggi, bukan hanya setinggi langit, tapi sampai menembus langit!
* Jangan pernah aku meremehkan dan merendahkan diriku sendiriku yang luar biasa ini. Ya. . Memang luar biasa!
* Aku harus yakin dan percaya, bahwa aku dilahirkan sebagai seorang pemenang.
* Aku harus selalu punya keinginan dan harapan akan masa depanku yang cemerlang.
* Aku harus selalu punya pemikiran - pemikiran yang besar dan luas.
# Tuhan. . . Engkau Yang Maha Tinggi. . . Aku percaya Engkau akan meninggikan setiap umatMU yang mau berusaha dan bekerja keras dalam hidupnya.
————————————————————–
MINGGU KE-30
MUTIARA HATIKU
————————————————————–
MINGGU KE-31
SABAR dan KETABAHAN
# Apapun penderitaan boleh kualami , aku selalu memotivasi diriku untuk bangkit…kubaca dan kutanamkan dalam lubuk hati kata - kata mutiara dan bijak sebagai pedoman untuk membangkitkan.
————————————————————–
MINGGU KE-32
Sabar Menanggung. . .
Saat aku tidak berbuat kesalahan tapi disalahkan,menuduh, atau menjelekan kamu, apa yang harus aku lakukan?
Tanpa penjelasan apapun dan aku hanya dapat untuk berusaha diam dan sabar untuk menanggung semua itu. Karena kebenaran adalah tetap kebenaran . Apabila aku melakukan hal yang benar tetapi disalahkan, buat apa takut, karena pada akhirnya kebenaran itu akan hadir.
Yang lebih benar lagi adalah aku harus mengasihi orang yang berbuat kesalahan dengan menyalahkanku, memaafkan dan mendoakannya.
Apabila aku sudah melakukan suatu hal yang benar, komentar dan penilaian apapun dari orang lain, janganlah untuk di komentari. Terimalah dengan hati yang tersenyum. . . Damai dalam hati!
# Tuhan. . . Tolonglah aku, agar selalu dapat menanggung beban apapun didalam namamu dan munculkan selalu hati yang mengasihi.
————————————————————–
MINGGU KE-33
AKU ‘BERKUASA’ ATAS HIDUPKU
” TIDAK ADA YANG BISA MEMBUAT ANDA KECIL TANPA IZIN DARI ANDA “~Eleanor Roosevelt ~
> Tidak ada yang dapat menghalangiku untuk menempuh jalan kesuksesan.
> Aku berkuasa atas hidupku sendiri, aku menjadi apa yang aku mau.
> Jangan pernah meremehkan dirimu sendiri, karena orang lain akan ikut meremehkanmu juga.
> Kalau ingin menjadi orang besar, lakukanlah hal-hal yang besar.
> Orang besar tidak akan menjadi kecil oleh hinaan dan cacian dari orang lain.
> Tidak ada yang bisa mengalahkanku, karena Tuhan sumber kekuatanku!
# Tuhan. . . Berkati dan cahayai aku, agar menjadi pemenang dan selalu menjadi orang besar dalam hidupku.
————————————————————–
MINGGU KE-34
KESUNGGUHAN, AKAR KESUKSESAN
” TIDAK ADA KEBERHASILAN YANG ABADI TANPA KESUNGGUHAN ” ~ Anthony Robbins ~
> Setiap saat adalah waktu untuk berjuang dan bertumbuh.
> Aku akan berusaha sampai kesuksesan itu menjadi pendamping hidupku.
> Siapapun yang ingin hidup, harus sungguh-sungguh menjalani hidupnya.
> Kesuksesan itu harus diperjuangkan sepanjang waktu.
> Hidup sampai tua, belajar sampai tua, begitulah motto hidupku.
> Tekun, kerja keras, dan antusias, inilah 3 permata ku menuju sukses.
# Tuhan. . . Berkati dan tanamkan kedalam hatiku jiwa yang selalu ingin menjadi pemenang dalam setiap apa yang aku kerjakan.
————————————————————–
MINGGU KE-35
HIDUP HARUS BERARTI
> Setiap detik dari waktu adalah berharga bagai butiran berlian.
