Sabtu, 08 September 2012

PENTINGNYA MENULIS BAGI MAHASISWA

Sumber: edukasi.kompasiana.com/.../pentingnya-menulis-bagi-maha...CacheBagikan http://kampus.okezone.com/read/2012/02/23/373/581030/menulis-abadikan- ide-pikiran-sepanjang-zaman “Kalau engkau bukan anak raja, dan engkau bukan anak ulama’ besar, maka jadilah penulis” (Syaikh Imam al Ghazali). Kata-kata al ghazali di atas, sudah cukup mampu memberikan penyegaran bagi diri saya pribadi, mengingat betapa pentingnya kita untuk menulis. Akan tetapi, sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah tidak ada dari segelintir kita para mahasiswa yang paham akan hal itu, jawaban saya pasti ada. Cuma pertanyaan yang kemudian muncul kembali di benak ini bagaimana kemudian mereka bisa mewujudkan kemampuan mereka terkait dengan kemampuan yang ada khususnya dalam segi tulis menulis, jika memang kampus kita masih bisa terkategorikan kedalam areal kampus “langgaran”, kampus yang kebanyakan masih berada dalam kendali segenap jajaran penguasanya. sehingga kita pun para mahasiswa, secara ekssistensinya berada dalam kepalan-kepalan kehendaknya yang rata-rata hanya berkutat dalam kegiatan akademika, jika memang ini yang terjadi maka otomatis mereka akan meninggalkan kegiatan menulis tersebut bahkan juga yang lebih parah menurut saya mereka juga akan berfikir bahwa menulis itu tak lebih dari kegiatan iseng-iseng saja, padahal tidak kan?. Disamping itu semua, ada juga faktor-faktor lain penyebab dari tragedi “malas nulis” yang telah melanda mahasiswa kita. salah satu diantaranya adalah, tidak tersedianya fasilitasi dari pihak kampus, seperti tersediakannya mading, atau bisa yang lebih maju lagi yaitu seperti buletin dan juga majalah-majalah, dan lain sebagainya. Dan juga tidak adanya medisiasi yang lain yang sekiranya bisa dianggap mampu di dalam menunjang sikap ingin menulis terus, mungkin dalam hal ini setidaknya kampus sudah menyediakan UKM sebagai salah satu wadah mengembangkan bakat yang ada dalam fitrah para mahasiswa, dimana dengan wadah ini mereka akan sedikit terlatih untuk melakukan kegiatan tulis menulis. seperti yang telah dilakukan oleh kampus-kampus maju lainnya yang ada di pulau garam madura ini. Kemudian saya beranggapan, dengan disediakannya UKM dalam hal KTI (Karya Tulis Ilmiyah) oleh segenap jajaran pengurus kampus, juga akan mampu melatih ketangguhan batin para mahasiswa di dalam mengarungi segala polemik kehidupan yang serba rumit, baik polemik kehidupan yang terjadi ketika mereka sedang menempuh kuliah atau bahkan ketika mereka sudah berhasil meraih gelar sarjana. Karena saya yakin, sangat tidak akan berlebihan sekali jika hal-hal yang saya sebutkan di atas dijadikan salah satu bukti keberhasilan oleh para jajaran pengurus kampus, dalam rangka pula menunjukkan kepada pihak lembaga akan keseriusan mereka di dalam mensejahtrakan kampus untuk masa-masa selanjutnya, hingga kampus kita menemukan muara kuseksannya sebagai kampus teladan. Kembali lagi saya mengajak para pembaca memahami pesan sekaligus motivasi yang disampaikan oleh al-ghazali tersebut, yang memeng dengan sengaja saya letakkan di awal dari pada tulisan saya ini, dengan maksud untuk mengingatkan saya, sekaligus para pembaca akan pentingnya kita menulis, karena menurut saya di dalam menulis kita akan menumukan banyak hal, seperti yang akan kita rasakan ketika kita sudah melakukannya sendiri. Dan oleh karena menulis itu pula, kita akan bisa lebih paham dan mengenal siapa diri ini sebenarnya. karena di dalam kegiatan menulis tersebut, sebenarnya kita telah berusaha mencari tahu akan realitas keberadaan kita di muka bumi ini. Di sisi lain menulis juga salah satu upaya kita di dalam memperkenalkan diri kita kepada publik, atau bahkan kepada dunia, saya fikir sekarang sudah saat nya kita tunjukkan siapa sebenarnya diri ini, dan sudah saatnya pulah kita bungkam mulut mereka (orang-orang di sekitar kita) yang telah lancang berkata bahwa mahasiswa sekarang tak lebih dari manusia jelmaan “karet” saja. Bukankah niatan yang terlintas di dalam hati kita sebelum kita berangkat menuju kampus adalah niat ingin memperbaiki kehidupan ini baik cara berfikir kita yang kolot atau bahkan memperbaiki jalan rizki kita, meskipun akan sangat hina sekali jika niatan yang terakhir harus ada dalam diri pelajar tersebut, akan tetapi bukankah terdang materi itu kita perlukan keberadaannya, insaallah dengan menulis sedikit akan mampu menjadi penunjang keseluruhan niat kita, Amin!. Namun tak kalah penting juga, saat kita memutuskan untuk menulis, semestinya sudah tercipta satu ruang di relung sanubari kita, satu ruang yang pada dindingnya sudah terdapat satu lukisan “lebih baik brtindak walaupun sedikit, dari pada kita tenggelam dalam angan-angan berbuat banyak” , atau pun kata- kata yang lain yang kita anggap bisa menjadi penggerak terhadap nurani ini untuk selalau melakukan dan melakukan. Juga dengan kekutan kata yang ada pada dinding-dinding hati kita, di harapkan bisa menjadi motor penggerak keyakinan kita bahwa menjadikan kegiatan menulis sebagai profesi adalah simpulan dari perjalanan panjang yang kita lakukan selama ini. Dengan menulis menulis pula, kita bisa melintasi gedung peradaban dunia. yang barangkali selama ini kita telah berfikir hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasuki gedung presiden tapi dengan kita menulis maka kita pun akan bisa duduk santai bersama beliau diantara kursi empuknya. maka kemudian saya katakan akan sangat rugi jika kita para mahasiswa enggan dan merasa malas untuk menulis. Yang terakhir saya berpesan kepada seluruh teman-teman “blok habis mental negative kita, dan jangan pernah takut untuk gagal”.

0 komentar:

Poskan Komentar