Selasa, 13 November 2012

BERANIKAH ANDA MENULIS?


Membaca merupakan kegiatan mendapatkan makna yang sengaja disampaikan oleh penulis buku. Saya membaca buku tentang Keberanian Hiasan Pribadi karya Sumantri Mertodipuro. Saya sangat termotivasi untuk mengembangkan dalam bentuk tulisan. Saat ini juga saya untuk menulis dengan dasar pembahasan tentang keberanian tersebut. Keberanian mencoba menulis saat ini juga, bukan keberanian layaknya para jawara ingin unggul dalam adu fisik.
Memang saya waktu kecil mengidolakan film-film silat, apabila sang jagoan menang dalam perkelahian, saya merasakan seolah-olah saya sebagai pelakunya. Hanya film-film saja yang menjadi kegemaran saya sejak kecil, bahkan sampai saat ini. Bahkan sudah saya mengikuti olah raga yang menitik beratkan tenaga fisik. Masuk latihan silat dan karate tetapi tidak sampai tuntas.
Dalam hati ada rasa kurang mengena, beralih ke latihan olah raga tenis meja, sempat menjuarai tingkat kecamatan. Ikut bertanding di luar kecamatan sambil mengantar kepala sekalah yang mutasi menjadi Pengawas TK/SD, saya kalah. Dalam perasaan hanya itulah kepuasan saya? Mulai saya beralih ke kegiatan membaca yang sudah lama ditinggalkan karena rasanya kurang bermanfaat secara finansial. Buku-buku yang sudah saya miliki dimasukkan ke dalam lemari, banyak yang rusak.
Alasan saya meninggalkan membaca adalah karena tidak menghasilkan sesuatu yang lebih berharga. Tidak menambah penghasilan secara finansial. Namun setelah saya membaca informasi di internet tentang kaitan membaca dan menulis menurut Pak Hernowo, saya terinspirasi untuk membaca kemudian menuliskan apa yang saya baca. Sungguh mulai saat itu saya rajin menulis. Apalagi setelah saya mempunyai netbook. Lebih aktif dari pada sebelumnya ketika masih menulis dengan pulpen di atas buku tulis.
Ditambah saya membaca buku tentang Keberanian Hiasan Pribadi, penulisnya Pak Sumantri Mertodipuro, padahal buku tersebut sudah dibeli tahun delapan puluhan. Saya baca dan saya ikat dengan menuliskannya. Sesuai apa yang disarankan oleh Pak Hernowo bahwa membaca harus diikat dengan menulis. pendapat beliau sangat mempengaruhi hati dan pikiran saya. Terjadi keajaiban dalam menulis saya sangat antuasias, dalam waktu singkat Alhamdulillah sudah mampu menulis sampai empat puluh judul artikel. Padahal sebelumnya saya untuk menulis satu judul juga kewalahan, sampai berminggu-minggu.
Apalagi ada buku yang menggugah keberanian dalam bertindak untuk menulis. berani menulis yang ada di otak saya, walaupun tulisan saya masih jauh dari sempurna. Saya sangat suka belajar dari kesalahan menulis. akan saya jadikan pengalaman yang paling berharga kesalahan yang pernah saya perbuat. Agar tidak melakukan kesalahan menulis yang kedua kalinya saya menulis. Dalam pikiran saya ada perasaan salah apabila tidak menggunakan perasaan berani dalam mencoba untuk menulis ini.
Apabila di dalam diri saya masih ada rasa takut berarti dalam diri saya masih ada penghalang untuk maju. Rasa takut sangat memperlambat kesuksesan dalam menghadapi apa saja. Dalam diri saya harus ada sikap percaya diri sebagai sendi keberanian. Menyukai risiko dari pada selalu menghindainya. Di dalam diri saya percaya ada tenaga potensial yang bisa mengatasi keletihan. Konsentrasi juga bangkit dengan adanya keberanian mencoba hal-hal yang baik. Tentu keberanian yang berintikan kebenaran.
Dalam buku Keberanian Hiasan Pribadi ada kalimat yang berbunyi Manusia yang berani, manusia yang tabah, manusia yang kuat menderita tak lekas putus asa, sanggup menyelesaikan apa yang telah diputuskan untuk dikerjakan. Yang telah saya putuskan seperti mulai saat ini saya akan menulis lebih banyak dan berkualitas, harus benar-benar terjadi. Dalam waktu singkat saya harus mampu menulis dan menulis.
Menulis harus saya jadikan kebiasaan dan kebiasaan menjadi karakter. Saya ingin berkarakter baik yang mampu menulis yang berkarakter lagi. Dalam mengerjakan apa yang sudah saya putuskan pasti mengandung risiko besar maupun kecil. Saya merasakan bahwa tanpa keberanian mengahadapi risiko hidup saya kurang sukses. Menjadi manusia rata-rata bergerak lambat. Dalam hidup hanya mengandalkan uang gaji saja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Setelah tiba anak-anak kuliah dan saya juga kuliah, terasa parah sangat parah, utang di mana-mana dalam jumlah yang besar.
Dengan upaya menulis ini semoga termasuk orang yang banyak mengambil risiko, banyak waktu untuk menulis, tetapi saya merasa nikmat dengan risiko teresebut. Risiko yang berdampak kabaikan, selalu berada dalam printah Allah, saya dan anak-anak bisa mengikuti kuliah. ada yang sudah menjadi sarjana dan bekerja yang lebih unggul di antara teman-temannya. Ini juga sudah pasti ada risiko tetapi ada dampak positifnya.
Saya tidak mau mengulangii kesalahan yang kedua kalinya, terlalu hati-hati malah berisiko berat. Terlalu hati-hati ternyata tidak pernah membawa saya maju. Ternyata risiko berat bisa membuat diri saya berenergi dari dalam diri. Energy yang bisa saya rawat dengan daya-daya rohani. Yang menjadikan energy dari dalam adalah jika saya berpikir tentang keindahan, kehidupan, keberanian, kebahagiaan, kebaikan, keberhasilan, keselarasan, pengabdian kepada orang banyak, dan perasaan syukur yang mendalam kepada Allah.
Setelah banyak menulis saya menambah kekuatan konsentrasi dalam membaca dan menulis. terutama konsentrasi pada keberanian. Keberanian untuk memiliki hasrat, kebangunan, kesejahteraan, kemajuan, kegembiraan, dan kebahagiaan. Walaupun belum saya miliki semuanya, maka tetap hal itu harus menjadi milik saya. Mengembangkan hasrat menulis agar saya bisa bangun dari keterpurukan. Menjadi orang yang sejahtera lahir dan batin, menjadi orang yang maju dalam segala bidang sehingga bisa bermanfaat kepada diri sendiri dan orang lain.
Yang dirasakan hanya kebahagiaan luar dan dalam. Kebahagiaan dengan pikiran-pikiran positif dan optimis dalam berbagai situasi dan kondisi. Itulah yang harus saya rintis sejak sekarang. Pikiran positif dan optimis dalam bertindak tegas dan cepat. Ketegasan dan kecepatan yang tentu melalui proses yang panjang sejak dulu yang telah dan sedang saya lewati. Apa yang bisa saya kerjakan sekarang, ya sekarang juga saya kerjakan.
Betapapun beratnya risiko dan masalah yang saya hadapi, semoga menjadi bahan penguat diri saya. Segala kesukaran yang menimpa diri saya dan keluarga bisa membuat saya sekeluarga orang yang kuat, tahan tempaan dan tahan bantingan. Sebagaimana kue yang dibuat melalui proses tempaan yang sangat kuat, bisa bermanfaat bagi orang banyak. Apa bedanya dengan diri saya? Dengan banyak kesukaran yang telah dan sedang diterimanya, bisa menguatkan diri saya.
Perjalanan hidup saya masih panjang, belum selesai sepanjang hayat dikandung badan, masalah dan cobaan masih ada. Tinggal kita siap dan tidaknya untuk menjadi orang kuat. Kuat dalam arti tetap merendah di hadapan allah. Kuat bukan untuk menjadi orang sombong, tetapi kuat untuk menjdi orang penuh tawakkal kepada Allah. Dalam perjalanan yang cukup panjang ini, saya jangan putus harapan dari rahmat Allah yang sangat berlimpah ini.
Pada intinya saya harus memiliki tiga tenaga dalam menghadapi hidup yang tidak mengenal belas kasihan kepada orang-orang lemah, sementara kepada orang-orang kuat seperti yang baik. Tiga tenaga yang saya maksud yaitu daya karya, daya cipta, dan daya laksana. Daya karya untuk melaksanakan setiap pekerjaan dan perbuatan positif yang mengesankan. Kesehatan berkembang, dan sikap makin tenang walaupun saya seperti tidak menentu dalam menggunakan tenaga tersebut.
Kita gunakan daya cipta yang bisa disebut akal yang merupakan pengatur dan pengarah melalui jalan-jalan yang tertentu. Dengan daya cipta kita bisa memimpin dunia dan alam. Akal bukan untuk merenung dan mereka-reka yang bukan-bukan, tidak menentu, kurang digunakan untuk hal-hal yang benar, indah, baik dan bermanfaat. Daya cipta yang mengatur daya karya. Sangat memberi kekuatan diri saya.
Dari daya karya dan daya cipta, kita bisa menggunakan daya laksana. Dengan daya laksana menjadi perbuatan-perbuatan yang rapid an menghasilkan karya-karya terbaik yang bisa saya banggakan. Sekali lagi tentang ketiga tenaga dijelaskan, sebagai berikut: daya kerja adalah tenaga kekuatan untuk melaksanakan pekerjaan dan perbuatan. Kemudian saya pikirkan dengan kekuatan daya cipta atau daya pikir.
Di mana letak kelebihan dan kekurangan dari perbuatan dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Yang kurang untuk diperbaiki dan yang bagus untuk dikembangkan lebih baik lagi. Setelah daya kerja dan daya kerja yang disempurnakan dengan daya pikir yang matang akan membuat perbuatan dan pekerjaan itu semakin sempurna.
Terakhir dan terawal yang harus ada di dalam diri kita adalah sikap tawakkal kepada Allah agar semua hal bisa terlaksana dengan baik. Kita coba melatih keberanian untuk melakukan perbuatan yang ditunjang dengan kekuatan pikiran dan hati nurani yang mendalam dan pada akhirnya kita bisa dan biasa berbuat dan bekerja yang semakin matang dan semakin sempurna.