> Aku menghargai setiap momen-momen kehidupan agar menjadi bermanfaat.
> Kalau aku ingin hidupku berharga, aku harus menghargai waktu hidupku dengan sungguh-sungguh.
> Setiap manusia diciptakan pasti ada tujuan dan gunanya. Aku harus berguna.
> Hidupku mesti berarti dan wajib menjadi seorang pemenang.
> Tinggalkan catatan hidup yang berkesan saat kematian menjemput.
# Tuhan. . . Jadikanlah aku menjadi makhluk yang berguna bagi kehidupan ini, agar mampu jadi manusia yang pantas hidup dimuka bumi ini.
————————————————————–
MINGGU KE-36
JALAN MENUJU SUKSES, SABAR!
* Perjuangkanlah dan tuntutlah kesuksesan, karena itu adalah hak kita.
* Aku menabung kerja keras dan ketekunan didalam kesabaran untuk menanti kelimpahan.
* Tidak ada kesabaran, maka kesuksesan akan menjauhi.
* Bertahanlah dalam kerja keras, suatu saat kesuksesan pasti akan datang juga.
* Kesuksesan tidak sama dengan mie. Mie bisa dibuat jadi instan, kesuksesan tidak.
* Aku melaksanakan tugas sebaik-baiknya pada saat ini, karena itu persiapan terbaik untuk masa depan.
# Tuhan….
Berkati aku setiap hari agar aku hidup dalam semangat dan RohMU untuk selalu bekerja keras dalam kegairahan.
————————————————————–
MINGGU KE-37
RAIH SETIAP KESEMPATAN BAIK
” ADA BANYAK CARA UNTUK GAGAL, DAN TAK PERNAH MENGAMBIL KESEMPATAN ADALAH CARA GAGAL YANG PALING BERHASIL “
_JHON C. MAXWELL_
> Saat diberi peluang dan kesempatan jangan pernah untuk menolak.
> Jangan pernah meremehkan atau melakukan hal-hal yang kecil, sebab itu adalah benih-benih untuk sukses.
> Seringkali kesempatan baik itu tidak datang untuk kedua kali.
> Jangan membuang peluang untuk sukses didepan mata, tapi mencari kegagalan di tempat yang jauh.
> Kesempatan itu selalu ada kalau mau diciptakan.
> Jangan hanya menunggu datangnya kesempatan baik, tapi carilah kesempatan baik itu.
#Tuhan..Engakaulah yang selalu menyadarkanku untuk setiap kesempatan baik yang harus aku raih dengan memperjuangkannya.
————————————————————–
MINGGU KE-38
SELESAIKAN SEKARANG JUGA!
~ BENJAMIN FRANKLIN ~
> Selagi ada yang masih perlu dikerjakan, aku takkan berhenti untuk menyelesaikan.
> Kerjakan sekarang juga, seakan-akan esok akan kiamat.
> Tidak boleh ada kamus “nanti lagi” dalam hidupku.
> Aku menjadikan hari ini dengan tidak meninggalkan beban pada esok hari.
> Aku akan selalu fokus pada tugas dan masalah setiap hari. Tuntaskan dan bereskan!
> Kemarin adalah masa lalu. Esok adalah mimpi. Jadi hiduplah pada hari ini dengan apa yang aku bisa kerjakan sebaik-baiknya.
# Tuhan. . . Berikan kekuatan dan keinginan agar aku selalu bekerja dan melakukan sesuatu dengan penuh semangat dan segenap hati. Sehingga apa yang aku lakukan tidak menimbulkan masalah.
————————————————————–
MINGGU KE-39
————————————————————–
MINGGU KE-40
MENATAP HARI ESOK YANG PENUH HARAPAN
widget widgeo
# Walaupun kemarin dan hari ini, hari-hariku penuh dengan penderitaan dan kesesakan… Tetapi langkahku pasti dan penuh keyakinan untuk menuju hari esok.
Tiada keluh kesah, hanya yang ada doa…akan sebuah kepastian akan Hari Esok Yang Lebih Baik dan Penuh Harapan!
