Jumat, 21 September 2012

TIPS MEMBACA CEPAT


(Jajang Suhendi, Cikedal-Pandeglang)

Dalam membaca cepat ada istilah scanning, skimming, kata kunci, membaca perlahan, dan SQ3R, apa maksudnya? Baiklah kita perhatikan satu persatu tentang istilah tersebut agar kita dapat memahami semuanya. Scanning merupakan upaya melihat rangkaian teks bacaan yang maksudnya untuk menemukan informasi yang lebih khusus dengan cara menyimak daftar isi, kata pengantar atau bagian yang lainnya.

Dalam membaca cepat kita tidak bisa melupakan kata kunci yang gunanya untuk mempermudah pembaca menemukan pokok-pokok pembicaraan. Dengan menemukan kata kunci, kita langsung dapat menentukan bahwa apa yang kit abaca tersebut sangat penting untuk dibaca. Setelah hal penting ditemukan, kita baca secara perlahan dan mendalam. Pada awalnya sebelum kita menemukan hal penting tersebut kita baca secara cepat,sedangkan setelah tiba di depan kata kunci kita baca lambat.

Yang termasuk kata kunci seperti kata jadi, maka, kesimpulannya, saya tegaskan begini, ialah, adalah, maksudnya, dan sebagainya. Sangat penting kita kuasai kata-kata tersebut dalam upaya untuk mempercepat pemahaman isi teks bacaan. Kegiatan membaca akan lebih mengenai sasaran tanpa mebutuhkan waktu baca yang lama tanpa pemahaman mendalam. Hal itu harus banyak kita pelajari dan langsung kita praktekkan setiap kita membaca media tulis.

Skimming merupakan istilah yang tidak asing di dalam membaca cepat. dengan membaca skimming kita dapat melihat sekilas bagian awal dan akhir teks bacaan. Berdasarkan teori menulis yang mengajarkan untuk memuat gagasan utama di awal tulisan dan kesimpulan di akhir tulisan. Membaca skimming sangat membantu kita apabila memiliki waktu sedikit sementara kita butuh materi bacaan tersebut. Dalam kesibukan kerja kita masih dapat menemukan inti bacaan dalam waktu yang relative singkat.

Membaca perlahan dalam membaca cepat juga sangat diperlukan. Tidak selamanya kita membaca cepat dari awal sampai akhir bacaan. Cepat dan lambatnya apa yang kita baca tergantung situasi dan kondisi materi bacaan. Sewaktu kita belum menemukan bacaan yang dianggap penting, kita baca secara cepat, sedangkan setelah kita menemukan bacaan yang dianggap penting, maka kecepatan membaca diperlambat. Jadi membaca cepat pada waktu ada materi bacaan yang dianggap tidak terlalu penting dan membaca lambat pada waktu kita menemukan yang dianggap penting.
Bagaimana cara kita menentukan mana yang penting dan kurang penting suatu bacaan? Kegiatan membaca cepat tidak bisa instan dapat kita kuasai. Kita harus banyak membaca agar semua bentuk, jenis, dan istilah yang penting dan tidaknya bisa diketahui. Selain kita banyak membaca harus diimbangi banyak berlatih menulis. Membaca sebagai alat untuk mempercepat pemahaman dan menulis untuk memperlancar penguasaan mempraktekkan apa yang kit abaca.

Setelah kita menemukan mana materi bacaan yang penting dan mana yang kurang penting, maka kita kuasai apa yang dianggap pentingnya dengan membaca secara perlahan. Kita peroleh pemahaman secara mendetail atau mengingat materi yang dibaca. Cara ini digunakan untuk memahami uraian yang sulit dan kompleks. Ada teknik membaca perlahan, yaitu (1) membaca analitik atau membaca kritis, (2) mencoba membaca sambil memikirkannya, dan (3) membaca sambil mengajukan beberapa pertanyaan.
Ada istilah yang lebih popular dalam membaca seperti ini adalah membaca dengan teknik SQ3R yang dikemukan oleh Francis Pleasant Robinson (1946), yaitu (1) Survey (skimming), (2) Question (pertanyaan), (3) Read (pertanyaan), (4) Recite (membaca kembali), (5) Review (meninjau).