Baca Selengkapnya~~ >>

BELAJAR DENGAN RUMUS B DAN B


Kita bisa belajar untuk mendapatkan ilmu dari mana dan dari siapa saja terpenting intinya kebenaran. Ilmu yang kita pelajari alangkah lebih baiknya apabila dipraktekkan dengan sebaik-baiknya. Ilmu akan membawa kemaslahatan kepada pemiliknya. Apa yang telah diajarkan oleh Mahatma Gandhi tentang ajaran kebenaran, ajaran anti kekerasan dan ajaran cinta kasih.
Kita tahu ketiga hal itu isinya baik walaupun datangnya dari ajaran di luar agama Islam. Dalam Islam juga mengajarkan bahwa kita sebagai umatnya harus mengajarkan dan mempraktekkan kebenaran, tidak melakukan kekerasan dan saling adanya cinta kasih dalam kebenaran itu, cinta kasih yang bersifat hawa nafsu bukan cinta kasih, tetapi hawa seksual yang harus kita kekang dengan landasan ajaran agama yang kita anut.
Kita bahas sumber belajar dari bahan bacaan, seperti buku dan ainternet. Kedua sumber belajar tersebut lebih mudah dan efektif cara mendapatkannya, dari pada sumber belajar yang lainnya. Namun belajar lewat buku dan internet harus sungguh-sungguh supaya apa yang kita pelajari bermanfaat bagi kita. Tidak sembarang membaca, memerlukan konsentrasi dan cara tertentu. Salah satu yang digunakan Winarno Surakhmad waktu membaca buku itu menggunakan rumus B dan B. Tepat pada hal-hal yang dianggap penting berhenti (B) beberapa saat. Kemudian kita bertanya (B) dengan menggunakan kata tanya yang sesuai dengan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang dianggap penting tersebut.
Misalnya kita tepat pada kalimat Kadang aku tertidur sambil memeluk mesin tik berselimutkan buku-buku untuk referensi Balada Si Roy, berhenti beberapa saat kemudian bertanya dengan beberapa pertanyaan. Siapa yang dimaksud pada kalimat tersebut? Di mana dia tertidur? Mengapa tidur sampai begitu? Dan beberapa pertanyaan yang lainnya bisa membuat pembaca buku mengetahui banyak dari buku yang dibaca. Pembaca yang baik tentu mudah menjawab pertanyaan semacam itu, karena sebelum membaca sudah sedikitnya telah mengetahui informasi tentang kalimat tersebut.
Cara membaca dengan menggunakan teknik membaca B dan B akan membuat proses membaca semakin mudah mendapatkan materi yang kit abaca dengan mengaktifkan daya nalar dan kepekaan pikiran berikut hati nurani kita. Tergantung dari bentuk pertanyaan hapalan, pikiran dan perasaan yang kita gunakan. Walaupun kita bisa nenjawab dengan cara singkat, maka untuk melatih cara berpikir dan merasakan sesuatu yang kit abaca, kita lebih baik menggunakan cara menjawab yang panjang dan sistematik. Kita belajar dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia supaya lancar.
Untuk memperlancar bagaimana cara membaca dengan menggunakan pertanyaan tersebut di atas, dapat diperhatikan contoh berikut. Siapa yang dimaksud dalam kalimat tersebut? Jawabannya tidak mudah apabila kita hanya melihat sepenggal kalimat tersebut. Kita perlu adanya teks yang kit abaca. Kita jawab dengan nama pengarang Balada Si Roy tentunya. Namanya Mas Gol A Gong sebagai salah seorang penulis professional yang memimpin Rumah Gunia di kota Serang. Beliau sangat produktif membuat buku-buku yang menginspirasi para pembaca atau para pengikut pelatihan menulis yang diadakan di Rumah Dunia atau di setiap ada panggilan sebagai pembicara tentang menulis.
Beliau mengawali kepenulisan dengan mengarang buku Balada Si Roy, melalui proses yang cukup panjang. Patut kita ikuti bagaimana cara beliau sampai sukses menjadi penulis. Melalui perjalanan yang membuat beliau matang dalam bidang kepenulisan. Beliau tidak hanya pandai berteori kepenulisan, tetapi sangat piawai dalam mempraktekkan kepenulisan. Karya-karya beliau saya rasa sangat memotivasi menulis yang tidak mengenal lelah. Baik hubungan melalui tulisan maupun hubungan langsung, beliau sangat peramah dan suka menerima pembicaraan orang lain.
Mulai saat itu saya menulis dengan inspirasi banyak ambil dari beliau. Beliau menyinggung pembaicara yang pertama waktu itu bahwa saat itu bukan acara seminar biasa, tetapi acara pelatihan kepenulisan. Pembicara pertama panjang lebar menjelaskan materi pembicaraannya, tetapi belia mengatakan “ Terpenting saat ini banyak melakukan bagaimana agar kita mampu menulis. bukan banyak pembicaraan secara lisan, tetapi banyak menulis.” itulah yang membuat saya lebih banyak meluangkan waktu untuk menulis, bukan berbicara banyak alas an itu dan ininya.
Sesuai dengan pendapat bahwa keterampilan menulis ditentukan 10 persen bakat dan 90 persen praktek. Oleh karena itu, saya mulai banyak praktek menulis. salah dan benarnya saya menulis tidak menjadi alasan untuk tidak menulis. Dengan kebiasaan praktek menulis, kita akan mampu menjadi penulis professional, itulah keyakinan saya. Apalagi sekarang sudah ada alat untuk menulis yang lebih menghemat waktu, tenaga, dan pemikiran. Ada kata-kata, kalimat atau paragraph yang salah atau perbaikan dan penambahan, rasanya saya lebih mudah menyikapinya.
Sampai-sampai saya lupa bahwa usia saya sudah mencapai empat puluh Sembilan tahun. Istri juga mengatakan bahwa saya sudah tua bukan untuk menjadi penulis, mengapa tidak sejak dulu saja saya menulis. saya ingat bahwa belajar dan berlatih tidak dibatasi oleh usia tua atau mudanya. Sepanjang hayat masih dikandung badan, kegiatan menulis harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Mungkin nasib saya mau praktek menulis setelah usia tua. Usia boleh tua, tetapi semangat tidak pernah tua.
Ilmu tentang teknik membaca B dan B telah lama saya dapatlkan dari seorang Profesor yang ahli di bidang penelitian ilmiah. Saya menyadari betapa baiknya apabila teknik ini dipraktekkan dalam kegiatan membaca. Kita lanjutkan bagaimana menjawab pertanyaan yang kedua di atas. Di mana dia tertidur? Ini harus memerlukan konsentrasi yang lebih dari menjawab pertanyaan nomor pertama. Jawaban atas pertanyaan itu memerlukan jawaban pemikiran yang tersirat. Dalam teks tidak tertulis tempat penulis tersebut berada. Kita jawab dengan refleksi bahwa penulis tertidur di kamar kerjanya.
Sehubungan dengan aktif dan kreatifnya dia sampai-sampai ketiduran di ruang kerjanya. Tidak memperhatikan apakah dia sudah berbenah atau belum sebelum di pergi tidur. Biasanya orang sukses dalam menulis bekerja dengan jumlah waktu dan tenaga pemikiran yang sangat optimal melebihi orang pada umumnya. Terkadang mereka kurang memperhatikan situasi dan kondisi mengizinkan atau tidaknya. Mereka membuat situasi dan kondisi yang kondusif menulis. banyak dan tidaknya bukanlah ukuran baik dan tidaknya seseorang.
Pemahaman menulis terus berkembang dengan banyak latihan menulis, termasuk salah satu teknik membaca B dan B yang saya kemukakan di atas. Walaupun sekarang kita paparkan contoh cara menggunakan teknik B dan B, kurang mendukung tanpa banyak praktek dari pihak kita sebagai penulis pemula. Mari kita gunakan teknik menulis yang baik ini walaupun hanya satu macam saja. Satu macam teknik membaca yang sering diterapkan dalam latihan dan mencoba menulis artikel atau buku untuk dikirim ke penerbit. Untuk saat ini agar ditunda dulu perasaan malu atau takut salah menulis itu.
Belajar dan berlatih menulis dengan teknik B dan B sangat mempermudah kita membaca atau belajar. Hal ini banyak dilakukan olerh orang-orang yang mempunyai perhatian pada kegiatan membaca ini. Lebih baik salah kemudian kita perbaiki dalam menulis dari pada kita tidak melakukan kesalahan tanpa mau mencoba. Kita belajar dari kesalahan menulis pada tahap awal, supaya pada tahap selanjutnya kita tidak mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Selamat mencoba semoga berhasil.

Baca Selengkapnya~~ >>

BELAJAR DARI SEGELAS AIR


Hampir semua apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, dan apa yang baca member inspirasi kepada saya. Setelah saya menerima masukan dari seorang penulis profesional, yaitu Mas Gol A Gong-pemimpin taman baca Rumah Dunia. Walaupun hanya baru satu kali pertemuan rasanya banyak pelajaran tentang materi kepenulisanku.
Terima kasih saya ucapkan kepada salah seorang muridku sewaktu di SD, Atih Ardiansyah dengan nama pena Fatih Beeman ( manusia lebah). Dia menjadi murid kesayangan saya yang sejak kecil menurut kepada apa yang saya anjurkan. Sejak kecil dia sudah mampu menghapal teks pidato dua lembar polio atau lebih dalam waktu sehari semalam. Sangat jarang seusia dia yang kuat daya nalarnya.

Selain itu dia sudah memiliki keberanian untuk berbicara di depan orang banyak tanpa mengalami hambatan rasa malu atau rasa lemah lainnya. Sungguh dia sekarang telah lulus kuliah di UNPAD Bandung dan katanya dia mendapat penghargaan belajar di luar negeri. Saya menulis dan berani mengirimkan ke media massa karena motivasi dan semangatnya.

Saya bertanya tentang bagaimana cara menjadi penulis buku malah dia balik bertanya “ Apakah Bapak merasa telah membesarkan hidup saya dalam dunia ya tulis-menulis?.” Dan dia mengatakan bahwa dia bisa menjadi begitu karena modal dasar menulis dari saya. Dia masih ingat dan mengatakan kepada saya bahwa hidup menjadi kepala ayam lebih baik daripada menjadi ekor singa.