MINGGU KE-41
7 PRINSIP UNTUK MOTIVASI
1. Aku harus bertindak bahwa apa yang akan aku lakukan adalah hal yang menyenangkan.
2. Aku harus berubah, bahwa kemalasan itu tidak pantas aku miliki. Kemalasan adalah jalan menuju kebodohan dan kegagalan.
3. Keberhasilan hanya akan di dapat, kalau aku punya kemauan dan semangat.
4. Aku harus kreatif, bebas untuk berkarya . Berkarya secara terus menerus.
5. Aku juga bisa untuk menghargai dan memberikan pujian pada diri sendiri atas kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan.
6. Bahwa setiap masalah yang aku hadapi, pasti dapat aku atasi dan ada jalan keluarnya selagi aku mau berusaha mencari dan menemukannya.
7. Jangan mengikuti pemikiran-pemikiran, tapi aku mesti mau untuk terbuka mendengarkan pendapat dan dorongan dari orang lain.
Biarkan prinsip-prinsip di atas, menjadi pedoman bagiku, uuntuk selalu termotivasi menuju jalan menjadi seorang pemenang.
————————————————————–
MINGGU KE-42
OPTIMISLAH, OK?!
” TIDAK ADA PANDANGAN YANG LEBIH MENYEDIHKAN DARIPADA ORANG MUDA YANG PESIMIS “
~ Mark Twain ~
> Aku pasti dapat dan bisa meraih kesuksesan.
> Aku harus bisa merubah sifat-sifat burukku dengan disiplin.
> Kalau aku ada kemauan, apapun aku bisa .
> Aku tidak akan kalah dan terpuruk , walau seberat apapun masalah yang aku hadapi.
> Setiap langkahku pasti dan percaya diri dalam menghadapi setiap persoalan.
> Aku pasti bisa menjadi pemenang dalam pertarungan hidup ini. Siapa takut!
# Tuhan. . .jadikanlah aku sebagai manusia yang selalu memiliki optimisme dan pikiran-pikiran yang positif dalam setiap langkah hidupku . Aku yakin karena selalu bersamaMU.
————————————————————–
MINGGU KR-43
BERPIKIR POSITIF
~ John D. Rockeffller ~
> Aku selalu siap terhadap setiap masalah dan kesulitan, karena yakin dapat menghadapi dan menyelesaikannya.
> Aku selalu melihat setiap masalah dari sisi positifnya. Karena itu indah.
> Aku selalu berani menghadapi setiap persoalan hidup dengan jiwa yang besar dan penuh rasa optimis.
> Jangan pernah mengeluh, walaupun hal yang aku alami mengecewakan.
> Aku percaya bahwa dalam setiap kemalangan dan kesulitan hidup, pasti ada pembelajaran yang dapat diambil.
> Seringkali dibalik penderitaan yang aku alami, justru banyak hal yang harus disyukuri.
# Tuhanku. . Aku percaya Engkau selalu menyediakan kesempatan yang terbaik untuk diriku, dan hal yang terbaik selalu akan aku dapatkan, sekalipun itu dalam kemalangan.
————————————————————–
MINGGU KE-44
DIKERJAKAN PENUH PERHATIAN
Tao Te Cing :
Work with no strings attached. Do not expect rewards. Be willing to taste unpleasant.
Notice the small things. And do not pooh-pooh a bit. Be prepared to face any difficulties. Great difficulty, came from things small. Like all things great, everything starts small. Face all difficulties with a calm spirit.
Matter how small the job should be done with full attention, because the things that little can lead to things that are great.
He is wise not to pursue a big thing, but he still is a great success ……
Bekerjalah tanpa pamrih. Janganlah mengharapkan imbalan. Bersedialah untuk mencicipi yang tidak enak.
Perhatikan segala sesuatu yang kecil. Dan jangan menganggap enteng yang sedikit. Bersiaplah untuk menghadapi kesulitan kapan saja. Kesulitan besar, berasal dari hal-hal yang kecil. Sebagaimana segala sesuatu yang besar, berawal dari segala sesuatu yang kecil. Hadapilah segala kesulitan dengan jiwa yang tenang.