Strategi ini dikembangkan menjadi cara belajar efektif yang dianjurkan di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat. Adapun cara kerja SQ3R tersebut dapat disampaikan, sebagai berikut:

Survey. Sebelum mulai membaca kita ambil waktu kurang lebih satu menit melakukan survey untuk mendapatkan gambaran yang terkandung di dalam buku yang dibaca. Kita menyimak bab secara keseluruhan, apa saja judul, subjudul, dan bagaimana strukturnya yang mudah dicerna. Kita perhatikan ringkasan, rujukan atau kesimpulannya. Kita perhatikan apakah kita menemukan minimal tiga pikiran atau topic utama dalam bab tersebut.

Question. Maksudnya pertanyaan isi bacaan yang memerlukan waktu kurang lebih beberapa detik. Adapun yang ditanyakannya tentang masalah yang dibahas dalam bab, subbab, judul dan subjudulnya. Masalah yang sedang dipikirkan dan dijawab oleh bab tersebut dapat kita ketahui. Dengan demikian kita sudah terlibat dalam bab tersebut. Sebelum kita membaca sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan yang bersifat umum atau khusus sesuai dengan tingkat prioritas materi yang akan dibacanya. Dengan bekal pertanyaan sebelum membaca, kita dapat melakukan kegiatan membaca secara fektif.

Materi bacaan yang tidak berhungan langsung dengan pertanyaan jangan kita hiraukan. Sementara yang berhubungan dengan pertanyaan lebih diutamakan. Kita membaca berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah kita susun sebelumnya. Oleh karena itu kita perlu banyak berlatih bagaimana membuat pertanyaan yang mengenai sasaran isi bacaan.

Read. Kegiatan membaca setelah berpatokan pada beberapa pertanyaan yang kita susun akan memudahkan membaca. Kita membaca berdasarkan pertanyaan dapat dilakukan secara cepat dan nyaman. Bacalah setiap bagian sesuai sistematik pertanyaan akan memudahkan kita memahami inti atau maksud pembicaraan isi bacaan. Setiap bagian kita baca satu kali atau beberapa kali untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang telah kita susun tersebut. Membaca seperti memerlukan konsentrasi berdasarkan pertanyaan.

Recite. Setelah kita menemukan jawaban atas pertanyaan isi bacaan, maka langkah selanjutnya adalah membacakan atau menuliskan kalimat kunci yang meringkas semua maksud dari setiap bagian yang kit abaca dengan kata-kata sendiri. Kegiatan ini penting karena kita telah mampu menangkap inti bacaan secara benar. Bisa kita jadikan modal dasar bagi para peneliti sumber literature dari yang sederhana sampai yang lebih kompleks.

Setiap kita membaca kita mencoba menangkap inti pembahasan atau permasalahan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan. Kemudian kira rangkai atau simpulkan dengan kata-kata sendiri dalam bentuk lisan maupun tulisa.
Sedangkan kegiatan review berarti meninjau kembali atau mengulang apa yang kita baca. Kita uji dengan mengulang kalimat-kalimat kunci dengan memperhatikan apakah kita dapat mengingat kembali semua inti pembahasan atau tidak. Dengan kalimat-kalimat kunci yang merupakan kerangka dari keseluruhan bab.

Kita lakukan pertama satu bab dulu, ulangi membaca bagian tersebut, selanjutnya teruskan untuk bab-bab lain secara bertahap agar kita memiliki kesinambungan dalam pemahaman menangkap inti pembahasan. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan ini tidak terlalu lama hanya beberapa menit saja apabila kita telah memahami konsep ini.(Ba’da makan sahur, Jum’at, 26 Agustus 2011)

0 komentar:

Poskan Komentar