Apa yang saya katakan hampir semua diingatkan dan diaplikasikan. Terkadang saya sudah lupa tetapi dia masih ingat apa yang pernah saya katakana kepadanya. Akhirnya saya memutuskan untuk banyak menulis apa saja dan berupaya untuk mengirimkan ke penerbit atau redaksi majalah yang ada di lingkungan kabupaten dan propinsi.
Alhamdulillah artikel yang saya kirim ke majala Warta Winaya yaitu majalah di bawah kepemimpinan Dewan pendidikan Kabupaten Pandeglang. Artikel yang saya kirimkan ke majalah Suara Guru Banten dapat diterima baru satu kali, dan Surat Kabar Berkah dapat menerima pula. Semoga hal itu menjadi langkah awal saya dalam mengembangkan misi di bidang menulis, membaca, pendidikan, kepribadian, dan bidang lainnya yang sesuai dengan kemampuan saya.

Pepatah yang pernah saya sampaikan kepada Fatih Beeman akan kembali kepada diri saya. Menjadi kepala ayam maksudnya seorang pemimpin diri sendiri dalam bidang kepenulisan. Saya harus lebih dahulu banyak menulis khususnya di kecamatan Cikedal. Sedangkan menjadi ekor walaupun ekor singa tetap hanya sebagai pengikut yang selalu mengikuti inisiatif orang lain yang menjadi pemimpin.

Ketika saya melihat segelas air the yang sengaja disediakan istri, maka perasaan dan pikiran saya konsentrasi pada segelas air tersebut. Ternyata banyak hal yang saya dapatkan. Di antaranya yang dapat saya tangkap makna di balik benda tersebut. Gelas saya ibaratkan sebagai keadaan diri saya, baik sebagai keadaan fisik maupun non fisik.
Diri saya sebagai satu kesatuan kepribadian yang terdiri dari hati (perasaan), dan otak (pikiran). Telah saya tuliskan kedua unsure kepribadian saya tersebut harus diberi makan makanan yang bergizi. Jadi gelas yang saya maksud sebagai perasaan saya, pikiran saya, dan jasad fisik saya yang harus kita isi dengan air kehidupan yang berarti bagi kelangsungan hidup saya.

Air menurut saya dapat menjadi singkatan dari Agama, Ilmu, dan Ridha Allah. Yang saya masukkan ke dalam gelas (diri saya) adalah tentang nilai-nilai agama Islam, ilmu pengetahuan, dan atas dasar keridhaan Allah. Untuk apa kita memiliki agama dan banyak ilmu tanpa adanya ridha dari Allah? Oleh karena itu saya sengaja menjadikan air di dalam gelas sebagai sumber inspirasi yang sangat penting bagi saya, dan tentu bagi orang lain.

Saya ibaratkan diri saya sebagai gelas yang berisi air kehidupan yang sangat berarti bagi saya di dunia dan akhiratnya. Walaupun saya menulis tentang diri saya, tetapi maknanya bisa berlaku bagi siapa saja yang menganggap penting pada isi pembicaraan yang saya maksud. Pada awalnya saya menulis untuk diri saya tetapi pada intinya untuk kita semua yang haus akan nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, dan keridhaan dari Allah.

Kita harus hati-hati memegang dan menjaga gelas agar tidak pecah. Begitu juga tentang gelas kepribadian saya harus kita jaga secara baik dan hati-hati. Kita upayakan gelas (kepribadian) kita diisi dengan berbagai nilai keagamaan, ilmu pengetahuan yang berdasarkan nilai-nilai tersebut sebanyak-banyaknya. Bagaimana kalau gelas (kepribadian) kita penuh dengan nilai-nilai dan ilmu pengetahuan itu? Saya jawab, dengan banyaknya apa yang kita dapatkan agar kita berikan kepada orang lain.

Saya berniat saling berbagi dengan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan lewat belajar di sekolah, kuliah, dan lewat membaca secara otodidak. Membaca buku dan membaca lewat internet. Saya tergila-gila membaca blog, artikel, dan bentuk tulisan lainnya di internet. Dan Alhamdulillah saya bisa mendapatkan manfaat dari sumber ilmu pengetahuan tersebut. Walaupun masih sedikit terpenting biar sedikit terus saya amalkan dengan cara menyampaikan lewat menulis seperti ini.

Pikiran kita dan perasaan kita agar kita kembangkan terus dan apabila telah banyak untuk kita padatkan di dalam diri kita. Sepadat mungkin ilmu yang ada di dalam diri kita kemudian kita berikan kepada orang yang membutuhkannya. Pemberian kita kepada orang yang membutuhkan bermacam-macam materi. Orang memberikan sesuatu berupa nasihat, uang atau harta benda, dan pemberian berupa ilmu pengetahuan dan kemampuan tentang sesuatu kepada orang lain.

Namun idealnya kita harus bisa memberi berbagai hal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Secara logika kita agak sulit member ilmu pengetahuan dan keterampilan apabila diri kita dalam keterbatasan. Sebagaimana gelas apabila belum penuh tidak akan bisa mengalirkan air ketika posisinya dalam keadaan berdiri tegak. Begitu juga diri kita tidak akan mampu memberi sesuatu kepada orang lain sementara diri kita dalam kekurangan.

Bisa saja kita memberi sesuatu kepada orang lain dalam keadaan kondisi serba kekurangan. Oleh karena itu Pak Mario Teguh menyarankan agar sejak usia SD sampai usia 40 tahun sebagian besar waktunya hanya untuk belajar memenuhi otak kita dan hati kita dengan berbagai kebaikan. Dan setelah usia 40 puluh tahun agar mengaplikasikannya kepada diri sendiri dan orang lain. Hal ini telah digunakan para santri di pesantren agar dalam waktu tertentu hanya belajar dan belajar saja. Baru setelah selesai bisa keluar untuk mengamalkan ilmu yang didapatnya dengan susah payah.

Memang apabila kita ingin memiliki ilmu yang aplikatif harus konsentrasi penuh pada satu sasaran atau satu disiplin ilmu tertentu. Pikiran dan perasaan kita hanya tertuju pada satu sasaran saja apabila hal itu ingin langsung bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara mempelajari ilmu yang lainnya sekedar pengetahuan saja. Dan apabila memungkinkan kita tidak ada salahnya untuk menguasai sebanyak mungkin ilmu. Namun kita harus mengingat keterbatasan kemampuan sebagai manusia, apalagi kita kurang penuh dalam menuntut ilmu tersebut.

Yang benar-benar optimal dalam menuntut ilmu juga sangat sulit untuk menjadi ahli dan menguasai sebanyak mungkin ilmu sampai penerapannya. Apalagi orang yang hanya setengah-setengah dalam menuntut ilmu tersebut. Jangankan berbeda disiplin ilmu yang ingin kita kuasai, dalam satu disiplin ilmu itupun sangat dalam apabila digali secara serius.

Saya telah melakukan untuk menguasai ilmu di berbagai disiplin ilmu ternyata saya tidak mampu. Berbagai buku telah saya baca dan telah saya telaah yang ada ada hanyalah kejenuhan. Ada buku baru saya beli dan saya baca dengan berbagai metode membaca yang terbaru. Hasilnya sekedar pengetahuan yang tidak aplikatif.
Mulai saat itu saya beralih pada satu sasaran, yaitu mencoba hanya membaca dan mempelajari tentang masalah membaca dan menulis saja. Walaupun hanya sedikit saja dapat saya rasakan dengan penuh kebahagiaan. Membaca, menulis dan mengirimkannya ke penerbit atau redaksi, ternyata langsung dapat diterima. Dan bisa dibaca rekan-rekan guru dari tingkat kecamatan sampai tingkat propinsi. Padahal baru beberapa bulan saja.

Berbeda pada waktu saya terlalu berambisi ingin menguasai sebanyak mungkin ilmu dari tahun 1982 sampai bulan Agustus 2010 selama itu saya tidak bisa menghasilkan tulisan yang bisa dibaca orang lain dengan ruang lingkup yang cukup luas.
Cara belajar tempo dulu bagaikan saya minum banyak minuman, ada air teh , air es, air sirop, dan segala macam minuman yang katanya enak dan menyehatkan. Ternyata perut saya tidak menerima semuanya dalam satu kesatuan pribadi yang terbatas ini. Mulai sekarang biar hanya satu bidang kajian tetapi dihadapi secara profesional, maka akan membuat diri saya bisa profesional pula.

Saya berbicara seperti begini bukan sombong ingin dipuji orang lain, tetapi saya benar-benar ingin berbagi pengalaman bahwa dengan terlalu ambisi ingin menguasai banyak hal tanpa memperhatikan kondisi diri kita, maka tidak akan membuata diri kita seorang ahli yang aplikatif dalam mengembangkan ilmunya.

Itulah tulisan ini terinspirasi oleh salah satu benda seperti air dan gelas. Masih banyak lagi benda-benda dan peristiwa yang dapat menginspirasi saya dan begitu pula Anda apabila ada kemauan untuk mendalaminya. Semoga kita bisa belajar atau membaca buku, membaca diri kita, membaca alam beserta isinya. Kegiatan membaca ternyata akan memberikan makna kehidupan kita. Oleh karena itu sungguh sangat disayangkan apabila kita tidak mengisi kesempatan yang baik ini dengan kegiatan membaca secara luas.






Baca Selengkapnya~~ >>

BACALAH BUKU DAPATKAN MAKNANYA


Kita perhatikan orang-orang yang sangat rajin membaca setiap harinya. Berbeda dengan orang yang tidak suka membaca Setiap ucapan dan perilakunya akan jauh berbeda, bagi pembaca sewaktu berbicara lebih efektif tidak banyak waktu terbuang percuma. Apa yang dikatakannya mesti kata yang berisi apa yang telah dibacanya, banyak berbicara ada kemungkinan banyak materi ilmu yang dikatakannya. Kita banyak bergaul dengan mereka akan ketularan makna akan buku-buku yang pernah dibacanya. Sama halnya dengan kita membaca akan banyak makna yang didapatkan, begitu juga mendengar dan diskusi dengan pembaca yang efektif itu akan banyaklah makna yang kita dapatkan. Beruntunglah orang yang banyak membaca dan bergaul dengan pembaca, sedikitnya kita akan menerima ilmunya.