Pekerjaan sekecil apapun harus dikerjakan dengan penuh perhatian, karena hal-hal yang kecil itu yang bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang besar.
Ia yang bijak tidak mengejar hal yang besar, tetapi Ia tetap juga meraih keberhasilan yang Besar……
————————————————————–
MINGGU KE-45
AKU LUAR BIASA
Kita sebagai manusia..sesungguhnya adalah makhluk yang luar…mempunyai sebuah kekuatan yang SUPER, dapat melakukan apa saja. Tetapi yang lebih utama , melakukannya untuk Kebaikan. Tidak menyalahgunakan kekuatan yang dimiliki.
Tuhan…Kuatkan aku selalu untuk dapat tumbuh menjadi seorang manusia yang luar biasa bagi kehidupan ini, Dimana dapat memberikan arti yang sesungguhnya mengapa aku hidup di dunia ini.
” LAKUKAN APA YANG ANDA MAMPU. DENGAN APA YANG ANDA MILIKI “
~ Theodore Roosevelt ~
> Kalau ada kemauan, walaupun harus mengalami kegagalan, tapi akhirnya pasti bisa.
> Hidupku harus berguna dan bermanfaat untuk melakukan hal yang baik.
> Aku harus selalu melakukan yang terbaik , itulah jalan untuk sukses.
> Setiap ada kesempatan untuk berbuat baik, gunakanlah.
> Setiap orang pasti punya kemampuan yang menjadi yang terbaik dalam hidupnya.
> Percayalah, siapa pun dia, kalau ada niat dan ketulusan pasti Tuhan akan membantu .
# Tuhan. . . Berikan aku kekuatan untuk menjalani hidup ini. . . Agar aku menjadi pemenang yang dapat memberi manfaat dan inspirasi kepada orang lain.
————————————————————–MINGGU KE-47
BANGKITLAH SEGERA, SAAT TERJATUH!
~ BILLI PS. LIM ~
> Kegagalan itu hal biasa. Kalau aku tidak mau bangkit itu yang luar biasa, karena meremehkan diriku sendiri yang punya kekuatan.
> Aku siap dan berani untuk menghadapi saat harus gagal. Karena setelah itu pasti ada jalan untuk sukses.
> Dengan adanya kegagalan, justru membuat aku semakin kuat dan bergairah pada kesuksesan.
> Tidak ada waktu bagiku untuk meratapi dan menyesali pada kegagalan, capek deeh. . . !
> Aku punya roh kebangkitan, bukan roh yang lumpuh, sebab itu aku takkan tenggelam dalam kegagalan.
> Kegagalan-kegagalan yang datang padaku
semakin akan membuat aku antusias untuk bangkit, karena aku tahu kesuksesan akan segera datang.
# Tuhan. . . Aku percaya saat aku terjatuh dan menderita , Engkau akan datang dan mengangkatku. Terimakasih Tuhan, sebab itu lah sampai hari ini aku tetap dapat berdiri tegak mengadapi kegagalan yang aku alami.
————————————————————–
MINGGU KE-48
TERUS BERUSAHA! JANGAN MENYERAH!
“TIDAK PEDULI ITU TENTANG APA, BILA SUDAH MULAI MENGERJAKANNYA DAN BELUM BERHASIL, JANGAN MENYERAH!
~ William Shakespeare ~
* Seorang pemenang itu, akan terus berusaha dan berjuang sampai kepada tujuannya.
* Aku selalu ingat akan kisah kelinci dan kura-kura. Kura-kura bisa keluar sebagai pemenang hanya karena KETEKUNAN yang ia miliki.
* Aku tidak akan berhenti, walau harus gagal berkali-kali untuk meraih tujuanku.
* Sebelum nafas ini berhenti. . Pasti masih ada harapan untuk sebuah kaesuksesan.
* Dalam kamus hidupku, tidak ada kamus yang namanya MENYERAH!
* Aku akan bertahan sampai pada kesudahan, dalam segala kesulitan dan penderitaan. Karena pada akhirnya akan berhasil juga.