Semakin banyak membaca buku sambil mengaktifkan diri dengan tanya jawab mengenai materi yang kita baca itu, maka ilmu kita akan semakin berambah dan kemampuan membaca kita akan semakin bertambah pula. Kegiatan tanya jawab mengenai materi bacaan bisa kita lakukan sendiri dengan menggunakan metode membaca efektif dan efisien. Akan kita kemukakan contoh membaca dengan cara yang lebih efektif sehingga mengasyikkan apabila sering dikembangkan setiap kali membaca artikel atau buku.
Bacaan tentang cerita berjudul “Burung Balam dan Semut Merah” adalah bahan bacaan siswa Sekolah Dasar, tetapi sangat baik apabila dijadikan contoh bagaimana membaca dengan mengaktifkan metode tanya jawab yang sering para guru gunakan dalam pembelajaran di sekolah.

Kita sambil membaca sekilas untuk membuat beberapa pertanyaan isi bacaan atau bisa saja kita hanya menjawabnya karena sudah tersedia pada buku tersebut. Kita jawab satu per satu pertanyaan tersebut, misalnya, (1) Apa judul bacaan yang kamu baca? (2) ada berapa tokoh dalam cerita itu? (3) siapa yang minta tolong di danau? (4) mengapa dia minta tolong? (5) siapa yang menolongnya? (6) bagaimana caranya dia menolongnya? Apakah yang menolong dalam cerita itu ditolong kembali? (7) bagaimana cara menolongnya? (8) cobalah ringkas cerita yang kamu baca tersebut!


Sekarang kita tinggal menjawab setiap pertanyaan tersebut sambil membaca. Kita klasifikasikan dulu pertanyaan di atas, nomor (1), (2), dan (3) adalah pertanyaan ingatan sebab jawabannya singkat berupa fakta saja, sedangkan nomor yang lainnya termasuk pertanyaan bersifat pikiran banyak membutuhkan pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu dalam penilaian jawaban atas pertanyaannya berbeda, pertanyaan bersifat hapalan atau ingatan biasa diberi skor satu, sedangkan pertanyaan bersifat pikiran diberi skor lebih besar. Marilah kita jelaskan setiap jawaban atas beberapa pertanyaan tadi.


Baca Selengkapnya~~ >>

AGAR LAPTOP LEBIH MENGHASILKAN


Jangan kita memandang laptop dari segi barang mewahnya, tetapi kita memandang laptop itu dari segi manfaatnya. Manfaat karena bisa digunakan menulis artikel atau buku. Dari tulisan sederhana sampai tulisan yang sangat tinggi nilai jualnya. Ada beberapa manfaat laptop apabila digunakan untuk menulis yang direncanakan dengan baik. Ada nilai fiansial dan nilai penghargaan terhadap kualitas diri kita sebagai penulis. Dari tulisan bersifat pribadi sampai tulisan yang bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat.


Kita biasa membelikan anak-anak baju baru dan cukup mahal harganya, tetapi kita tidak banyak komentar dengan harga yang mahal. Sementara untuk membeli laptop banyak alasan tidak mampu. Memang benda itu mahal bagi orang yang tidak berantusias bahwa benda itu sangat banyak manfaat dari pada bahyanya.


Bagi kita harus ada upaya ke arah memiliki laptop itu, sebab apabila dibandingkan dengan buku dan pulpen untuk menulis karangan sangat jauh berbeda. Cara kerja laptop lebih praktis dan hemat tenaga dan biaya untuk langkah-langkah selanjutnya. Sebelum kita menggunakan laptop, kita tentu buku dan pulpen baguslah yang lebih praktis digunakan untuk menulis karangan atau apa saja dalam hubungannya dengan perihal tulis-menulis.


Ternyata apa yang terjadi? Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kepada Allah, bahwa benda itu sangat menolong cara kerja sebagai penulis pemula. Ide-ide lebih lancar mengalir keluar dari benak ketika kita mengetik kata-kata lewat laptop dari pada kita menulis di buku tulis menggunakan puloen. Apabila kita salah ketik atau akan menambah dan mengurangi kata-kata dalam karangan tersebut, rasanya kita sangat terbantu dalam menulis.


Saya sebagai penulis pemula pada awalnya merasa tidak mungkin bisa menggunakan laptop. Saya merasa mustahil bisa mengerti internet dan mustahil bisa menulis karangan melalui alat itu. Sering saya berbicara di depan teman-teman guru dan Kepala Sekolah bahwa saya tidak mampu menggunakan komputer atau laptop. Sungguh Allah Maha Pengasih kepada umatnya yang mau berusaha untuk mengerti dan mau menggunakan laptop itu.


Hasrat menggebu-gebu seolah-olah saya masih pelajar saja. Sering saya dikritik istri apabila saya sedang menulis di buku tulis bahwa saya banyak menulis tidak pernah ada hasilnya. Tidak ada karangan yang bisa diterbitkannya. Memang hati saya sangat sedih mengapa saya banyak meluangkan waktu untuk menulis. Ada lagi orang yang mengatakan kepada saya bahwa saya seperti orang yang usia muda saja tidak karuan melakukan seperti siswa membaca atau menulis untuk memikirkan sesuatu yang mustahil.


Yang lebih menyakitkan hati saya ketika ada orang yang mengatakan “Sekarang bukan waktunya berpikir, tetapi sekarang waktunya untuk bekerja yang banyak menghasilkan” Maksudnya, saya harus banyak menghasilkan uang dan uang saja. Mulai saat ini saya harus membuktikan bahwa menulis merupakan kegiatan yang bisa menghasilkan banyak hal dari pada pekerjaan lainnya.


Bagi saya menulis merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan dan memberi peluang untuk bisa berbuat lebih leluasa. Saat Hari Raya bisa berkunjung ke rumah orang tua dan saudara, saat orang lain membutuhkan pertolongan saya bisa lebih dahulu. Apapun hal yang penting-penting bisa saya lakukan, karena menulis yang bisa membuat saya banyak menghasilkan finansial.


Semoga ada pihak-pihak yang bisa memotivasi dan memberikan peluang karangan-karangan yang saya susun diterima menjadi bahan bacaan bagi kalangan tertentu, khususnya bidang pendidikan. Orang lain bisa hidup mengembangkan ilmu dan pengalamannya lewat berbicara secara lisan. Saya memohon kepada pihak penerbit untuk bisa mengabulkan niat saya sebagai penulis yang tidak sekedar menulis saja. Saya mau menulis yang bisa memberi peluang kepada kedua belah pihak untuk saling menguntungkan.


Bukan untuk kepentingan pribadi saja saya menulis, tetapi saya niatkan untuk kepentingan orang banyak. Benar-benar saya menulis agar saling memberi, karena dengan cara begitu saya bergerak di bidang profesi keguruan atau kependidikan. Tentu saja saya mengajak kepada seluruh guru atau Kepala Sekolah agar membiasakan diri untuk menulis mulai saat ini pula.


Marilah kita berjuang untuk melawan kebodohan agar kita dan para siswa menjadi orang-orang yang mengerti mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Sebelum memiliki laptop silakan menulis di buku tulis dengan alat tulis pulpen, tetapi sasaran laptop agar menjadi prioritas bagi Anda dan saya. Apalagi bagi guru dan Kepala Sekolah yang sudah mendapat gelar guru profesional dengan sertifikat sertifikasinya.


Kita jangan malu salah menulis artikel atau makalah, karena kesalahan menulis adalah hal yang wajar. Menjadi hal tidak wajar apabila kita tidak mau dan mampu mengembangkan potensi kita yang ada di dalam diri kita masing-masing. Kita harus malu kepada diri kita sendiri dan orang lain, karena kita tidak berani berbuat sesuai dengan potensi kita. Selamat berjuang lewat tulisan, semoga kita bertemu di setiap penerbitan majalah bulanan. Kita ikut serta memajukan wilayah Pandeglang khususnya dan Indonesia pada umumnya dengan berbagai tulisan di sekitar tema pendidikan atau kepribadian bangsa.
Baca Selengkapnya~~ >>

APA BEDANYA SUKSES DAN GAGAL?

Oleh: Jajang Suhendi ( Ganeas/Sumedang-Cikedal/Pandeglang )

Aku yakin Anda akan lebih menyukai sukses dalam berbagai situasi dan kondisi. Begitu juga sebagian besar orang akan memilih kehidupan yang sukses, bukan kehidupan yang gagal. Betapa tidak? Kesuksesan lebih menyenangkan, membahagiakan, dan segala hal yang membuat diri kita beruntung. Namun kegagalan membuat diri kita rugi, baik segi materi maupun non materi. Apabila kita memandanya kegagalan sebagai hal yang negatif. Mari kita rasakan dengan pendekatan keimanan dan ketakwaan kita kepada pemberi Kegagalan tersebut.


Pada hakikatnya antara sukses dan gagal itu sama menurut pendapatku. Tinggal kita bagaimana cara menyikapi kedua hal tersebut. Apabila kita kuat dalam menjalani kesuksesan dan kegagalan dengan hati yang jernih tanpa ada penyakit di dalam hati, apapun jeleknya keadaan akan terekspresikan dengan positif. Kegagalan akan dirasakannya sebagai peluang baik dalam mencapai prestasi. Kegagalan akan bisa membuat diri kita lebih dewasa.


Kegagalan akan bisa membuat diri kita matang dan kuat dalam menghadapi kedaan sesulit apapun. Alasannya, kita sadar siapa yang memberi dan mentakdirkan kegagalan tersebut. Tidak ada yang mesti kita hindari kegagalan yang menimpa diri kita. Kita berupaya menghindari kegagalan yang satu, maka kita akan menghadapi lagi kegagalan yang lain.


Kegagalan demi kegagalan malah akan lebih banyak menimpa diri kita. Percayalah wahai kawan, tinggal upaya kita yang mesti diperkuat semangat dan tenaganya. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi harus semakin kita memperkuat jiwa dan raga. Banyak kegagalan menimpa diri kita, harus semakin diperbanyak upaya bangkit dari kegagalan tersebut. Bukan kelemahan setelah kegagalan, tetapi kekuatanlah sebagai tandingannya.


Namun kekuatan bukan atas dasar egois dan kesombongan diri. Bukan merasa kuat tanpa melibatkan kekuasaan Allah yang ada di dalam diri kita. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali daya dan kekuatan Allah. Daya dan kekuatan setelah kita berupaya semaksimal mungkin.


Semakin diperas kelapa yang diparut akan semakin banyak bakal minyak yang kita dapatkannya. Buang ampasnya dan dapatkan saripatinya setiap hal yang kita hadapi. Begitu pula kegagalan bukan dianggap sebagai suatu yang merusak kepribadian kita. Malah sebaliknya, kegagalan akan memperkuat kepribadian kita. Bagiku antara kegagalan dan kesuksesan sama dalam segi hakikat dan dampaknya apabila kita menerimanya dengan semangat dan jiwa yang optimis. Seburuk apapun keadaan di luar diri kita akan diterima dengan sikap tenang dan baik apabila kita mempunyai jiwa yang positif.


Secara lahiriahnya antara kesuksesan dengan kegagalan berbeda. Namun pada hakikatnya sama. Apabila bisa dihadapi dengan penuh kesabaran atau ketabahan akan membuat diri kita menjadi orang beruntung. Seorang guru akan naik jabatan dan harga dirinya kea rah yang lebih baik apabila telah mampu menghadapi kegagalan atau kesuksesan.

Mengalami orang sukses bertambah syukur kepada Allah atau mengalami kegagalan bertambah sabar. Begitulah hakikat sukses atau gagal. Dengan kesuksesan merasa senang, bahagia, tenang dan tentram tanpa melupakan apa yang diperintahkan Allah. Di kala gagal tetap bersabar dalam melaksanakan perintah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.


Apabila kesuksesan terjadi kita tidak terlena dengannya, dan apabila kegagalan terjadi tidak membuat diri kita kufur kepada Allah. Bahkan dirinya semakin kuat dalam menjalani semua kejadian. Terjadi kepada diriku pada saat ini kegagalan dalam mengelola keuangan walaupun aku dan istriku sama-sama mendapatkan uang gaji setiap bulan dengan jumlah yang cukup besar.


Besar hanya pada angkanya saja sedangkan kenyataannya sudah habis dipotong utang yang sangat besar. Itulah kegagalan yang aku derita sungguh menghawatirkan apabila dihadapi tanpa keimanan kepada Allah. Namun keadaan sudah terjadi dan tidak bisa aku hindari. Benar-benar telah terjadi.


Aku mempunyai dua pilihan, yaitu antara hidup menyerah atau hidup tanpa menyerah dengan keadaan tersebut.
Baca Selengkapnya~~ >>

Senin, 12 November 2012

MAU DIKRITIK, TANDANYA PERBAIKAN

Aku tetap merasa kurang mampu menulis artikel selama tulisanku belum banyak yang mengkritik. Terlepas kritikan yang membangun dan yang menjatuhkan tetap aku mengharapkan adanya. Aku mau menjadi guru penulis yang mencintai siapa saja yang sudi membaca dan mengkritik tulisanku di blogku. Walaupun ada tulisan di blogku yang bukan tulisanku. Itu tandanya aku suka akan materi yang orang lain tulisankan.
Baca Selengkapnya~~ >>

BELUM MERASA PUAS MENULIS

Aku belum merasa puas selama belum bisa menguasai materi tulisan dari media cetak dan media elektronik sampai bisa mengembangkan lewat upaya menuliskannya. Dan memang kenyataannya aku tak mungkin bisa pernah puas. Mau puas ya di dunia ini tak mungkin aku menemukan kepuasan.
Baca Selengkapnya~~ >>

MELATIH KEMAMPUAN MENULIS

Maaf aku mau memberi Anda latihan tentang kemampuan menulis Anda apabila Anda sebagai guru. Tandailah setiap kata yang salah penulisannya! Silakan Anda mencoba sekarang juga! " aku bangga sama kamu sudah menunjukkan prestasi terbaikmu. Kamu sudah mau dan mampu menulis di blog. Tulisan para penulis sudah kamu buka dan kamu baca di blog. Para penulis berasal dari para guru-guru yang kreatip."
Baca Selengkapnya~~ >>

LATIHAN MENULISKU

Sebelum para guru menyalahkan para siswa yang prestasi belajarnya rendah, maka para guru harus mau instropeksi diri atas kelemahan diri masing-masing. Mereka harus mampu menentukan tulisan mana yang benar dan mana tulisan yang salah.

Untuk memiliki kemampuan tersebut, maka mereka harus banyak belajar dan berlatih tentang tata cara menulis. Guru harus lebih tahu bagaimana cara menulis yang benar.
Saya mau sharing sama Anda untuk mengerjakan latihan di bawah ini!

Silakan Anda garisbawahi setiap kata yang salah dalam menuliskannya! Kemudian bagaimana Anda memperbaikinya! (1) Saya menulis pengalaman di buku catatan harian. (2) Para petugas bendera sedang menaikan bendera merah putih. (3) Adik menangis di pukul oleh temanya. (4) saya pukul dia sampai jatuh pingsan.
Baca Selengkapnya~~ >>

MENULIS TERUS JANGAN PERHATIKAN TATA BAHASA BAKU

Walaupun aku berharap Anda mampu menulis secara baik, aku berharap pula agar Anda mau banyak berlatih menulis yang banyak tanpa mempedulikan salah dan benarnya. Proses perbaikan menulis setelah dianggap selesai. Ada dua keadaan menulis yang harus Anda lakukan. Ada waktu menulis tanpa menghiraukan tata cara menulis dan ada waktu revisi sendiri tulisan
Baca Selengkapnya~~ >>

MENULIS YANG BAIK DAN BENAR, APA ITU?


Apa maksud menulis yang baik dan benar itu? Terkadang Anda menulis bebas sesuai situasi dan kondisi. Menulis yang baik adalah menulis yang sesuai dengan tata cara menulis. Tata bahasa baku bahasa Indonesia harus diperhatikan dengan baik. Bagaimana kita menulis dengan memperhatikan tanda baca, penulisan kata, huruf besar, struktur kalimat dan paragraf harus kita perhatikan dengan baik.

Sedangkan menulis yang benar adalah menulis yang sesuai dengan kapan dan di mana kita menulis tersebut. Ragam penulisan kata dan kalimat secara bebas tanpa harus mempertahankan tata bahasa baku bahasa Indonesia. Terpenting dalam konteks ini antara penulis dan pembaca saling mengerti akan pesan yang disampaikannya.

Baca Selengkapnya~~ >>

Minggu, 11 November 2012

CATATAN HARIAN SEORANG GURU: MENULIS TAK SEMUDAH MEMBACA

www.bekasikota.go.id/read/7140/catatan-harian-seorang-guru-menulis-tak-semudah-membaca

Banyak teman guru yang menanyakan kepada saya betapa sulitnya menulis. Padahal menulis itu adalah sesuatu yang mudah, bila kita terbiasa melakukannya. Namun demikian, lebih mudah membaca daripada menulis. Hal itulah yang saya rasakan sendiri.

Bila anda membaca, maka anda cukup melakukan satu aktivitas saja. Tetapi bila anda menulis, maka ada dua aktivitas yang akan anda lakukan, yaitu menulis dan juga membaca.

Seorang penulis tidak mungkin menuliskan apa yang dituliskannya tanpa membacanya kembali. Berusaha apa yang dituliskan dipahami oleh para pembaca. Sehingga wajar saja apabila menulis itu tidak sekali jadi. Perlu suatu proses yang dinamakan proses mengedit. Dari proses mengedit inilah proses membaca terjadi, dan penulis akan mencoba menambah atau mengurangi kalimat yang dituliskan agar menjadi kalimat yang efektif.

Menulis itu memang tak semudah membaca. Perlu keterampilan khusus dalam mewujudkannya. Keterampilan itu sebenarnya bisa kita dapatkan bila kita telah sering menulis, dan sesuatu yang sulit dari menulis adalah MEMULAI.

Menulis akan terasa mudah bila kita sering melakukan proses menulis. Berusaha menuliskan apa saja yang ada di dalam pikiran tanpa harus cemas tiada yang membaca. Mengalir saja bagai air hujan yang tumpah dari langit.

Menulis adalah sebuah keterampilan. Sama halnya bila kita mengendarai sepeda motor atau mobil.

Bila kita belum bisa mengendarai sepeda motor, tentu kita akan belajar mengendarai sepeda motor agar bisa menggunakannya. Awalnya mungkin agak sulit, terutama pada saat proses pergantian gigi dan mengerem. Tetapi ketika kita sudah sering menggunakannya, maka mengendarai seperti motor serasa mudah. Filling akan mudah terasakan. Semua itu bergantung kepada jam terbang.

Begitu pun dengan menulis. Menulis akan menjadi mudah bila kita sering melakukannya. Berusaha menulis apa yang kita sukai dan kuasai. Berusaha berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman. Ketika itu kita lakukan setiap hari, lalu memiliki moto “tiada hari tanpa menulis”, maka anda akan mendapatkan sebuah keajaiban dari proses menulis itu dan anda pun akan merasakan kalau menulis itu ternyata mudah. Semudah anda membaca
Baca Selengkapnya~~ >>

BUKU MENJADI BLOGER KARYA OMJAY

wijayalabs.blogdetik.com/

Saya mau cerita dulu. Pagi ini saya berangkat dari rumah mertua, dan kakak ipar di kota Bandung jam 04 wib pagi menuju kota bekasi. Jam 4.30 sudah berada di terminal bandung, dan sholat subuh di sana. Pukul 05.00 wib, bus primajasa AC yang saya tumpangi meluncur dengan cepat menuju kota harapan indah bekasi.

Cepet juga perjalanannya, dan sangat lancar pula. Pukul 07.00 wib saya sudah berada di pasar modern, kota harapan indah bekasi. Saya terbangun ketika kondektur bus membangunkan saya.

Murah juga loh ongkosnya dari bandung ke Bekasi. Cuma mengeluarkan uang Rp. 37.000,- saya sudah berada di kota harapan indah bekasi. Dari sini saya naik ojek menuju tempat tugas di SMPN 1 Tarumajaya. Di tempat ini sudah menunggu 15 orang mahasiswa jurusan PGSD  Universitas terbuka. Setiap hari minggu pagi, saya ditugaskan untuk menjadi tutor untuk mata kuliah komputer dan media pembelajaran.