# Tuhan . . . Engkaukah Inspiratorku didalam setiap apa yang aku lakukan. Sehingga gairahku tak pernah terputus.————————————————————–
MINGGU KE-49
MAMPU MENANGGUNG SETIAP KEADAAN!
“BARANGSIAPA MEMILIKI SATU ALASAN UNTUK HIDUP, DIA BISA MENANGGUNG HAMPIR SETIAP KEADAAN “
~ Friedrich Nietzsche ~
@ Kalau dalam hidup ini aku punya tujuan, maka aku akan terus berusaha dan tidak akan terjatuh.
@ Kalau aku sudah dilahirkan , berarti aku harus berani untuk hidup dalam keadaan apapun.
@ Dalam kesulitan dan penderitaan, aku selalu berpikir, bahwa aku pasti punya harapan dan bisa menjadi pemenang, kalau memang aku mau terus bertahan.
@ Bila aku punya iman , pasti aku selalu punya kekuatan walau dalam penderitaan.
@ Jangan pernah menyerah dan putus asa. Hidup harus dijalani dengan perjuangan tanpa putus.
@ Cintailah hidup ini, seperti perasaanku saat mencintai seorang gadis pujaan, dan tergila-gila padanya.
# Tuhan. . . Engkaulah sumber kekuatan dan semangatku. Engkau yang menghidupi dan Engkau pula yang memutuskan hidup, aku selalu bersandar padaMU.
————————————————————–
MINGGU KE-50
————————————————————–
MINGGU KE-51
FOKUS PADA TUJUAN, MAKA RINTANGAN HILANG
“RINTANGAN ADALAH HAL YANG MENAKUTKAN YANG ANDA LIHAT KETIKA ANDA MENGALIHKAN PANDANGAN DARI TUJUAN ANDA “
~ Henry Ford ~
> Aku harus fokus kepada tujuan yang telah akan buat, dan itulah yang menjadi perhatianku bagaimana untuk mencapainya.
> Seringkali rintangan terbesar itu datangnya karena aku terlalu memikirkan dan membayangkan kesulitannya.
> Adanya rintangan membuat aku lebih fokus lagi pada tujuanku untuk lebih bekerja keras dan tekun.
> Punya cita-cita setinggi langit, bukanlah hal yang menakutkan, bila tidak punya cita-cita bolehlah aku merasa takut.
> Targetku pasti, apapun yang aku lakukan harus berhasil dan membawa kemenangan.
> Aku tidak takut dan gentar walau pun rintangan itu setinggi gunung dan sedalam lautan. Karena semangatku setinggi langit dan sedalam samudra.
# Tuhan. . . Ijinkanlah aku untuk selalu bersemangat dan selalu bersamaMU saat-saat kesulitan datang. Biarkan kebimbangan hilang tatkala aku ingin menggapai tujuan hidupku sebagai seorang pemenang. Ijinkan aku menggenggam erat-erat tanganMU selalu
MINGGU KE-52
KONSENTRASI PADA TUJUAN
“KONSENTRASILAH TERHADAP APA YANG ANDA LAKUKAN. SEGALA SESUATU TIDAK AKAN BERHASIL SAMPAI ANDA MENDAPAT SEBUAH FOKUS ”
~ Alexander Graham Bell ~
// Tujuanku pasti, bahwa aku harus berhasil dalam hidupku menjadi insan seutuhnya.
// Tetapkan sebuah tujuan, dan kerahkan seluruh pemikiran untuk bagaimana meraihnya.
// Memang banyak hal yang harus aku lakukan, tapi aku selalu fokus menyelesaikannya satu demi satu.
// Dalam bekerja , terapkan rencana, lalu ambil langkah yang pasti.
// Dalam melakukan segala pekerjaan, kuanggap sebagai sarana untuk meditasi. Hidup adalah meditasi.
// Apapun yang aku kerjakan, gunakan pikiran dan hati sepenuhnya.
# Tuhan. . . Terangilah hati dan pikiranku agar aku selalu dapat sepenuh hati dan tak pernah ragu dengan apa yang harus aku lakukan.