Pukul 07.30 wib saya sudah sampai sekolah negeri favorit di kabupaten bekasi. Setelah mengambil administrasi pembelajaran, masuklah saya ke kelas. Berbagi ilmu seperti biasanya.

Memberi Tugas mahasiswa

Memberi Tugas mahasiswa Jurusan PGSD UT

Di saat memberi tugas mahasiswa, saya buka tablet mito buatan China milik saya. Wow rame banget! Sudah banyak para sahabat yang mengucapkan selamat ulang tahun. Mulai dari blog, facebook, dan twitter sudah banyak sekali orang yang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada saya. Terharu banget saya. Lebih terharu lagi ketika kekasih hati mengirimkan sms.

â€ÂœAyah selamat ulang tahun ya! Tadi mama lupa ngucapin selamat ulang tahun waktu ayah berangkat!â€Â

Alhamdulillah, ternyata istriku tak lupa kalau ini hari ulang tahun saya sebagai suaminya. Tak berapa lama, kedua buah hati saya pun (Intan dan Berlian) mengucapkan selamat ulang tahun melalui sms.

Beginilah nasib seorang pendidik. Seharusnya saya berada di tengah keluarga di hari ulang tahun. Seharusnya kami merayakannya bersama, dan sambil makan bersama pula. Tetapi itu belum bisa terwujud hari ini, karena tugas mendidik anak bangsa jauh lebih penting. Sudah 2 kali saya izin tak mengajar karena tugas dari sekolah, dan ikutan ultah nissan juke.

Kali ini saya tak boleh izin lagi, oleh karena itu saya pulang lebih dulu dari bandung. Istri dan anak menyusul dengan diantar keponakan saya. Gak papa berpisah sebentar, nanti siang semoga kita bisa bertemu lagi. Semoga bandung-bekasi gak macet. Lancar sepeti saya tadi pagi menggunakan jasa bus ac PRIMAJASA.

ULANG TAHUN TAK BOLEH MENJADI PENGHALANG KITA BERBUAT BAIK. Justru di saat ulang tahun itu kita harus memberikan yang terbaik buat orang banyak. Seperti para pemuda tempo dulu yang selalu mementingkan bangsa dan negaranya. Mereka bersumpah, berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air satu, INDONESIA. Merekapun berjuang untuk Indonesia MERDEKA.

Di hari ulang tahun ini, saya hendak membagikan buku gratis secara online yang dapat anda baca secara cuma-cuma. Saya sengaja tak memberikannya ke penerbit. Buku ini adalah kisah nyata omjay dalam perjalanan menjadi seorang blogger. Sekaligus memperingati hari blogger kemarin, 27 Oktober 2012.

Buku yang omjay bagikan secara gratis berjudul MENJADI BLOGGER HANDAL DENGAN MENULIS. Semoga menginspirasi teman-teman lainnya unuk menulis setiap hari, dan mendapatkan keajaiban blog sebagi alat rekam yang ajaib. Anda dapat membaca dan mengunduhnya di http://warungilmu.web.id/menjadi%20blogger/index.html.

Buku Gratis, Sumpah pemuda yang menginspirasi, dan ulang tahun omjay semoga memberi warna dunia blogging Indonesia. Mari terus berbagi ilmu, dan percayalah bahwa rezeki akan terus mengalir bak mata air bila kita senantiasa berbagi kepada sesama. Jangan lupa juga mantra ajaib Omjay, â€ÂœMENULISLAH SETIAP HARI, DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADIâ€Â.

13514049612022164428

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://twitter.com/wijayalabs

https://www.facebook.com/wijaya.kusumah

http://wijayalabs.com
Baca Selengkapnya~~ >>

MENULIS SETIAP HARI BAGAIMANA CARANYA?

wijayalabs.blogdetik.com/

Membaca buku Pertahanan Indonesia karya Pak Chappy Hakim di Pesawat Lion Air Jakarta-Ujung Pandang membuat saya kagum dengan Marsekal TNI-AU (purnawiran) yang satu ini. Beliau membiasakan diri menulis setiap hari, dan kegelisahan beliau tentang pertahanan Indonesia beliau tuliskan dalam buku terbarunya itu. Kebiasaan menulis setiap hari membuat beliau produktif dalam menulis buku, artikel, dan berbagai karya tulis lainnya. Hal itulah yang langsung saya dengar dari sekretaris beliau (kang Dicky) yang mengantarkan bukunya ke sekolah Labschool dimana saya bekerja sebagai seorang guru.

Saya tak hendak meresensi buku pak Chappy Hakim ini. Saya akan meresensinya lain waktu. Sebab baru sampai 4 bab dari 8 bab saya membacanya. Saya akan meresensinya setelah selesai membaca tuntas buku yang bercerita tentang angkatan perang negara kepulauan.

Saya hanya ingin menuliskan betapa menulis setiap hari itu membuat otak kita bekerja dan berolahraga. Olahraga otak yang disebut menulis akan membuat kita mampu berpikir dengan cara-cara ilmiah. Meskipun awalnya kita menuliskannya dengan cara-cara alamiah.

Lalu timbullah sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya agar bisa menulis setiap hari? Sebab menulis setiap hari adalah pekerjaan semua orang. Setiap orang bisa melakukannya. Hanya saja, untuk menulis sesuatu yang berkualitas butuh sebuah proses yang disebut kreativitas. Kreativitas menulis inilah yang ingin saya ajarkan kepada anda para pembaca.

Pertama, agar anda mampu menulis setiap hari, anda harus memaksa diri anda untuk konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan proses menulis. Sebab tanpa itu, anda tak akan mampu menulis setiap hari. Proses menulis itu sendiri dapat anda lakukan di saat baru bangun tidur. Pada saat baru bangun tidur itulah otak anda serasa segar dan ide-ide cemerlang muncul. Namun ketika proses menulis di pagi hari tak bisa anda lakukan, cobalah di saat istirahat kerja anda. Di saat anda beristirahat makan siang, cobalah sisihkan barang sejenak untuk menulis. Tetapi bila anda tak bisa melakukannya juga, menulislah di saat sebelum tidur. Menulis sebelum tidur seringkali saya lakukan agar mampu menulis setiap hari. Di saat malam hari itulah, saya menuangkan ide-ide atau buah pikiran saya sendiri ke dalam media yang bernama blog. Di media sosial itu, saya membiasakan diri menulis setiap hari. Tentu dengan komitmen yang tinggi dan konsistensi yang terjaga.

Kedua,  menulis setiap hari itu seperti belajar bersepeda. Susah pada awalnya. Namun bila berkali kita jatuh dan tak mengeluh, maka kita akan bergembira karena bisa berkeliling kota dengan sepeda. Kita pun senang menggoes sepeda ke sana kemari. Begitupun dengan menulis. Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah kalau kita terus berlatih dan berani mencoba menulis. Jangan malu dan ragu untuk menulis. Tuangkan saja apa yang ada di pikiran. Mungkin kita bisa memulainya dari pengalaman diri sendiri. Lalu pengalaman di sekitar kita. Tulislah yang mudah-mudah saja. Dengan begitu proses menulis akan bertahap menaiki tangga keemasannya.

Ketiga, jangan pernah berhenti menulis. Sesibuk apapun, sempatkan diri kita untuk menulis. Bila tak ada media yang bisa digunakan, kita bisa gunakan secarik kertas dan alat tulis. Menulislah, dan tuliskan segera apa yang ada di pikiran. Dengan begitu proses menulis setiap hari akan terjadi. Tak ada alasan, internet yang terputus atau komputer yang rusak. Semua harus dari kemauan diri untuk menulis. Biasakanlah menulis setiap hari, dan lawanlah kemalasan diri. Bila itu bisa kita lakukan, pastilah proses menulis itu serasa ringan.

Keempat, jadilah menulis sebagai sebuah kebutuhan sama halnya kita makan. Kita akan lapar dan kita akan haus bila tak menulis dan membaca hari ini. Dua kegiatan menulis dan membaca akan dilakukan oleh saeorang penulis. Bila menulis sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka proses menulis akan menjadi kegiatan alamiah seperti halnya kita makan dan minum. Kita akan merasakan kehausan dan kelaparan luar biasa bila tak menulis hari ini. Aatak kalau dikatakan secara ekstrim, seperti orang sakau yang terkena narkoba.

Kelima, jadikan menulis setiap hari sebagai kegiatan di bawah alam sadar kita. Bila itu dilakukan, maka kita akan terbiasa menulis setiap hari. Sesuatu yang dilakukan dalam alam bawah sadar kita akan membuat diri ini seperti mendapatkan energi tambahan. Sebab sesuatu yang disukai dan dikuasai karena hobi akan membuat menulis itu serasa nikmat. Kita pun akan merasakan nikmatnya menulis. Alam bawah sadar akan sangat berperan pada seseorang yang mampu menulis setiap hari. Menulis menjadi sebuah budaya atau kebiasaan karena dilakukan setiap hari.

Akhirnya, saya harus menutup artikel ini dengan sebuah pesan bahwa dengan menulis setiap hari akan membuat saya menjadi orang yang dikenal dan terkenal. “Sehebat apapun kita bila tak mampu menulis, kita belum menjadi apa-apa”, begitulah profesor Conny R. Semiawan pernah mengatakannya kepada saya. Semoga dengan melakukan proses menulis setiap hari, pikiran anda menjadi jernih dan merupakan therapy diri agar menjadi orang yang berarti. Menulislah sebelum mati, agar ada pesan kepada anak cucu tentang apa yang sudah anda lakukan semasa hidup. Hidup ini akan sangat berarti bila kita bermanfaat untuk orang banyak. Oleh karena itu, menulislah setiap hari agar anda dikenang dan memberikan pencerahan kepada orang lain.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com
Baca Selengkapnya~~ >>

Guru Wajib Punya Kemampuan Menulis





event.republika.co.id/berita/event/bagimu-guru/12/07/01/m6gvtd-guru-wajib-punya-kemampuan-menulis - 79k


Diakui atau tidak ketika banyak kalangan yang berpendapat bahwa sebagian besar guru kurang mampu menulis dengan baik adalah benar. Kalaupun diperhalus bahasanya menjadi “kurang memiliki minat untuk menulis”. Kondisi seperti itu juga bukannya tanpa alasan. Bagi sebagian guru, menulis tidak menghasilkan uang, kecuali menulis buku atau lemba kerja siswa (LKS).
Beberapa guru lainnya menilai produktif atau tidaknya menulis tidak ada korelasi atau pengaruh langsung yang signifikan dengan kenaikan pangkat atau golongan bagi guru PNS. Namun yang paling penting, saat ini tidak ada sarana media untuk memublikasikan karya tulis guru khususnya pemula. Kalaupun ada hanya sedikit sekali, itupun kompetitif, hanya tulisan yang sudah baik dan bagus saja yang terpilih, sementara bagi yang masih belajar akan sulit untuk untuk bersaing.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, saya mencoba merangkumnya dalam sebuah penilaian. Untuk alasan materi, sebenarnya tidak mutlak juga menulis karena uang, yang terpenting adanya kepuasan setelah tulisannya dibaca atau dikomentari oleh pembaca lain. Jadi dalam hal ini para guru memerlukan semacam media sebagai sarana untuk memublikasikan tulisan agar bisa dibaca publik. Sebenarnya dengan kehadiran blog atau web internal sekolah, bisa memotivasi para guru untuk menelurkan karya tulisannya.

Sedangkan untuk alasan karier, dengan sendirinya sudah terpecahkan oleh peraturan terbaru Permendiknas nomor 35 tahun 2010 tentang “Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya”, yang didalamnya menyebutkan bahwa guru PNS yang akan naik pangkat/golongan dengan sistem Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang salah satu syaratnya menyebutkan bahwa guru harus membuat minimal satu karya tulis ilmiah. Peraturan ini efektifnya akan diberlakukan mulai tahun 2013.
Nah, jadi sebagai guru, saya mengimbau kepada rekan-rekan guru yang lainnya, ayo mau sampai kapan lagi kita memulai untuk menulis?
penulis:Yanna Supriatna SPd (Guru Bahasa Inggris SMKN 1 Pandeglang)

Baca Selengkapnya~~ >>

Minggu, 04 November 2012

MEMBELI IMPIAN




Bersifa Sosial

Sebagian orang tentu mempunyai impian yang tinggi untuk dicapainya. Impian dalam menafkahi anggota keluarga atau impian dalam memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak. Memberi manfaat bagi sesama merupakan pekerjaan mulia sebagai manusia yang berkualitas dalam bereksistensi di dunia untuk bekal di akhiratnya kelak. Memberi manfaat dalam menjalankan tugas sebagai khalifah meneruskan tugas suci para nabi dan rasulnya. Hidup kita di alam dunia ini untuk memberi kemanfaatan bagi sesama manusia. Impian yang mempunyai nilai tertinggi merupakan dambaan setiap manusia yang berkualitas.

Bersifat Ibadah

Impian kita beli dengan kegiatan sedekah, shalat dhuha, shalat tahajud, berdoa, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an secara langgeng tanpa putus-putusnya karena alasan kesibukan, sakit, atau alasan lainnya. Impian kita beli dengan amal kebaikan atau ibadah yang dilakukan penuh kesungguhan. Pelaksanaan amal ibadah dan kebaikan untuk menebus apa yang kita impikan. Pelaksanaan amal ibadah menyita waktu produktif kita akan diganti langsung tanpa penangguhan oleh Allah. Hanyalah perasaan kita saja yang tidak peka atas balasan yang Allah berikan setiap kita selesai menyelesaikan amal ibadah tersebut. Sebenarnya kita belum menyadari betapa besarnya balasan yang Allah berikan kepada kita setelah kita berupaya untuk berani menebus impian dengan amal ibadah.

Ikhtiar dan Ibadah

Impian dapat kita raih dengan upaya ikhtiar dan ibadah yang sebaik-baiknya. Antara ikhtiar dan ibadah tidak bisa dipisahkan, karena bagi kita ikhtiar yang berdasarkan niat ibadah berarti ikhtiar itu sama dengan ibadah. Antara ikhtiar dan ibadah mempunyai kesamaan bagikan dua sisi yang melapisi koin keberuntungan. Dalam ibadah terdapat ikhtiar dan dalam ikhtiar terdapat ibadah. Ikhtiar adalah ibadah dan ibadah adalah ikhtiar. Kita bekerja sebagai guru dari pukul 07.30 WIB sampai waktu siang adalah ikhtiar dengan niat dan makna untuk menafkahi keluarga, memberi manfaat kepada sesama,dan menjalankan peran sebagai khalifah sama dengan ibadah kepada Allah.

Permudah Rizki

Ikhtiar dan ibadah mempunyai kekuatan untuk mempermudah datangnya rezeki, melapangkan waktu, memelihara kesehatan, dan menghabiskan waktu produktif yang bisa diganti dengan uang kontan yang tidak kepalang tanggung. Ikhtiar bisa menjemput impian dan mendekatkan diri kita kepada Allah. Impian bisa terkabul dengan pelaksanaan ikhtiar dan ibadah yang baik. Impian terkabul merupakan gabungan impian, ikhtiar, ibadah, keimanan dan hati penuh keikhlasan. Walaupun pelaksanaan ikhtiar dan ibadah tersebut diawali dengan perasaan terpaksa apabila dilakukan secara bertahap, terus-menerus, dan komitmen akan menjadi kebiasaan yang baik. Dalam pelaksanaan ikhtiar dan ibadah tidak perlu diawali dengan keikhlasan. Terpenting pada akhirnya menjadi kebiasaan yang baik. Begitulah seterusnya kita melakukan ikhtiar dan ibadah untuk mencapai impian terbaik demi kelangsungan hidup diri kita dan kelangsungan hidup banyak orang.

Bagian Dari Iman

Impian yang kita tetapkan adalah impian yang memiliki keutamaan dan memiliki nilai keimanan. Impian yang merupakan bagian dari iman kepada Allah. Merasa takut kepada Allah dan balasannya apabila kita tidak melaksanakannya dengan baik. Takut pekerjaan dan tingkah laku kita tidak sesuai dengan apa yang dukehendaki Allah. Oleh karena itu kita harus berikhtiar dan melakukan ibadah yang sesuai dengan tuntutan agama Islam. Karena ketakutan kepada Allah, maka kita melakukan ibadah dan ikhtiar tersebut. Dengan melakukan hal-hal tersebut kita akan terhindar dari dibencinya kita oleh Allah. Dengan ikhtiar dan ibadah diharapkan kita dapat menghilangkan dan memecahkan solusi dari berbagai masalah.

Cinta Ikhtiar

Kita juga perlu berharap kepada Allah agar kita mendapat kemaslahatan di dunia dan di akhirat. Kita semoga mendapat kemudahan dengan meningkatkan ibadah dan ikhtiar tersebut. Memang hidup penuh perjuangan dengan suatu tanda adanya ikhtiar dan ibadah yang kita lakukan. Timbul perasaan cinta akan ikhtiar dan ibadah yang kita lakukan tersebut. Alasan mengapa kita cinta melakukan ikhtiar dan ibadah adalah terhindarnya diri kita dari kefakiran. Dengan berhasilnya ikhtiar dan ibadah berarti kita tidak menanggung kefakiran dan kesengsaraan. Di sini perlu adanya kesungguhan dalam pelaksanaan ibadah dan ikhtiar. Dengan ibadah dan ikhtiar penuh kesungguhan kita akan terhindar dari kemiskinan, kekurangan, terjauhnya hubungan dengan keluarga yang tempatnya jauh, dan berbagai hal yang nilainya baik.

Sebuah Keniscayaan

Kita mempunyai impian, cita-cita, dan visi hidup yang jauh ke depan. Berharapnya kita kepada Allah memang fitrahnya manusia. Allah mendidik kepada diri kita sebagai manusia agar berharap diselamatkan, diberi kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Impian merupakan keniscayaan yang ada pada diri manusia. Hanya orang yang tidak normal saja yang tidak mempunyai impian hidup
Baca Selengkapnya~~ >>

KEKUATAN OTAK POSITIF VS KEKUATAN HATI POSITIF


Oleh: Jajang Suhendi

Di dalam diri kita ada dua kekuatan yang sangat penting dikembangkan secara bersamaan. Kita tidak bisa mengembangkan hanya sebagian saja. Kekuatan itu adalah kekuatan pikiran dan kekuatan hati nurani yang jernih.

Sebagai umat yang beriman harus meyakini bahwa tanpa kekuatan hati secerdas apapun kita tidak akan sempurna. Hanya mengandalkan kekuatan otak semata-mata kita tidak akan mampu hidup dalam kebenaran. Nabi Muhammad SAW juga selalu mementingkan kekuatan hati di atas kekuatan pikiran.

Kekuatan hati lebih dasyat dari kekuatan pikiran. Kekuatan inilah yang dapat mengantarkan kita meraih kesuksesan dan kemuliaan hidup. Tentulah yang dimaksud adalah kekuatan hati yang positif dan jernih.

Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indera manusia. Hati sebagai pengendali semua panca indera dan pikiran kita.

Baca Selengkapnya~~ >>

MENYIKAPI CATATAN HARIAN YANG TERBUANG

(Jajang Suhendi, Sekretaris Cabang PGRI Cikedal-Pandeglang)

Aku berpikir setiap hal yang sudah tidak terpakai itu tidak berguna lagi. Ternyata pikiran tersebut keliru. Coba kita amati, sandal karet yang tinggal setengah pasang ditemukan di kebun tetangga. Sandal tersebut kita bawa tanpa berpikir untuk apa gunanya, disimpan saja ditumpuk di sudut dapur. Ketika kita sedang menyuruh orang untuk memperbaiki aliran listrik yang kurang normal, melihat kulkas tidak bisa menetap sewaktu dibuka dan ditutupnya. Dia bertanya“ Pak, ada sandal karet bekas?”. Aku jawab ada dan aku balik bertanya, “ Untuk apa?” Dia menjawab untuk ganjal kulkas yang selalu bergeser apabila dibuka dan ditutupnya.


Aku berpikir, “Sungguh ajaib, ternyata di alam ini berlimpah dengan inspirasi, barang apa saja, yang kelihatan sudah tidak ada lagi manfaatnya masih ada manfaatnya. Apalagi yang sedang berguna akan lebih berguna lagi apabila digunakan untuk hal lainnya. Pikiran waktu itu langsung ke artikel-artikel yang sudah aku tulis di dalam buku catatan harian aku. Sudah beberapa bulan aku tinggalkan tanpa diperhatikan lagi, karena aku pikir hal itu tidak berguna lagi untuk ditik dan dikirim ke penerbit.


Mengapa aku membiarkan buku-buku harian yang telah penuh aku tulis dengan berbagai masalah di sekitar kehidupanku? Untung tidak aku jual, biasanya buku-buku bekas yang sudah tidak bisa dipakai lagi dikilo dan dijual ke tukang membeli kertas bekas. Aku teringat pada karangan-karangan yang sudah aku jual. Karangan aku yang telah aku tulis banyak sekali, apalagi kliping artikel yang sudah aku buat beberapa tahun lamanya. Seandainya aku menyadarinya pada waktu itu, tentu kelakuan seperti itu akan ditangguhkan.


Namun aku menyadari bahwa aku sedang berproses dan saat ini aku mulai bergerak untuk lebih menghargai pada apa yang telah aku lakukan. Perasaan dan pikiran mulai berfungsi untuk keperluan menulis artikel dan menulis buku saat-saat ini. Aku bersyukur kepada Allah bergerak kea rah yang lebih maju. Semoga sebelum aku pension mampu menjadi penulis produktif menghasilkan banyak karangan yang sangat berharga. Semoga ada pihak penerbit yang menerima pada semua karya tulis yang aku tulis.
Sungguh aku lebih lancar aku menulis dengan cara mencicil dari saat ke saat bisa melanjutkan dari arah mana aku memulainya.


Peristiwa semacam ini setelah aku bisa memiliki laptop. Barang inilah yang memudahkan aku menulis dari arah mana memulai aku menulisnya. Yang salah bisa langsung diperbaiki tidak seperti buku tulis harus banyak coretan apabila ada kesalahan. cara seperti ini terinspirasi dengan contoh tulisan Mas Gol A Gong ketika menulis “ Tuti tidur-tiduran di kamarnya.” Katanya kalimat tersebut terkesan biasa saja, tidak ada sesuatu yang bisa kita maknai. Katanya terkesan kosong- melompong.


Berbeda apabila kalimat tersebut ditambah di antara kata-kata di dalam kalimat tersebut. Dapat kita perhatikan kalimatnya menjadi “ Tuti yang tubuhnya gemuk seperti gajah sirkus di Taman Safari, tidur-tiduran bersama puluhan boneka barbie, di kamarnya yang serba pink.” Yang aku tulis miring adalah kata-kata yang menjadi tambahan dari kalimat semula yang kurang berkesan, dan setelah ditambah kata-kata tersebut menjadi lebih hidup.


Kemudian pengalaman seperti itu aku praktekkan dalam proses menulis karangan secara bertahap. Mudah-mudahan contoh seperti ini bisa menjadi modal bagi aku untuk menulis lebih banyak dan lebih berbobot. Apa yang aku tuliskan semoga mengandung makna dan manfaat bagi diri aku dan orang banyak. Sesuai dengan tujuanku bahwa aku harus lebih bermanfaat lewat tulisan. Dalam hal ini, tulisan aku harus memiliki makna di bidang pendidikan atau bidang lain yang terasa mampu aku menuliskannya.


Menurut Mas Hernowo, penulis professional yang menulis buku Mengikat Makna Update, kita tulis apa saja terpenting kita menguasainya terlebih dahulu lewat membaca. Kekuatan menulis ada di membaca, katanya. Kuncinya kita harus memperbanyak pemahaman lewat kegiatan membaca buku apa saja kemudian menuliskannya. Hal semacam ini akan aku kembangkan setahap demi setahap, karena menulis bagiku adalah merupakan proses yang berkelanjutan dan bertahap sifatnya.


Intinya, apa yang telah aku tulis adalah solusi masalah finansial, pendidikan, pembelajaran, kebahasaan, kebiasaan, dan semua hal yang aku rasa sangat penting aku tuliskan. Mengapa materi yang telah aku tulis dibiarkan begitu saja? Anggap saja sampah yang dibuang masih bisa bermanfaat untuk kompos, apalagi sampah tulisan menurut aku waktu itu dibiarkan tanpa ada tindak lanjut. Wajar apabila istriku bilang, untuk kamu menulis pada akhirnya dibuang saja? Mulai saat ini juga, semua tulisan di buku catatan harian harus aku sikapi dengan optimis bahwa tulisan-tulisan tersebut akan menjadi kompos yang sangat bermanfaat bagi kehidupanku dan orang lain yang suka membaca dan menulis.
Baca Selengkapnya~~ >>

BERPIKIR POSITIF DAN TUJUAN JELAS


(Jajang Suhendi, Sekretaris Cabang PGRI Cikedal-Pandeglang)


Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Orang yang mempunyai tujuan berbeda dengan orang yang tidak mempunyai tujuan yang jelas. Bagaikan sebuah kapal mengambang di lautan luas terombang-ambing tidak tentu arah ke mana akan pergi. Ketika ada angin dari arah utara dia bergerak kea rah selatan, ketika ada angin dari arah selatan dia berbelok ke arah utara, dan seterusnya. Begitu juga manusia yang tidak mempunyai tujuan ke mana dia akan menuju hidupnya akan tersesat mengikuti hawa nafsu dirinya ataupun mengikuti ajakan dan rayuan syetan yang dilaknat Allah.


Bagaikan orang sedang berjalan di depannya terlihat pemandangan yang sangat indah, indah dipandang setelah didekati bukanlah pemandangan yang indah. Ternyata apa yang kita lihat bukan keindahan, tetapi sekedar pohon-pohon yang besar dengan di bawahnya banyak tumpukan daun-daun kering berserakan tidak ada yang mengurusnya. Indahnya gunung yang kita lihat dari kejauhan sebenarnya hanya pandangan sepintas belaka. Perkawinan kita anggap indah sebelum kita masuki dengan cara yang sesuai syariat agama. Semua masalah kebutuhan yang harus kita penuhi baik kebutuhan sehari-hari sampai kebutuhan biaya sekolah atau kuliah anak belum kita bayangkan. Semuanya tertutup dengan indahnya bagaimana kita mengekspresikan diri antara suami dan istri kelak.


Sebenarnya kita yakini pengalaman orang-orang yang dapat dipercaya bercerita tentang seluk beluk berumah tangga antara suami dan istri. Berapa uang yang harus kita keluarkan yang digunakan untuk keperluan makanan, minuman, pakaian, rumah, biaya sekolah atau kuliah, undangan teman atau saudara, dan lain-lain. Walaupun kita belum mengalami kita dengar, kita hayati dan kita anggap bahwa kita sedang mengalami hidup berumah tangga. Kehidupan berumah tangga penuh dengan berbagai keindahan yang dibarengi berbagai masalah. Sebelum kita memiliki kekuatan jiwa dan raga, maka kita dituntut untuk memperkuat dulu mentalitas diri kita dengan banyak belajar dari orang-orang yang telah mengalami terlebih dahulu dari kita, dan kita harus banyak berlatih bermain peran pada waktu menonton film atau membaca buku tentang permasalahan suami istri.


Selain kita mempunyai tujuan apa yang harus dicapai, maka kita harus menjalani proses perkawinan tersebut dengan rambu-rambu yang ada. Proses perkawinan kita jalani dengan persiapan mental positif, optimis, percaya diri, dan pendekatan ibadah kepada Allah. Tanpa hal itu dikhawatirkan kita jatuh terpelosok ke jurang yang sedalam-dalamnya apabila kita tertimpa masalah berat. Pikiran dan hati kita harus benar-benar kuat supaya kekuatan selalu menyertai diri dan kehidupan kita. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya.


Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga. Pikiran diumpamakan sebagai Bank yang harus kita masuki uang sebanyak-banyaknya. Uang kita tabung untuk keperluan positif nantinya dan besifat produktif. Pengalaman saya ketika uang pinjaman dari Bank untuk keperluan biaya sekolah, kuliah dan yang sifatnya bukan untuk mendapatkan barang, begitu uang habis akan timbul masalah yang berkepanjangan selama kita tidak mempunyai sumber penghasilan yang lain. Oleh karena itu begitu pentingnya kita sebelum mempunyai penghasilan tambahan untuk mengimbangi keperluan semacam biaya sekolah atau kuliah anak-anak. Apalagi anak kita banyak dan kita merasa dituntut untuk membuat anak-anak berpendidikan lebih tinggi.


Tujuan kehidupan berumah tangga harus sematang mungkin kita persiapkan. Tidak cukup hanya dengan tekad dan semangat menggebu-gebu mau menikah tanpa persiapan yang matang. Saya bukan menakut-nakuti kepada calon suami dan istri yang mau melangsungkan pernikahan. Yang saya maksud apabila kita mau menikah untuk mencapai titik maksimal memiliki anak-anak yang berkarakter baik, pendidikannya tinggi, mampu mandiri dari perkawinannya dalam waktu relative sebentar mampu membuat rumah dan siap menyekolahkan atau menguliahkan kembali anak-anaknya. Secara ideal kita sebagai orang tua harus mampu membuat anak-anak menjadi pelaku sejarah, penentu arah kebijakan kehidupannya, dan menjadi orang-orang berkualitas tanpa menjadi beban orang lain.


Pernikahan bukan sekedar adanya cinta antara suami dan istri, tetapi memerlukan persiapan pendidikan dan mental positif dalam menghadapi berbagai masalah keluarga yang pasti harus dilewatinya. Kita saksikan anak-anak yang dilahirkan dari kalangan atas atau berkemampuan uang banyak. Biasanya uang tinggal meminta dari orang tua, sekolah atau kuliah tidak mau karena mereka beranggapan untuk apa sekolah, kuliah, dan mempunyai pekerjaan uang sudah tersedia. Akhirnya banyak orang tanpa mempunyai pekerjaan tetap setelah menikah dan setelah orang tuanya meninggal dunia. Bahkan terbalik orang-orang yang pada awalnya tidak mampu menjadi orang-orang yang berhasil karena berbagai upaya kerja keras dilakukannya. Tanpa mengenal lelah mereka bekerja yang berdasarkan pendidikan formal dan non formal yang memadai.
Baca Selengkapnya~~ >>